Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Laduni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Laduni. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2016

Spirit Wudhu Subuh

Subuh adalah sebuah spirit
Dimana ketika kesadaran kita mulai terbangun
Yang kita sadari pertama kali adalah Alloh
Dengan rasa syukur yang terdalam kepada Alloh
Rasa syukur yang sangat jujur
Bahwa kita masih bersama Alloh
Tidak terlelap dan terus lelap dalam kenikmatan
Tanpa hadirnya kesadaran

Nyawa hidup yang kian bangkit
Ada di setiap nafas penujuru subuh
Tak ada yang lain dan sesuatu apapun
Yang dituju selain Dzat Yang Maha Hidup
Yang telah menghidupkan dan meniupkan nafas hidup

Subuh adalah nyawa hidup
Ketika hampir seluruh sendi otot tubuh kita beristirahat dan mulai bangun lagi
Gerak rokaat subuh merenggangkannya lagi dengan demikian indah
Air wudhu membasuh kekotoran wajah dengan damainya
Entah itu wajah fisik, bathin, mental, pikiran maupun wajah eksistensi diri kita

Yang luntur dibasuh oleh wudhu adalah kekafiran dan kekufuran kita
Segala hal yabg menutupi ubun ubun kesadaran kita
Itulah yang dibasuh oleh air wudhu
Kerak di tangan yang menghalangi untuk membantu sesama
Kerak di kaki yang menghalangi untuk melangkah dalam kebaikan
Kerak di mulut yang menghalangi untuk berkata baik
Kerak di wajah yang menghalangi untuk menatap kebaikan
Kerak di telinga yang menghalangi untuk mendengarkan kebaikan
Kerak di kepala yang menghalangi kesadaran suci dari Alloh
Kerak di leher yang menghalangi untuk menegakkan keadilan
Kerak di hidung yang menghalangi hidup untuk lebih sadar dan jujut menginduksi seluruh sendi diri
Agar kembali pada gerbang cahaya yang semula ada dan selalubada di dalam diri kita masing masing
Itu semualah yang dibasuh oleh wudhu

Hidung yang bertasbih akan membuat oksigen yang masuk tidak menjadi sia sia
Ia masuk membawa kesadaran dan dzikir
Merangkul seluruh darah yang mengaliri diri untuk terus berdzikir dan sadar
Ia (darah) yang berdzikir ketika mencapai dan bersentuhan dengan dada
Ia akan menggetarkan dan memancar keluar menginduksi lingkungan sekitar
Untuk turut berdzikir dan kembali kepada dzat yang maha hidup
Alloh Azza Wa Jalla

Ketika ia bersinggungan dan menyentuh otak
Ia akan membersihkan otak dari segala prasangka dan persepsi juga pemikiran yang menyesatkan
Ia akan menjernihkan akal pikiran
Menjadikan ia suci dan dapat mengambil berbagai hikmah dari kesucian yang ia temukan itu

Ketika ia mencapai ubun ubun
Ia membersihkan dan membuka ubun ubun untuk menjadi jalan masuknya ilhamulloh
Kalam / firman dari Alloh untuk siapapun yang membutuhkan
Termasuk untuk dirinya sendiri

Fasalamun qoulan min robbi ar-rohim
Wamtazul yauma ayyuhal mujrimun

Minggu, 31 Juli 2016

ZUHUD fid-Dunya ilal-Baqo'

ada banyak sensasi dalam tiap - tiap perjalanan
ada banyak hadiah - hadiah, efek dari sebuah lelaku
suluk adalah perjalanan spiritual pribadi seorang hamba
yang tujuan utamanya harus dan wajib hanya kepada Alloh s.w.t
tentang efek dari lelaku,
setiap manusia boleh menyebutnya dengan apa saja sebutannya

ada yang menyebutnya godaan
ada yang menyebutnya hadiah
ada yang menyebutnya nikmat
dan ada banyak lagi sebutan - sebutannya

yang jelas kita hendaknya bersikap zuhud terhadap apaun yang kita temui dalam laku suluk kita
sampai benar - benar bermuwajjahah dengan Allohu Robbul izzah

zuhud adalah sikap sederhana
biasa - biasa saja menghadapi apapun
zuhud adalah menggenggam
tanpa harus masuk ke dalam hati apa yang digenggamnya

