Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Tampilkan postingan dengan label kesadaran ilahiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesadaran ilahiah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2016

Khazanah Hikmah Dzikir Nafas

Kalau dalam tataran keilmuan tasawuf, kita mengenal adanya 3 hal pokok perjalanan. Tahalli - takholli - tajalli
Pembersihan , pengisian , pengejahwantahan.

Pada dasarnya Tahalli merupakan Pembersihan dari sifat sifat buruk
Takholli merupakan pengisian diri dengan sikap2 yang baik
Tajalli merupakan pengejahwantahan tuhan dalam diri manusia

Selama ini proses ini cukup lama karena dipahami secara terpisah pisah.
Sebenarnya hal ini sangat sederhana dan mudah jika kita jalani secara bulat total.
Dzikir Nafas yg dikembangkan oleh Jamaah Dzikir Nafas Sadar Alloh saya kira adalah kebulatan dari proses ini secara utuh tanpa terpisah pisah satu sama lainnya.

Dzikir Nafas level-1 :
Di mana kita hanya mengamati keluar dan masuknya nafas secara istiqomah,
Anda sadar ataupun tidak, tahap ini akan memproses diri kita untuk berbersih diri / bertahalli. Saktinya, disini bukan kita yang berbersih, tapi dibersihkan oleh Alloh. Sebagaimana nafas ketika kita amati dengan seksama, ternyata nafas itu bukan kita yang bernafas sesungguhnya. Tapi Alloh yang menafaskan kita. Tidak ada peran kita sama sekali dalam proses bernafas. Sangat murni dan nyata Alloh lah yang menafaskan kita. Nah inilah dimana ketika kita sadar bahwa diri kita tidak memiliki peran apapun terhadap diri kita. Proses penyucian dari Alloh itu berlangsung otomatis.

Dzikir Nafas level-2 & level-3 :
Takholli berada pada tahap ini. Setelah kosong, sunyi dari berbagai macam prasangka, pemikiran, nafsu dlsb di level-1, jangan biarkan kosong terus terusan.
Isi kekosongan itu dengan kesadaran ilahiah. Ketika nafas masuk, barengi dengan dzikir Huu... Dan ketika nafas keluar barengi dengan dzikir Alloh. (Level-2).
Kemudian setelah cukup mudah mengiringi nafas dengan dzikir huu Alloh secara berlanjut.
Kemudian ketika dzikir huu, gerakkan jiwa anda menuju Alloh yang tak terbatas, dan begitu pula ketika mendzikirkan Alloh, pasrahkan jiwa (diri) anda kepada Alloh yang maha luas tak terbatas. (Level-3)
Ini adalah proses penyadaran diri atas eksistensi Alloh. Dalam tahap ini, proses takholli sebagaimana yang sudah disinggung di atas itu akan bekerja secara otomatis. Sikap buruk mulai terlebur di level-1, dan berlanjut pada pembentukan karakter sikap yang toyyib / karimah / baik secara lahir bathin secara otomatis diberlakukan pada level-2 dan level-3 ini.

Dzikir Nafas Level-4 :
Selanjutnya adalah tajalli. Yang mana hal ini merupakan hak khusus milik Alloh terhadap pengejahwantahan diriNya kepada hamba - hambaNya yang telah melakukan perjalanan spiritual (suluk) -yang dimulai dari level {tahap} 1 s/d 3.
Banyak dari pelaku Dzikir Nafas yang diberikan tajalli af'al dan sifat oleh Alloh. Sesiapa yang ditajallikan oleh Alloh, dia akan mewakili sifat dan af'alNya.
Contoh sahabat kita yang diberi tajali sifat al-Bashir, tiba tiba saja ia bisa melihat hal hal yang terjadi di bentangan ruang dan wakti yang mustahil dijangkau secara logika. Atau yang dilimpahi sifat al-hadi atau ar-rosyid, ya apa pun yang ia ucapkan akan menjadikan pencerahan hikmah pada sesiapa saja yang mendengarnya.

Namun sekali lagi.... Tajalli itu hak mutlak Alloh, kita tak perlu mengidamkannya. Peran kita yang sangat pasti dan perlu adalah istiqomah menjalankan level 1 s/d 3. Level 4 akan otomatis diberikan oleh Alloh kepada hamba hambaNya yang bersungguh sungguh berjalan kehadiratnya.

"Apabila hambaKU mendekat sejengkal, maka AKU akan menyambutnya sehasta. Apabila hambaKU mendekat sehasta, maka AKU akan menyambutnya sedepa. Apabila hambaKU medekat kepadaKU dengan berjalan, maka AKU akan menyambutnya dengan berlari.
Apabila hambaKU mendekat kepadaKU dengan berlari, maka AKU akan menyambutnya dengan lebih cepat lagi.
Apabila hambaKU telah menunaikan SunnahKU, maka AKU akan menjadi pendengaran yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatan yang dengannya ia melihat, menjadi lisan yang dengannya ia berucap, menjadi tangan yang dengannya ia memukul, menjadi kaki yang dengannya ia berjalan." [Hadist Qudsy]

Wallohu'alam bish-showab

Sabtu, 24 September 2016

Alloh Yang Mengatur kita atau kita yang mengatur Tuhan

Siapapun anda yang tergerak untuk membaca ini
Mari kita diam sejenak dari macam macam prasangka yang ada di dalam benak kita
Mari kita sama sama memasuki kedalaman bathin kita masing masing

Saya tidak mengatakan bahwa do'a itu adalah bentuk pengaturan kita atas kehendak tuhan
Atau do'a adalah seirama dengan ketidak ikhlasan kita menerima apa apa bentuk pemberian Alloh
Saya juga tidak mengatakan bahwa kita bisa mendikte tuhan
Karena sesungguhnya Alloh berkehendak semaunya sendiri saja
Karena memang kebijaksanaannya melebihi segala sudut pandang manusia

Yang saya maksud dengan kalimat "kita yang mengatur tuhan" sesungguhnya adalah sebuah kemustahilan
Yang menyebabkan seluruh doa kita tidak terkabulkan
Seluruh angan angan kita menjadi kosong tak berarti
Padahal sesungguhnya jika sesuatu yang terbesit di dalam benak kita itu adalah bentuk pengaturan dari Alloh
Maka hal itu akan mewujud "kun-fa-yakun"

Oke kita persantai bahasanya
Kita tentu pernah memimpikan banyak hal
Di dalam benak kita terurai banyak gambaran dan lalu menggerakkan lisan atau hati kita untuk berdoa
Dan doa itu ada terwujud dan ada yang tidak
Pernah kita memperhatikan ketika doa itu terwujud
Sesungguhnya yang menggerakkan kita untuk berdoa itu adalah Alloh?
Atau pernahkah kita menengok bahwa yang berdoa ketika doa itu tidak mewujud itu adalah refleksi hasil ego kita?
Nah ketika ego kita yang berkata kata
Atau yang membentuk suatu bayangan di dalam pikiran
Itulah yang dikatakan mendikte tuhan
Mengatur tuhan

Sudah tentu hal itu membuat tidak terkabulnya suatu permohonan
Padahal jelas jelas Alloh berfirman, "Berdoalah pasti akan Aku kabulkan", dan ditegaskan lagi oleh firmanNya (yg artinya), "dan janji Alloh itu adalah pasti"
Seringkali kalau doa kita tidak juga terkabul, kita akan mempertanyakan janji Alloh yang itu
Wajar.... Manusia....
Sungguh manusia itu sangatlah bodoh
Dalam kondisi yang demikian pun kita masih berani mempertanyakan janji tuhan
Bukannya malah intropeksi diri
Apakah kita telah terlanjur mencoba mengatur tuhan?
Ketika kita sadar bahwa kita telah mengatur tuhan,
Semestinya kita juga sadar siapa yang sedang berperan atas diri kita kala itu.
Ego, nafsu, sifat syaithoniah dan iblisiyah manusia, was was al-khonnas, yuwaswisufi shudurinnas min al-jinn wa an-nass.