zuhud itu bertingkat - tingkat
pada tingkatan yang paling awal
adalah zuhud terhadap dunia
tatkala seorang salik (pejalan suluk) memulai perjalanannya
yakni perjalanan spiritualnya
ia akan seolah olah dihadapkan pada nikmatnya dunia
banyak hidangan - hidangan duniawi yang terhampar bagi dirinya
hal ini dipersilahkan bagi salik untuk memilih
boleh menolaknya ataupun menerimanya

jika ia menerimanya
ia musti menancapkan rasa syukur di dalam dirinya
tidak memasukkan kecintaan terhadap dunia yang telah digenggamnya kedalam hatinya
ia harus menyadari, siapa yang telah menghamparkan dunia atasnya
siapa yang telah menghidangkannya
Alloh. adalah satu - satunya dzat
yang memiliki akses penuh atas izin kepada siapa Dunia Ia kuasakan

seorang salik harusnya semakin tumbuh cintanya kepada Alloh
tatkala dunia dihamparkan oleh Alloh untuk dirinya
bukan yang sebaliknya
cintanya justru terbelokkan kepada dunia
jika yang terjadi adalah demikian yang terbalik
maka celakalah ia
ia telah terhenti pada nikmat yang sementara

Namun jika si salik menolaknya
ia harus berani berjalan teguh ke Alloh tanpa apa pun
kepasrahan dan ketundukan yang luar biasa
harus ia munculkan dalam dirinya
karena akan semakin banyak tantangan dan godaan yang berbisik kepadanya
mengenai ketakutan ketakutan, was - was, dan lain sebagainya
jika demikian
maka si salik wajib meyakin betul bahwa hanya Alloh lah yang akan mencukupi segala kebutuhannya
dan seandainya pun ia gagal, ia adalah seorang mujahid di jalanNya
inilah yang dijalani para sufi terdahulu
yang juga dijalani oleh para sahabat di zaman nabi s.a.w

mengenai ini, Alloh s.w.t telah berfirman yang menjelaskan bahwa barangsiapa yang memilih dunia,
maka baginya akan diberikan dunia tanpa ada kelebihannya.
dan barangsiapa yang menghendaki akhirat, maka akan diberikan kepadanya kenikmatan akhirat dan ditambahkan pula nikmat dunia bagi dirinya.
Alloh juga berfirman, jangan lupakan bagianmu di dunia

zuhud pada tingkatan yang selanjutnya adalah zuhud atas surga
setelah seorang salik sedemikian kuatnya berpegang teguh
akan niatnya untuk berjumpa dengan alloh s.w.t
dunia sudah barang pasti akan dicampakkannya
dunia akan ia abaikan sampai pada tingkat berikutnya
wilayah nikmat akhirat yang disebut sebagai surga

di sini semestinya ia juga bersikap zuhud
karena jika ia terpesona akan indahnya surga
ia akan terhenti di sana tanpa menemukan apa yang dulunya ia niati
firman Alloh mengenai penduduk surga yang benar - benar mengharapkan perjumpaan denganNya,
"...kemudian mereka berkata menuntut janji akan perjumpaan dengan alloh,
maka Alloh pun memerintahkan para malaikat untuk menyingkap tabriNya
menampakkan wajahNya kepada para hambaNya yang benar - benar mengharapkan perjumpaan denganNya"

seseorang yang terpesona dengan indahnya surga
akan lalai terhadap pertemuan agung dengan Robbnya

zuhud selanjutnya adalah zuhud dari karomah dan limpahan ilmu
ketika seorang salik dihadapkan pada surga
ia tak bergeming
ia benar - benar zuhud
maka tatkala tabirNya benar - benar telah disingkap
sang salik akan sampai pada cahayaNya
yang menyebabkan ia bersujud
ini yang disampaikan oleh baginda nabi yang mulia s.a.w
"amal yang tanpa ilmu itu sia sia"

cahayaNya adalah ilmu itu
juga karomah, termasuk bagian dari cahaya itu
juga berbagai macam ilmu hikmah
ilmu akan menjelaskan kepadanya tentang Alloh
sifat - sifatNya, af'alNya
namun belum DzatNya secara nyata

seorang salik hendaknya tidak berhenti pada tataran ilmu
tetap berpegang teguh dan kuat niat awalnya
untuk bermuwajjahah dengan Alloh s.w.t
maka tatkala ia telah melewati samudra ilmu
samudra cahayaNya
sampailah ia pada perjumpaan agung dengan robbul 'alamin