Lain halnya kalau yang berperan di dalam diri kita adalah Alloh
Lisan kita, hati kita, benak kita, segala sesuatu yang ada di dalam diri kita adalah haqq Alloh
Yang menggerakkan kita berdoa adalah Alloh
Maka sudah barang tentu gerak selanjutnya yang untuk merealisasikan doa juga adalah merupakan af'al / gerak Alloh

Misal begini, ketika kita sudah berputus asa terhadap dunia
Lalu kita bertekad meninggalkan dunia
Lari beranjak ke Alloh
Dan berserah diri secara total kepadaNya
Ketika begitu kuatnya kita berasyik masyuk dengan Alloh
Kok tiba tiba muncul benak yang sangat kuat dan sangat meyakinkan bahwa kita masih harus menata dunia
Sehingga menjadi baldatun toyyibatun warobbun al-ghofur
Begitu pun selanjutnya kok kita terasa bergerak begitu ringan atas segala perbuatan yang merubah sesama ke arah yang lebih positif
Dan lisan kita ketika berdoa pun semuanya secara tiba tiba / spontan saja
Dan semua doa terealisasi
Di situlah letak pengaturan Alloh

Nah selanjutnya bagaimana agar kita semua dapat mencapai posisi itu?
Posisi yang segala sesuatunya digerakkan oleh Alloh
Posisi dimana Diri kita menjadi wadah tajalliNya Alloh, bukan tajallinya nafsu , was was , syaiton dan iblis

Yang pertama dan pasti adalah anda / kita musti sering sering berada dalam kondisi hening, sunyi, diam, kosong
Hening dari prasangka, sunyi dari pemikiran, diam dari berbagai gagasan, kosong atas keinginan.
Ini dapat kita latih (riyadhohi) melalui Dzikir Nafas Tahap Satu.

Seba'da itu sandarkan dan sadarkan diri anda hanya kepada Alloh dengan melatih dalam setiap masuk dan keluarnya nafas dibarengi dengan dzikir Huu Alloh.

Hal ini bermanfaat untuk mengabaikan ego nafsu kita
Dan mengembalikan seluruh eksisitensi diri kita kepada Alloh.
Selanjutnya latih untuk jumeneng
Yaitu tegap lurus ke Alloh
Suluk / berjalan kehadiratulloh
Ini dapat anda latih secara kontinyu dengan dzikir nafas tahap 3.

Selanjutnya terserah Alloh hendak mentajallikan DiriNya , af'alNya seperti apa dalam diri kita

Kita tak perlu takut untuk berjalan kehadiratnya
Penguasaan ilmu dan amalan bukanlah tolok ukur utamanya untuk mencapai maqom fana fillah tersebut
Tolok ukur utamanya adalah kebulatan tekad kita untuk melebur dalam kuasa Alloh
Dengan membersihkan seluruh bentuk ego diri kita
Semoga hal ini bermanfaat untuk kita semua
Yang merindukan Alloh

Kamis, 22 September 2016

Cahaya Nubuwwah al-Qur'an

Suatu ketika Rosululloh s.a.w bersabda yang menyatakan bahwa ganjaran setiap satu ayat dari al-qur'an itu memiliki 10 pahala atau keutamaan. Dan beliau juga menegaskan bahwa alif lam mim itu bukanlah satu kesatuan, melainkan alif merupakan satu huruf, lam satu huruf, dan mim juga satu huruf.

Oke kita tidak hendak bermain main dengan banyak hadist risalah nabi
InsyaAlloh saya ajak siapapun yang membaca tulisan ini untuk dapat benar benar mendapati kutamaan per huruf nya dari al-qur'an tersebut
Saya juga tidak boro boro mengajak anda memahami maknanya terlebih dahulu.

Suatu ketika rasul s.a.w juga mengingatkan bahwa al-qur'an juga bisa melaknat sesiapa yang membacanya.
Naudzu billah min dzalik

Intinya bagaimana kita tetap berada dalam jalan yang lurus ketika membaca al-qur'an
Sehingga kita mendapat keutamaan dan terhindar dari laknat darinya

"Menurut saya cak, al-qur'an itu akan melaknat pembacanya ketika ia hanya dibaca saja tanpa dipahami maknanya"
"Menurut saya cak, al-qur'an itu akan melaknat pembacanya yang tidak memperhatikan bacaan dan tajwidnya, karena itu akan merubah makna al-qur'an"
"Menurut saya, laknat itu akan muncul kepada mereka yang ngawur menerjemahkan al-qur'an. Yaitu yang tidak mengikuti penafsiran para ulama terdahulu"
Setidaknya itu pernyataan yang sering menghampiri saya.

Ketiga contoh pendapat tersebut tidak ada yang salah, semua memiliki kebenarannya masing masing
"Lho kok gitu?"
Iya. Al-qur'an itu sangat luas jangkauannya. Ia sangat bisa dan sangat mungkin melaknat pembacanya dari masing masing 3 permisalan pendapat di atas.
Kalau kita hanya membaca tanpa memahami maknanya, itu juga membuka kesempatan turunnya laknat qur'an tapi juga bisa menurunkan rahmat Alloh melalui al-qur'an

Sekarang mari kita pahami,
Apa itu rahmat / pahala / ganjaran
Dan apa itu laknat
Setidaknya secara luas, pemahaman yang global tentang rahmat / pahala / ganjaran ini adalah suatu keadaan yang membuat hati kita bungah (berbunga bunga) ; bahagia karena suatu kenikmatan
Dengan kata lain, kalau anda sholat/dzikir/membaca qur'an kok tiba tiba anda mendapatkan suatu ketenangan bathin
Kebungahan jiwa atau pencerahan baru
Maka dapat dikatakan disitulah percikan rahmat itu sedang membelai anda

Sebaliknya, laknat adalah sesuatu yang membuat hati kita menyempit, gelisah, gundah dan semacamnya.
Entah ketika kita sholat / dzikir / membaca al-qur'an kok kita justru merasakan kesempitan atau kegelisahan
Disitulah satu indikasi kita sedang diperciki oleh laknat
Nauzu billah

Oke.......
Saya harap pembaca sudah pernah mempraktikkan dzikir nafas
Atau beberapa metode lainnya untuk berlaku suluk.
Karena dengan sebuah praktikum perjalanan suluk, insyaAlloh kita akan mudah memahami hal ini.