Shodaqollohu wallohu 'alam bish-showab

Jumat, 29 Januari 2016

Ulil Albaab, Menemukan cahaya untuk memahami kehendak Alloh

Salah dan benar adalah sebuah kepastian,
Ia berdua melingkar dalam setiap sendi kehidupan manusia
Ia ibarat kutup positif dan negatif
Yang apabila dikaitkan dan diletakkan dengan ketepatan, ia akan memancarkan cahaya

Wa laa talbisul khaqqo bil-bathil,
"Dan janganlah engkau campur baurkan kebenaran dengan kebthilan"

Yang saya maksudkan salah dan benar dalam paragraf yg paling atas adalah salah dan benar dari sisi manusia
Salah dan benar yg dilemparkan oleh manusia satu kepada manusia lain adalah sebuah perspektif pribadi
Sudut pandang sempit antar individu ataupun antar komunitas
Yg notabene melihat dari satu sudut pandang saja.

Jika kita berani beranjak dari sudut pandang yg sempit menuju sudut pandang yang lebih luas
Tentu akan kita dapati sebuah pemandangan baru yg lebih luas pula dan lebih mencerahkan

Sudut pandang salah benar dalam sisi manusia ibarat kutub negatif dan posisitif dalam sebuah rangkaian listrik
Jika kita tepat menyatukannya
Ia akan memancarkan pijaran cahaya
Meskipun cahaya yg dipancarkan adalah penjelmaan dari sebuah panas.

Panas adalah simbol egoisme manusia
Yg tak pernah ingin tertandingi oleh manusia lain.
Tatkala kita hendak menyatukan benturan faham yg seolah negatif dari luar, dengan faham yg kita anggap positif dalam diri kita sendiri,
Tentu tidak dapan kita pungkiri,
Disanan akan muncul desiran panas egoisme yg muncul.

Oke,,, sebagaimana lampu
Badan kita, pikiran kita, akal kita, nurani kita
Adalah lampu itu.
Kita abaikan percikan panas dari ego kita.
Lambat laun cahaya itu akan nampak jelas.
Inilah yg biasa kemudian disebut nurul-aqli atau ulil albab yg sering disebut sebut dalam al-qur'an

Cahaya itu dapat kita manfaatkan untuk memahami "al-haqqo wal bathil"
Dari sudut pandang ilahiah.
Firman Alloh dalam al-qur'an,
"Wa laa talbisul haqqo bil bathil"

Bagaimana mungkin kita memahami sudut pandang ilahiah?
Sedangkan sampai detik ini kita berada di sisi manusia?
Itulah kesadaran yg hendak di usik oleh Alloh melalui sebutan sebutan "Ulil-Albab, Ulin Nuhaa, yu'qilun" di dalam al-Qur'an yg Alloh turunkan kepada baginda nabi s.a.w

Selama kita tidak dapat menyadari hal hal tersebut di atas,
Selama kita tidak mau menyatukan kutub negatif dan positif itu di dalam wadah yg kita sebut lampu,
Selama kita enggan menerima hal hal negatif dari luar, untuk kemudian kita temukan dengan hal yg kita anggap positif sesuai pandangan kita.
Tentulah tak akan pernah muncul pancaran cahaya dari akal yg demikian dimuliakan oleh Alloh sebagaimana termaktub dalam al-qur'an.

Seba'da cahaya itu muncul, barulah kita dapat memahami dan memilah dengan sudut pandang ilahiah
Dan dari pengenalan yg jelas itulah baru kemudian kita dapat memilah al-haqqo wal bathil sebagaimana yg dimaksudkan dalam al-qur'an

Karena sungguh tanpa cahaya itu,
Kita tak akan benar benar paham mana yg haq dan mana yg bathil
Terlebih di zaman yg serba simpang siur seperti saat ini.
Terkadang apa yg kita anggap benar, justru salah
Dan sebaliknya apa yg kita kita kira salah justru benar.