Bismillah.
Kalau kita bersuluk, kita mengaktifkan kesadaran kita untuk menyadari akan posisi kita dengan Alloh
Maka disitu dapat kita rasakan dengan sangat jelas adanya perbedaan antara ketika kita sadar alloh dan ketika tidak menyadari adanya Alloh.
Ketika sadar Alloh kita akan merasakan kelapang jiwa
Dan ketika kita lalai di situ kita akan mendapati kegelisahan.

Nah dari sini kita insyaAlloh akan paham, ternyata laknat itu akan hinggap ketika kita tidak menyadari posisi kita dengan Alloh.

Demikian pulalah ketika membaca al-qur'an,
Tolak ukur hadirnya rahmat atau laknat bukanlah dari seberapa pandai kita membacanya, menterjemahkannya, atau menafsirkannya.
Melainkan seberapa kita mnyadari posisi kita dengan Alloh tatkala kita membaca firmanNya tersebut

Kalau anda membaca satu huruf saja dengan sadar Alloh secara penuh
Saya yakin getaran iman yang disebut sebgai khouf itu akan menjalari tubuh kita
Namun getaran khouf itu tidak menghadirkan kegalauan atau kesempitan
Melainkn justru menghadirkan kelapangan, pencerahan dan keimanan
Itu tanda bahwa rahmat alloh melalui al-qur'an membasuh diri kita

Hal ini sangat mungkin terjadi meski tanpa kita tahu dulu artian hurufnya.
Jadi meskipun anda membaca al-quran dengan apa adanya (tanpa paham filosofi atau makna per huruf)
Limpahan rahmatNya tetap bisa mengalir kepada Anda
Meskipun anda membaca satu jus secara kontinyu, tanpa membaca terjemahannya.
Masih sangat mungkin rahmat itu turun bagi anda.
Meskipun anda membaca dengan lisan yang kurah fasih secar tajwid
Tapi kesadaran anda atas Alloh kok memancar tegap
Sangat mungkin rahmat itu akan membanjiri anda

Demikian pun sebaliknya
Meskipun kita fasih secara tajwid, pandai bahasa arab, dan pandai tafsir qur'an
Namun sama sekali tidak ada kesadaran ilahiah (sadar Alloh) ketika membaca, menterjemahkan, atau menafsirkan al-qur'an
Sangat mungkin hal tersebut akan melimpahkan laknat kepada kita
Naudzu billah min dzalik

Semoga Alloh senantiasa meridhoi kita dan memposisikan kita dalam kesadaran ilahiah.
Amin

Selasa, 13 September 2016

Spirit Wudhu Subuh

Subuh adalah sebuah spirit
Dimana ketika kesadaran kita mulai terbangun
Yang kita sadari pertama kali adalah Alloh
Dengan rasa syukur yang terdalam kepada Alloh
Rasa syukur yang sangat jujur
Bahwa kita masih bersama Alloh
Tidak terlelap dan terus lelap dalam kenikmatan
Tanpa hadirnya kesadaran

Nyawa hidup yang kian bangkit
Ada di setiap nafas penujuru subuh
Tak ada yang lain dan sesuatu apapun
Yang dituju selain Dzat Yang Maha Hidup
Yang telah menghidupkan dan meniupkan nafas hidup

Subuh adalah nyawa hidup
Ketika hampir seluruh sendi otot tubuh kita beristirahat dan mulai bangun lagi
Gerak rokaat subuh merenggangkannya lagi dengan demikian indah
Air wudhu membasuh kekotoran wajah dengan damainya
Entah itu wajah fisik, bathin, mental, pikiran maupun wajah eksistensi diri kita

Yang luntur dibasuh oleh wudhu adalah kekafiran dan kekufuran kita
Segala hal yabg menutupi ubun ubun kesadaran kita
Itulah yang dibasuh oleh air wudhu
Kerak di tangan yang menghalangi untuk membantu sesama
Kerak di kaki yang menghalangi untuk melangkah dalam kebaikan
Kerak di mulut yang menghalangi untuk berkata baik
Kerak di wajah yang menghalangi untuk menatap kebaikan
Kerak di telinga yang menghalangi untuk mendengarkan kebaikan
Kerak di kepala yang menghalangi kesadaran suci dari Alloh
Kerak di leher yang menghalangi untuk menegakkan keadilan
Kerak di hidung yang menghalangi hidup untuk lebih sadar dan jujut menginduksi seluruh sendi diri
Agar kembali pada gerbang cahaya yang semula ada dan selalubada di dalam diri kita masing masing
Itu semualah yang dibasuh oleh wudhu

Hidung yang bertasbih akan membuat oksigen yang masuk tidak menjadi sia sia
Ia masuk membawa kesadaran dan dzikir
Merangkul seluruh darah yang mengaliri diri untuk terus berdzikir dan sadar
Ia (darah) yang berdzikir ketika mencapai dan bersentuhan dengan dada
Ia akan menggetarkan dan memancar keluar menginduksi lingkungan sekitar
Untuk turut berdzikir dan kembali kepada dzat yang maha hidup
Alloh Azza Wa Jalla

Ketika ia bersinggungan dan menyentuh otak
Ia akan membersihkan otak dari segala prasangka dan persepsi juga pemikiran yang menyesatkan
Ia akan menjernihkan akal pikiran
Menjadikan ia suci dan dapat mengambil berbagai hikmah dari kesucian yang ia temukan itu

Ketika ia mencapai ubun ubun
Ia membersihkan dan membuka ubun ubun untuk menjadi jalan masuknya ilhamulloh
Kalam / firman dari Alloh untuk siapapun yang membutuhkan
Termasuk untuk dirinya sendiri

Fasalamun qoulan min robbi ar-rohim
Wamtazul yauma ayyuhal mujrimun

Selasa, 30 Agustus 2016

Titik Peradaban

kalau kita telusuri peradaban peradaban agung di masa silam
maka akan kita temui satu garis merah yang sama antara satu kaum dengan kaum lainnya
kita tidak membicarakan tentang kebendaan
kita berbicara tentang peradaban yang penuh maslahah
damai dan tentram, dari segi apapun saja
maka benang merah itu akan mewujud suatu penampakan yang sederhana
pemimpinnya sederhana kemudian mengajarkan tentang kesederhanaan kepada masyarakatnya pula
pemimpinnya tidak tergiur dunia yang lantas juga mengajarkan kepada rakyatnya untuk tidak tergiur perihal duniawi juga
pemimpinnya memiliki iman (keyakinan) yang kuat akan eksistensi Tuhan Yang Maha Segalanya
lantas ia mengajarkan kepada kaumnya pula untuk beriman pada Tuhan Yang Maha Segalanya

anda ambil contoh siapa?
byzantium? romawi? Persia? atau apa?
atau kita sentuh Nusantara saja, india, atau jazirah arab dan mesir?
terserah dari mana saja
atau peradaban maju yang negerinya saja sudah benar - benar tiada
seperti negeri Nuh, Kerajaan nabi Sulaiman, atau atlantik.

maka kalau benar - benar kita jujur mengulas sejarah - sejarah mereka
kita akan menemukan bahwa awal keagungan peradaban mereka semua adalah diawali dengan keimanan yang kuat kepada Alloh dan berakhirnya peradaban - peradaban agung itu pastilah karena mengkufuri perberianNya dengan jalan cinta dunia dan materi semata
menghilangkan esensitas Tuhan
dan tanpa syukur

oke jadi intinya pada tulisan saya kali ini saya mengajak pembaca sekalian untuk memulai sebuah peradaban maju
mungkin bukan untuk diri kita
tapi untuk generasi setelah kita
syukur syukur Alloh mempercepat agar kita semakin yakin dalam hidup / selama / mumpung masih hidup bahwa iman kepada dzat Yang Maha Tak Terbatas itu benar - benar membuahkan keagungan

sekarang mari kita bercermin ke dalam diri kita masing masing
apakah sholat kita, dzikir kita, dan berbagai amaliah yang konon itu buah dari ketakwaan kita
adalah masih kita pergunakan untuk diri sendiri atau sudah mulai kita tebarkan untuk orang lain?
kalau saya dapat merasakan sholat yang khusyu'
apakah kita sudah memberitakan kepada yang lain perihal bagaimana mencapai khusyu' itu
atau kalau kita bisa berangkat haji,
apakah kita sudah memastikan bahwa anak, sanak saudara kita bisa makan selama kita tinggal

oke jangan pandang makannya
tapi pandang apakah anak dan sanak saudara kita telah menemukan kunci untuk bertahan hidup
yang mana kunci itu adalah keimanan kepada Alloh Yang Maha Rahman dan Pemberi Rizki
bukan maling apalagi tipu tipu
apakah beda? toh sama - sama mencari jalan makan?
sangat beda, maling itu mencari makan, tapi iman itu akan dicari oleh makanan
maling dan tipu tipu itu mencari rizki, tapi iman itu akan dicari oleh rizki

peradaban yang luhur nan suci pun sebenarnya tidak perlu dicari kalau kita sudah faham ini
ia (peradaban agung) itu akan mencari dan menghampiri orang - orang / kaum / komunitas yang telah suci diri dan pikirannya
suci yang bagaimana? tidak terpacu oleh keinginan memiliki dunia dan berbagai materi di dalamnya

maka mari kita persiapkan diri kita masing - masing untuk memulai peradaban agung nan suci ini
sudah beratus - ratus tahun pasca para khalifatulloh diwafatkan olehNya
kita yang selanjutnya semakin terpaku pada materi - materi dunia
entah karena ketakutan olehnya atau ingin menguasainya
itu semua sama - sama kotornya

kita mulai dari diri kita masing - masing
tebarkan pemahaman bahwa kita bisa hidup bukan karena materi
tapi kita hidup benar - benar karena Alloh
kalu perlu, pergi ke tempat paling sepi, jauh dari hiruk pikuk dunia
maka alloh akan tetap menunjukkan bahwa kalau Dia menghendaki kita hidup
kita akan tetap hidup
sekali - sekali uzlah itu memang perlu untuk membuktikan bahwa Yang Maha Hidup dan Menjadi Sumber Hidup itu benar - benar Nyata AdaNya.

pandang Sumber hidupnya
terus pandang dan sadari Dia Sang Maha Hidup dan yang menjadi Sumber Hidup
itulah sebenarnya cikal bakal peradaban agung nan suci yang sesungguhnya



kalau anda perlu referensi lebih lanjut mengenai hal ini
atau mau protes, silahkan tinggalkan komen di sini atau menghubungi penulis

Selasa, 23 Agustus 2016

Membran Semesta

beberapa dari kita mungkin masih bertanya tanya
apa itu membran semesta?
seperti yang telah saya tuliskan di postingan sebelumnya yang berjudul kemerdekaan sebagai membran semesta

kalau kita sadari, sebenarnya kita semua tidak pernah saling bersentuhan
baik saya terhadap anda meskipun kita sedang berjabat tangan
ataupun antara kita dengan berbagai materi yang ada di lingkungan kita
ada batas - batas halus yang seperti gelombang elektromagnetik yang menyekat materi pembentuk diri kita dengan materi pembentuk benda yang lain
sekat tipis itulah yang saya katakan sebagai membran semesta

seluruh pergerakan dan kegiatan semesta tak pernah terlepas dari membran semesta tersebut
bahkan diri anda dengan anda pun tersekat membran semesta tersebut
"Aku Lebih Dekat Daripada Urat Leher Mereka Sendiri"
Alloh berfirman yang intinya seperti itu
yaa.... melalui membran semesta itulah setidaknya dapat kita terjemahkan bahwa Alloh sangat berkuasa atas segala sesuatu melalui itu.
meskipun tatkala nanti kita kupas lebih dalam lagi
ada membran di antara membran
demikian itulah Alloh
tak pernah dapat tersentuh oleh pemahaman makhluq secara totalitas
Dia senantiasa di atas segala sesuatu

oke kita lanjutkan
Alloh al-Wasi' , Alloh Al-bathin, Alloh al-lathif , Alloh al-Akbar
dan hampir seluruh nama - nama keagunganNya dapat kita akses dan fahami secara halus melalui membran semesta ini
Alloh yang Maha Megatur, Alloh yang Maha Mengetahui, Alloh yang Senantiasa bersama Hamba - HambaNya di manapun hambaNya berada
sekiranya mulai dapat kita tangkap secara nalar melalui ini
InsyaAlloh
Alloh mulai memperkenalkan diriNya ke alam pikir manusia
meskipun alam pikir manusia tidak akan pernah menemukan dan menyentuh secara benar - benar dan sebenar - benarNya
maka dari itu Alloh kemudian berfirman, "Aku sesuai persangkaan hambaKU"

membran semesta inilah yang oleh sebagian manusia jawa dikatakan sebagai Rasa.
maklum, seperti yang sudah di singgung sebelumnya, istilah Rasa itu pun merupakan suatu istilah yang paling mewakili untuk mengungkapkan membran semesta ini
maka tidak heran jika hal ini tidak tertangkap otak dan panca indra
keberadaannya hanya bisa dirasakan saja oleh manusia

di zaman ini, mungkin istilah yang lebih mendekati lagi adalah kesadaran
setelah kita merasakan keberadaannya, selanjutnya kita sadari keberadaan itu
dengan sadar inilah kita akan mengenalinya

oke kalau kita sudah menyadari keberadaan membran semesta ini
mari selanjutnya kita coba melangkah lebih ke dalam lagi
siapa yang ada di sebalik antar membran semesta ini ....
silahkan ditembus lebih dalam lagi

dan sekali lagi tentu cara menemukannya bukanlah dengan pikiran anda yang penuh dengan prasangka
melainkan dengan rasa yang disambung dengan kesadaran
coba rasakan saja ......