Semoga kita benar benar dapat memahami maksud maksud Alloh dan memahami yg haq dan yg bathil sesuai dengan Alloh kehendaki....

Wassalamu 'alaikum....

Rabu, 27 Januari 2016

Tempat Yang Tertinggi

Huu Alloh .........
dalam prosesi keluar masuknya nafas, jika kita amati dan pahami lebih dalam lagi. ternyata di sebalik proses keluar masuknya nafas ada sebuah dorongan kuat yang menyebabkan nafas ini tertarik masuk dan terdorong keluar.

Dalam khazanah kedokteran, yang menyebabkan nafas ini masuk adalah suatu organ yang letaknya ada di antara perut dan dada kita. ketika kita telisik lebih lanjut lagi, ternyata yang menggerakkan organ tersebut adalah otak.

suatu ketika, saya diberi kesempatan oleh Alloh untuk bertanya pada seorang mahasiswa kedokteran. dan paragraf di atas, penjelasannya adalah saya dapatkan dari mahasiswa kedokteran tersebut. dari kesempatan tersebut, saya bertanya terus mengenai siapa yang sebenarnya berperan menarik dan mendorong nafas? ia jawab; yang menyebabkan nafas keluar dan masuk adalah suatu organ yang berada di antara perut dan dada. kemudian saya bertanya lagi, siapa pula yang menggerakkan organ di antara perut dan dada tersebut? hingga pada ujungnya saya tanyakan siapa yang memerintahkan otak?. maka saya temukan sampai detik ini keilmuan kita baru bisa sampai pada otak saja. selebihnya banyak yang tidak tahu. bahkan hampir kebanyakan orang bingung atau linglung . yang kebetulan beragama islam akan menjawab bahwa yang menggerakkan otak adalah Alloh. selebihnya entah, saya tidak hendak membahasnya.

dari nafas ini kemudian kita dapat mengetahui adanya organ di antara perut dan dada. kemudian dapat juga kita sadari bahwa ternyata organ tersebut masih berada dibawah komando otak. dan selanjutnya, seperti yang sudah kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan kita sedang berhenti pada otak.

namun apakah benar hanya sebatas itu kita diijinkan oleh Alloh untuk menyibak kuasanya? apakah tidak diperbolehkan kita beranjakn lebih jauh dan lebih dalam lagi? mengingat jabatan kita sebagai khalifatulloh yang tentunya ada izin tersendiri dariNya untuk mengetahui secuil "rahasia" yang lebih dalam dari otak.

dalam sebuah peneletian ilmiah terakhir ini juga tampaknya telah ada suatu rumusan yang menyatakan bahwa otak sangat berpengaruh terhadap gerak semesta. pada golongan tertentu ada yang menyatakan bahwa otak tergerak akibat dari energi semesta.

terlepas dari sebuah atau juga banyak pendapat. kita coba selami sendiri siapa sebenarnya yang berperan menggerakkan / memerintahkan otak.

sebelum sampai pada pemahaman siapa yang memerintahkan otak, maka seringkali / biasanya kita akan sampai pada kondisi atau dimensi pemahaman bahwa justru otak kita adalah bagian dari semesta yang berwenang sebagai penggerak semesta.

dari otak ini kita dapat memerintahkan orang lain tanpa sepatah katapun (misalnya). dengan otak ini kita juga dapat menggerakkan pergerakan alam semesta, semisal mengendalikan hujan, angin dsb.
kita selami lebih dalam lagi, otak tergerak atas perintah atau sebab adanya Daya. sebuah energi murni dari Alloh untuk tiap tiap makhluqNya. Daya inilah yang sambung langsung dengan Alloh. dari kemurnian daya ini kemudian kita dapat mengenali banyak hal. otak dapat bekerja sebagaimana yang kita ketahui saat ini.