Yaa Alloh kita akan merasakan kenyataanNya
yang tak akan pernah dapat kita ungkap seperti apa dan bagaimanaNya
mentok kita akan mengakui sabdaNya "Laitsa Kamitslihi Syaiun"

silankan tenangkan diri anda dan mulailah menyadariNya
wallohu'alam bish-showab

Rabu, 17 Agustus 2016

Menegakkan Syari'at

What the meaning of syariat?
hihihi gaya ...... bahasa linggis ....
Rosululloh s.a.w pernah bersabda, "kutinggalkan dua perkara kepada kalian yang apabila kalian berpegang padanya, kalian akan selamat ditengah kerusakan umat. dua perkara itu adalah al-qur'an dan sunnahku"
intinya demikian itu, untuk redaksi jelas kalimatnya silahkan search saja di kumpulan hadist shahih virtual.
next.... dua perkara tersebut adalah al-qur'an dan as-sunnah.
Al-qur'an,,, bukan tafsir al-qur'an....
dan as-sunnah,,, bukan riwayat sunnah.
dua paket itulah yang disebut sebagai syariat. atau singkat kata syariat adalah pemadatan partikel wahyu atau pematerialan kalam wahyu ilahiah. al-qur'an sebagaimana yang kita kenal dan tampak layaknya untaian kata, itu adalah pemadatan spiritual. bentuk materi dari kabar ruhaniah.
sejatinya al-qur'an kan bukan itu (yang berupa untaian kata). sejatinya al-qur'an adalah apa yang tertanam di dalam fitrah setiap partikel alam semesta termasuk diri kita. nah wujud daripada sunnah adalah gerak laku daripada ketaatan kita atas perintah ilahi di dalam diri kita.
kalau anda sempat mempelajari kisah nabi s.a.w yang dikatakan sebagai al-qur'an yang berjalan, dan anda mempelajari riwayat sunnah nabawi. tentu anda akan mendapati bahwa tidak satu celahpun dari sunnah itu yang menyelisihi al-qur'an. yang seperti itu sudah barang pasti karena sunnah dan al-qur'an itu satu paket.
al-qur'an itu perintah Alloh, assunnah itu amaliahnya.
kalau kita menemukan secarik perintah Alloh di dalam bathin kita, itulah al-qur'an. dan apabila kita menjalankan perintah tersebut, itulah yang disebut dengan sunnah.
kalau tidak percaya, coba samakan antara perintah itu dengan Al-Qur'an yang tertulis dan assunnah, sudah pasti selaras.
lho kok gitu? bagaimana bisa mengenali perintah Alloh di dalam diri? lantas kalau sudah demikian apa gunanya al-qur'an yang tertulis itu?
al-qur'an yang tertulis itu adalah ibarat penyelaras pikiran. seringkali pikiran itu memang tidak percaya / ragu akan ilham iliahiah yang ditangkap oleh jiwa. al-qur'an yang tertuils itu yang akan membuktikan kebenarannya. lain waktu semoga diberi izin oleh Alloh untuk ngobrol tentang hal tersebut.
sedangkan cara mengenali perintah Alloh tentu saja dengan sering berlatih. yakni berlatih untuk mengenali perintah dari hal - hal yang paling sederhana. contohnya perintah Alloh atas nafas kita, perintah Alloh atas segala gerak tubuh kita dlsb.

kembali pada penegakan syariat.

setelah kita tahu bahwa syariat adalah dua paket tersebut diatas (al-qur'an dan as-sunnah), maka selanjutnya insyaAlloh kita paham bagaimana tentang istilah menegakkan syariat itu.
sesuatu itu akan tegak apabila ada penopang yang kuat dari dalam.
tubuh kita bisa tegak, karena ada tulang keras yang menopang dari dalam tubuh kita.
bendera (umbul - umbul) itu bisa tegak menjulang karena ada tiang penyangganya.
demikian juga syariat, dia akan otomatis tegak tatkala ada yang menopangnya
apa itu yang menopangnya? tentu saja ruhaniahnya al-qur'an tersbut. anda tidak akan pernah menemukan ruhaniahnya al-qur'an tanpa anda menyadari peranan Alloh atas diri anda dan alam semesta. sadar akan peranan Alloh atas diri kita dan alam semesta inilah yang ramai disebut - sebut sebagai makrifatulloh.
Maka sudah sangat jelas bukan ketika nabi yang mulia s.a.w mengabarkan, "awwaludin makrifatulloh".
kunci dari tegaknya segala sesuatu adalah inti daripada sesuatu itu sendiri. sebuah spirit yang menyebabkannya tegak.
hasrat; daya yang beberapa hari sempat kita singgung.
oke,,,, semoga kita semua diberi paham oleh Alloh,,, tulisan iini cukup panjang dan waktu terus bergulir... (harus segera mergawe) menjalankan sunnahNya...
alfatihah ....... 

Sabtu, 13 Agustus 2016

Istiqomah Dalam Kesadaran Ilahiah

"Dan Bertakwalah kamu kepada Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Dzat Yang Melihatmu ketika engkau berdiri dan dalam bolak baliknya dirimu di dalam sujud"
وتوكل على العزيز الرحيم . الذي يرك حين تقوم . وتقلبك فى الساجدين

tetaplah berada dalam kondisi sadar Alloh
sadar bahwa Alloh Yang Maha Perkasa telah melimpahkan berbagai macam kasih sayangNya kepada siapapun yang dikehendakiNya
Dia-lah Yang Maha berwenang menggerakkan segala sesuatu
bertakwalah dan bertawakkallah kepadaNya
yaitu dengan tunduk patuh kepadaNya dalam segala gerak
tunduk patuh ketika Dia menggerakkan dirimu dan meninggikanmu

ketika Dia menyaksikanmu, Dia akan mengambil alih seluruh ke-ego-anmu
egomu akan luntur tatkala Dia memandangmu
Dia akan memandangmu dengan keluasan keagungan dan keperkasaanNya
ketika engkau diberi izin olehNya untuk memandangNya

tawakkal adalah gerak bathinmu untuk senantiasa bersamaNya
segala bentuk gerak sesungguhnya adalah gerakNya
berdiri, duduk, hingga sujud sejatinya adalah kepunyaanNya

ketika engkau lebih mengedepankan kekolotan berfikirmu
secara perlahan dan halus engkau telah terpedaya akan nafsu
tawakkal 'ala al-aziz ialah benar - benar berserah
meleaskan segala prasangka dan karep (keinginan)
kecuali karep lillahi ta'ala
kalau sedikit saja anda berlepas dari berserah diri kepadaNya
maka bahkan sujudmu pun bukanlah yang semestinya kau lakukan
Sujud yang semestinya adalah milikNya
maka jika sudah sedemikian itu engkau tergelincir
segeralah beristighfar
dan dengarlah nasihat dari saudara - saudaramu yang masih erat menggenggam kesadaran tertingginya
yakni Sadar Ilahiah. Sadar Alloh

jangan berkeras hati untuk memeluk prasangka fikir
sungguh masuknya prasangka fikir itu sangatlah halus
terlebih ketika engkau berbicara atau menyalurkan aspirasimu
Wallohu'alam Walaa Haula Walaa Quwwata illa billah

Jumat, 12 Agustus 2016

antara ILAH dan ROBB

افضل ذكر فعلم انه لا اله الا الله 
seutama utamanya dzikir, ketahuilah bahwa ia adalah Laa Ilaha Illa Alloh (tiada sesembahan kecuali Alloh)

mengapa Alloh menggunakan redaksinya dengan lafadz ilaha (اله) bukan Robbun (رب) ???

ketika manusia berdzikir, hendaknya bukan hanya berdzikir secara lisan saja
melainkan akal dan hati juga turut berdzikir
dan yang paling penting dan paling inti adalah bahwasannya kesadaran juga musti dzikir
yakni dengan menyadari kehadiran Alloh dibalik segala sesuatu yang tampak materi
dzat yang maha tak tergambarkan (laitsa kamitslihi syai'un)

dengan menyadari akan kebersamaan kita dengan Alloh dalam segala hal
itulah sejatinya yang disebut dengan dzikir
Laa Ilaha Illa Alloh adalah kesadaran mengenai ketiadaan segala sesuatu hal pun yang luput dari af'al Alloh (perbuatan Alloh)
tak ada satu hal pun yang terlepas dari shibghotalloh (celupan / campur tangan Alloh)

ilaha (اله) adalah sebuah perjalanan spiritual yang lurus hanya menuju kepada Alloh
- Alif, merupakan sebuah simbolisasi peta (panduan) dari Al-Haqq untuk membawa masuk setiap hamba - hambaNya pada jalan yang lurus. Hendaknya bagi setiap pejalan spiritual (salik) teguh pada satu tujuan lurus yang mengantarkannya pada jalan lurus menuju Allohul-Haqq
keteguhan untuk tetap berada pada tujuan yang satu -Alloh- itulah yang akan memposisikan kita pada satu jalan lurus. jalan yang penuh cahaya dan petunjuk (shirotol-mustaqim)

-Lam, merupakan simbolisasi untuk mengingatkan kita agar kita senantiasa bergantung hanya kepada Alloh. Dzat Yang Maha Membimbing dan Memberi Petunjuk kepada siapapun yang dikehendakiNya.
pada intinya mengajak kita untuk tetap beristiqomah pada satu tujuan dan satu jalan. senantiasa bersama Alloh dalam segala hal. hingga kita benar - benar sampai pada kondisi mati (inna lillahi wa inna ilaihi roji'un)

-Ha, ujung dari perjalanan adalah kematian, keberserahan / islam. penyaksian secara mendalam dan nyata (Haqq) mengenai makna dari lafadz Laa-Haula-Walaa-quwwata-illa-billah. Ha' adalah simbolik dari kondisi fana fillah, zero, fitrah diri manusia.

maka sesungguhnya dzikir laa-ilaha-illa-Alloh adalah merupakan perjalanan lurus nan suci. tidak tercampur niat apapun selain menuju kehadiratNya. yang kan mengantarkan diri tiap - tiap hamba untuk kembali mencapai titik fitrah dirinya.

manusia, seorang hamba yang sampai pada titik fitrah dirinya tentu akan sampai pula pada kondisi Aslim (islam). yang merupakan bentuk penyerahan diri secara totalitas kehadirat Alloh s.w.t.
قال اسلمت لرب العالمين

mengapa tidak menggunakan kata 'Robbun' saja??
Robbun adalah bentuk penguasaan Alloh akan segala sesuatu
manusia tidak dapat meloncat langsung pada dimensi Robbun
tanpa ia berjalan lurus dan istiqomah hingga ia sampai pada keadaan fana fillah
sebagaimana dijelaskan pada litelatur perjalanan lafadz ilaha di atas

manusia yang perah berada dalam titik ha', titik fana; titik islam
barulah ia dapat menikmati dimensi robbun

yang dimaksud penguasaan Alloh atas segala sesuatu adalah bahwa dimensi Robb adalah wilayah pengejahwantahan Alloh
hanya dengan berjalan lurus dan istiqomah
hanya bersandar pada Alloh lah seorang hamba akan benar - benar dapat menyaksikan dimensi Robbun ini
dimensi dimana tampak secara nyata Alloh mengatur segala partikel yang ada segenap ufuk alam semesta
sebagaimana firmanNya dalam al-qur'an yang maknanya, "tidaklah satu zarroh pun di alam semesta ini melainkan bergerak karena izin Alloh ta'ala"

sedangkan mengenai firman Alloh di dalam surah An-Nass yang juga merupakan petunjuk jalan kembali
adalah bahwa Robb adalah zat yang menyelimuti / mengejahwantah dalam segala sesuatu benda yang tampak materiil

قل اعوذ برب الناس
Robbin-Nass adalah eksistensi yang paling mutlak di balik segala bentuk keberadan
segala bentuk yang tampak seolah ada / hidup
eksistensi yang menguasai dan mengatur segala sesuatu
ملك الناس
Malikin-Nass adalah bentuk pemerintahan Alloh atas segala sesuatu
Dia (Alloh) yang setelah mengejahwantahkan DiriNya
dia kemudian menggerakkan seluruh partikel / zarroh yang adal di alam semesta
اله الناس
ialah dimensi suci sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya
dengan kata lain, "Robb" adalah menunjukkan tempat materi
"Malik" menunjukkan adanya hakikat jiwa
"Ilah" menunjukkan hakikat tertinggi yang terpancar dan terpaut dengan eksistensiNya

kembali pada makna terdalam dari Dzikir Laa-Ilaha-Illa-Alloh
adalah pencapaian manusia / hamba pada dimensi tertinggi
kesadaran tertinggi
yakni kesadaran ilahiah yang sering kita sebut dengan istilah supra sadar
dimana kita selalu menyadari betul akan kebersamaan dan kesinambungan kita dengan Alloh

Minggu, 13 Maret 2016

Gerhana; Ketidak Tepatan Posisi Akal Dalam Diri Manusia

Bukanlah atas ego dan gerak pikir yg kemudian dilaksakan oleh anggota badan yang disebut ikhtiar itu
Bukan atas keinginan dan khayalan lantaskan kita bergegas beranjak bergerak yang dinamakan ikhtiar itu

Mungkin kita terlampau sering tercebur dalam buramnya makna
Ikhtiar diterjemahkan sebagai kepatuhan gerak badan atas perintah pikiran
Bukan sesuatu hal yang salah jika karena memang seringkali kita menterjemahkan ikhtiar sebagai kepatuhan atas angan dan gerak pikiran

Namun sangat perlu kita sadari bahwa ada dimensi mendasar yang terkurung wilayah pikiran.
Tatkala pikiran mendominasi tingkah laku
Tatkala angan dan khayalan mengiming imingi badan untuk bergerak,
Tatkala itu kesejatian gerak manusia terhalangi

Manusia tak terhubung lagi dengan kemurnian
Manusia terhijab dari kesejatian
Dikatakan bahwa bayi yang baru lahir adalah dalam kondisi fitrah (murni)
Karena kala itu si bayi tak terbendung pikir dan angan
Sangat benar apa yang disampaikan para arif billah tentang ajakan untuk kembali menjadi bayi
Dimana kita tidak mengedepankan ego pikir dan angan untuk menggerakkan badan
Namun berdasar kemurnian fitrah manusia

Menjadi bayi lagi itulah yang dikatakan sebagai kosong.
Pikiran berada di bawah kendali kesadaran murni
Bukan pikiran menghalau kesadaran murni
Ini namanya gerhana jika pikiran yang semestinya memantulkan cahaya murni justru menghalaunya

Manik kilau pikir dan akal semestinya adalah bagai rembulan,
Yang memantulkan cahaya ilahiah, cahaya kemurnian manusia

Proses pengembalian diri atas fitrah / kemurnian inilah yang dikatakan sebagai jihadun nafs oleh baginda yang mulia muhammad s.a.w
Proses penaklukan diri / nafs agar kembali berada pada tempatnya
Laksana rembulan lagi.

Nafs muncul dan tumbuh seiring pikiran; akal berkembang.
Ulil albaab / orang orang yang berakal yang sering disebut sebut dalam firman suci, adalah pengusikan oleh Sang Robb semesta alam untuk menyadarkan lagi posisi nafs manusia yang semestinya
Nafs semestinya tunduk akan aturan ilahiah, bukan justru mengakali
Secara lahirian gerak nafs yg mewujud dalam gerak anggota badan diwajibkan patuh akan undang undang wahyu (syariat)
Secara hakiki, gerak nafs wajib patuh akan sabda ghoib dari Yang Maha Bathin.

Suatu ketika baginda yang mulia muhammad s.a.w mengabarkan bahwa Awal mula beragama adalah mengenal Alloh
Adalah suatu ketukan kesadaran manusia mengenai kepada siapa hendaknya diri kita mengabdi
Atau mengikuti kehendak siapa kita harus patuh
Manusia yang menyadari tentang posisi dirinya dan robbnya, semestinya mulai menempatkan diri pada tempat yang tepat.

Sabtu, 13 Februari 2016

Imam Mahdi dan Nabi Khidhir

Kita tidak benar benar tahu adanya masa lalu apalagi masa depan
Masa lalu sangat bisa terjadi secara lahiriah,
Masa depan pun juga sangat bisa akan terjadi sebagaimana yg telah dikabarkan oleh orang orang terdahulu yg telah diberikan kabar ghoib.

Kita yg berada di sini, di saat ini, bukan di masa lalu maupun dari masa depan
Di tengah banyak keterbatasan pandangan kita
Kita masih dapat menyerap nilai nilai yg terkandung di balik segala kejadian lahiriah
Sebagaimana yg telah terjadi dan akan terjadi

Imam mahdi yg dikabarkan akan datang kelak di akhir zaman
Adalah sesosok manusia yg akan mengembalikan kedamaian di muka bumi
Akan kembali meluruskan perjalanan manusia
Membawa rahmat kesejahteraan di dunia

Nabi khidhir, digambarkan sebagai seorang nabi yg akan terus hidup hingga akhir zaman
Berperan sebagai guru pengetahuan secara terus menerus kepada hamba hamba yg benar benar dipilih Sang Maha Penguasa Jagad, Alloh s.w.t
Untuk menjadi pemimpin bagi suatu kaum
Beliau adalah guru yg tergambar sangat mistical.
Sangat ghoib, tiba tiba muncul dan hilang begitu saja.

Demikian kisah yg turun temurun kita terima.

===============

Nabi khidhir dan Imam Mahdi sebagai kandungan nilai nilai.

#Nabi Khidhir

An-nabiy adalah jabatan khusus seorang hamba yg ditugaskan untuk mengemban amanah Alloh. Gelar nabi dilekatkan pada hamba hamba Alloh yg dipilihNya untuk mencapai tingkatan pemahaman dan pengalaman spiritual yg tinggi dan suci.

Khidhir, bermakna sebuah kehadiran.
Digambarkan sebagai guru spiritual nabi musa a.s juga para waliyulloh.
Menyimpan nilai, pesan moral kepada kita untuk selalu menghadirkan diri kita secara utuh dalam segala kondisi.

Kehadiran diri secara utuh adalah sikap kesadaran secara penuh
Kesadaran jiwa, kesadaran jasad, kesadaran suksma / ruh.

Manusia yg kesadarannya benar telah utuh, akan dapat menyerap nilai nilai ilahiah yang kemudian akan tersalurkan dalam tingkah perbuatan.
Hal itulah yg secara fitrah diletakkan Alloh melalui ide penggambaran sosok nabi khidhir sebagai guru spiritual para wali juga nabi musa a.s

#Imam Mahdi

Masih bertautan,, Imam Mahdi juga menyimpan sebuah nilai / pesan moral ilahiah dari Alloh kepada seluruh manusia
Imam mahdi yg dikabarkan oleh baginda nabi yang mulia Muhammad s.a.w sebagai pemandu manusia akhir zaman untuk kembali ke fitrah dan jalan yg lurus
Juga akan menebarkan kesejahteraan dan keadilan di muka bumi
Memiliki pesan dalam yang semestinya diserap betul oleh setiap insan

Keadilan, kesejahteraan, akan benar benar didapati oleh mereka yg mengikuti Imam Mahdi
Imam adalah pemandu
Mahdi adalah sosok memiliki petunjuk

Satu satunya sosok yg benar benar mutlak memberi petunjuk (huda) adalah Alloh s.w.t
Orang yg mendapatkan petunjuk inilah yg disebut Mahdi (sosok / subjek)

==/=====

Hal ini kiranya sambung menyambung dengan nilai Khidhir, kehadiran penuh seluruh lapisan kesadaran manusia.

Manusia yg telah melakukan latihan latihan (riyadhoh) untuk menyatukan lapisan lapisan kesadaran dalam dirinya, maka ia akan dapat menangkap dan mengenali petunjuk (huda) dari Alloh (minimal) untuk dirinya sendiri. jika demikian, dialah mahdi, atau dapat dikatakan ia orang yg mendapat petunjuk.

Selama ia mengikuti petunjuk petunjuk dari Alloh tersebut, ia akan senantiasa dalam limpahan kesejahteraan, kedamaian, keadilan dlsb.
Rahmad benar benar terhampar baginya.

Semua diantara kita sangat berkesempatan mendapat petunjuk itu.
Dan memang kita harus mengenali dan memahami petunjuk dari Alloh s.w.t

Kuncinya ada pada kesadaran yg senantiasa hadir (khidir)
Petunjuk yg di dapat dari "khidhir" (dengan tanda kutip) tersebut mustilah diikuti
Itulah yg dikatakan mengikuti imam mahdi.

------
Mengenai imam mahdi yg datang di akhir zaman
Dimana akhir zaman dikatakan sebagai huru hara luar biasa
Saya kira mengenai apa yg dikatakan sebagai hari akhir (yaumid diin) telah dibahas di halaman sebelumnya
--------

Wallohu'alam bish-showab

Senin, 08 Februari 2016

Dzikir - Ingat - Sadar

Kesadaran itu sebagaimana Diri, terbagi dalam 3 wilayah.
- Kesadaran Jasad
- Kesadaran Jiwa
- Kesadaran Ruh

Ingat itu mengikuti kesadaran,
Pola hadirnya ingatan itu adalah datang sesudah sadar.
Contoh, ketika kita menyadari bahwa kita sedang makan, maka kemudian hal itu akan terekam dalam memori otak, yg kemudian akan memunculkan ingatan. Suatu saat dapat kita munculkan kembali.

Sedangkan sadar, hadirnya adalah saat ini, kini,
Bukan kemarin apalagi esok.
Sadar tidak untuk menjangkau masa lalu,
Masa lalu akan terekam dalam ingatan
Sadar sifatnya mengamati yg sedang terjadi, lalu direkam oleh otak dan disimpan dalam ingatan.
Sadar pun tidak untuk menjangkau masa depan.
Masa depan wujudnya semacam khayalan.
Namun ini dalam lingkup jasad.

Kesadaran jasad, adalah kesadaran yg menangkap tingkah laku atau tangkapan tangkapan dari panca indra.
Kesadaran semacam ini berlaku untuk menyadari kegiatan materiil saja.

Dalam tingkatan berikutnya adalah kesadaran jiwa.
Dimana kesadaran ini dapat menangkap segala sesuatu diluar maupun di dalam jasad.
Kesadaran ini wilayahnya lebih luas dibanding kesadaran jasad.
Apa yg ditangkapnya kelak akan dikabarkan ke dalam pikiran
Kemudian pikiran kembali akan merekamnya.

Contoh kesadaran ini adalah menyadari bahwa di bumi ini bukan hanya eksistensi materiil saja yang ada.
Melainkan eksistensi ghoib pun juga ada.
Ia dapat menyadari kehadiran eksistensi ghoib. Kegiatan kegiatan lintas dimensi / tempat / waktu.

Jiwa ini hubungannya adalah dengan alam semesta yg terbentang luas dan ada lebih dulu daripada wadag kasar manusia
Maka kesadaran jiwa juga dapat merangkul apa apa yg terbentang di alam semesta.
Ia juga dapat merangkul waktu lampau maupun masa yang akan datang.
Ia kemudian mengabarkan pada akal / pikiran untuk dapat merekamnya dan dapat dikabarkan pada manusia lain.

Dzikir yang diterjemahkan sebagai ingatan itu adalah dzikir (ingatan) yg diterima otak dari hati (qolbu)

Dzikir yg diterjemahkan sebagai kesadaran itu adalah Dzikir (sadar) yang telah diterima hari dari pancaran Nur Alloh.

Selanjutnya adalah kesadaran Ruh.
Yakni kesadaran yg cakupannya melebihi alam semesta
Ia ada dalam wilayah ilahiah
Karena ruh lah yg berhubungan langsung dengan Robbaniyah
Ia dapat menyadari Eksistensi Tuhannya

Jika dalam kesadaran jiwa ia dapat mengetahui Tuhannya melalui esensi alam semesta
Dan dalam kesadaran jasad ia dapat mengenal tuhannya melalui perantara panca indra
Maka dalam kesadaran Ruh, ia dapat mengenali Tuhannya karena Tuhannya

Disinilah yang sering dikatakan sebagai, "Man 'arofa nafsahu faqod 'arofa robbahu"
Juga yg dikatakan oleh para arif billah dengan perkataan, "'aroftu robbiy bi robbiy"

Senin, 01 Februari 2016

Hari Akhir

Yaumuddiin (يوم الدين)
Banyak yg menterjemahkan bahwa yaumiddin adalah Kiamat
Mungkin ada baiknya kita mendalami potongan ayat 14-19 surah al-insyiroh :
- وان الفجار لفی جحيم
"Dan sesungguhnya orang yg berbuat jahat, benar benar berada di dalam api neraka yg sangat panas"

Sesungguhnya setiap manusia yg berdosa,
Yg pernah melakukan perbuatan keji / jahat
Pribadi tersebut akan dihanguskan dengan api yg panas
Kita secara umum manusia, ketika pertama kali berdzikir dengan benar
Kebanyakan akan merasakan sensasi panas yg bervariatif dari dalam tubuhnya.
Seringkali sesuai kadar kekejian atau dosa yg pernah ia lakukan.

Untuk dapat menembus dimensi hening sebelum melangkah pada tahap berikutnya, yakni dimensi ilahiah
memang pembersihan semacam ini diperlukan bagi kita
Bahkan ini wajib dilalui oleh setiap pejalan suluk.
Dan ini adalah Alloh sendiri yg mensucikan.

Hal tersebut dilanjutkan / diperjelas oleh ayat ayat berikutnya :
- يصلونها يوم الدين
"Mereka masuk ke dalamnya pada -yaumid-diin-"

Secara litelatur kata, يوم الدين terdiri dari dua kata:
يوم dan الدين..
Yaum berarti hari, dan ad-diin berarti agama
Ini adalah gambaran tentang hari yg fitrah.
Hari dimana kejujuran, kejernihan dibabarkan.
Dan agama adalah merupakan fitrak setiap manusia.

Ketika seseorang telah dibersihkan dari dosa dosanya dalam api yg panas (جحيم), di situ ia mengalami metamorfosis, kelahiran baru.
Atau ia akan memasuki dimensi pembakaran ketika ia telah menyadari akan fitrahnya
Kesadaran akan fitrah manusia ini terbentuk ketika kita memasuki wilayah hening. Dzikirullohi akbar.

Dosa atau kesalahan yg terbakar sekali kali tidak akan dapat melesat keluar dari jahim tersebut.
Seolah jiwa kita sedang disaring
Yang buruk terkurung dalam jahim
Sedangkan yg fitrah akan bangkit

- وما هم عنها بغائبين
"Dan mereka sekali kali tidak dapat keluar dari itu"

Lantas apakah yaumiddin itu?

- وما ادراك ما يوم الدين
"Tahukah kamu apa yaumiddin itu?"

- ثم ما ادراك ما يوم الدين
"Sekali lagi, tahukah kamu apakah yaumiddin itu?"

Yaumuddin itu adalah hari kepasrahan
Sebuah masa, waktu dimana kita tiada berkuasa apapun dan atas siapapun
Kita telah melebur, pasrah, kembali dalam fitrah kita, tak punyai apa apa
Yang berkuasa di saat itu hanyalah Alloh semata
Ke-ego-an kita lenyap
Kekuatan kita tiada
Yang menggerakkan setiap titik nadi kita bukanlah kita, melainkan Alloh.
Ke-ego-an kita sama sekali tidak berlaku

Jika semula kita menggerakkan tangan (umpamanya) adalah atas kehendak ego atau otak kita,
Maka di hari ini, tangan kita bergerak atas perintah Alloh
Kalaupun otak berperan, ia berada di bawah kendali Alloh
Tiada seperti sebelumnya
Yang biasanya bersifat seenaknya sendiri
Kini ia tunduk patuh hanya pada Alloh

- يوم لا تملك نفس لنفس شيئا، والأمر يومإذ لله
"Hari ketika nafs (diri) tidak berkuasa sedikitpun untuk (bagian) diri (nafs) yg lain. Dan pada hari itu, seruan (komando) hanya milik Alloh"

Jadi hari kebangkitan ini adalah hari berpulangnya kesadaran jasad menuju kesadaran ilahiah.
Benar benar pasrah
Tak ada lagi yg mengaku-aku.
Yang ada hanyalah alloh

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَا لصّٰبِرِيْنَ عَلٰى مَاۤ اَصَا بَهُمْ وَا لْمُقِيْمِى الصَّلٰوةِ ۙ وَمِمَّا رَزَق...