Daya inilah yang dapat saya katakan sebagai pintu Gerbang menuju hadirat Alloh.
pintu gerbang Makrifatulloh
Cahaya - cahaya ilahiah terpancar melaluinya
pesan pesan ilahiah juga turun atasnya
yang kemudian dapat kita kenali dengan sebutan Ide.
lantas ide murni yang kita ikuti akan disalurkan oleh otak ke sekujur tubuh
mewujud sebagai gerak

Laa Ilaha illa Alloh

semakin kita selami lagi, di sanalah kita sampai pada dimensi al-'Ala (yang tertinggi)


Dalam sebuah peribadatan, yang beribadah sesungguhnya dan semestinya adalah jiwa kita. Kita berada pada dimensi ruhaniah. dalam kondisi jiwa yang tenang (Muthmainnah). kondisi yang penuh keridhoan dan kepasrahan kepada Ilah.
Maka diserulah ia, "Yaa Aiyyatuhan-Nafsu al-Muthmainnah"
"wahai jiwa  (nafs/diri) yang tenang"
"Irji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah" ; kembalilah kepada Robbmu dengan kondisi yang ridho lagi diridhoi.
"fadkhuli fi 'ibadi, wadkhuli jannati" ; maka masuklah dalam golongan hamba - hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu.

"Ash-Sholatu Mi'rojul Mukmin"; Sholat itu adalah Mi'rojnya mukmin.
Sholat sebagai mi'rojnya mukmin itu adalah benar,
sholat yang benar itu akan mengantarkan pada kondisi mi'roj.
Sholat yang dituntun dan digerakkan oleh Yang Maha Benar (Al-Haqq) akan menarik kita untuk melangkah pada dimensi tertinggi.

Dalam hal ini tentunya kondisi kita benar - benar telah pasrah dan ridho.
maka pencapaian terujung dari manusia adalah pasrah dan ridho pada Alloh saja.
dan selebihnya terserah Alloh.
Alloh yang memperjalankan,
Alloh yang menggerakkan,
Alloh yang mearik,
Alloh yang mengarahkan.

'Laa haula Wa LAa Quwwata Illa Billah, Laa Ilaha Illa Alloh"

Disana tak Ada Lagi Daya, Tak Ada Lagi Energi, Tak Ada Lagi Kekuatan
Yang ada hanyalah Alloh semata.
Tak pernah lagi ada yang lain
maka dikatakanlah Alloh itu Qodim, Baqo', Laitsa Kamistlihi Syai'
Karna memang tak ada apapun
Alloh itu tetap dan kekal

KalamNya "Kun Fa Yakun"

terlimpah pada dimensi Ruhaniah, kemudian Ruh menggerakkan otak, otak menggerakkan alam semesta; menggerakkan pula jasad / tubuh, dan alam semesta pun mendukung / merespon dengan baik dan patuh atas perintahNya.

Setan dapat perintah untuk bersujud kepada Adam bukan berarti Alloh memerintahkan mereka untuk menyembah Adam.
disinilah keindahan Adam. Makhluq ciptaaan Alloh yang disertai hijab. maka siapapun yang tak menyelami / menyadari apa yang ada dibalik hijab, tentulah ia terhijab.

Kebetulan saat itu mereka melihat adam hanya dari bentuk fisiknya saja.
maka timbullah kesombongannya, "Ana Khoirun Min-Hum"
maka muncullah ke-aku-annya; aku lebih baik dari dia.

dari peristiwa tersebut, kemudian Alloh mengabadikannya dalam bentuk "Hawa"
hingga saat ini, sampai detik ini masih dapat kita pelajari tentang sifat ke-aku-an dan hijab juga eksistensi.
Dari sesosok manusia yang dikenal sebagai sosok kaum "Hawa"

Sesungguhnya Alloh menyuruh Setan untuk tunduk pada Eksistensi adam, yang merupakan manifestasi Alloh. namun tampaknya mereka terhijab akan wujud Adam.

Kemudian Alloh menciptakan pasangan Adam, yakni Hawa.
Hawa pun dibekali kesucian oleh Alloh, hingga sekarang.
maka Hawa harus pula dibalut oleh hijab
layaknya kisah Adam,
Eksistensi adam itu suci, maka Alloh memakaikan hijab (Wadag)

Hanya kekasih lah yang boleh membuka hijab tersebut
dan menatap bahkan menikmati kesuciannya

Hawa-pun diciptakan Alloh sedemikian rupa
agar kita dapat membacanya
hanya yang telah memaharnya saja,
yang mengikatnya atas nama Alloh dan Rosululloh saja yang boleh menyentuhnya
menyibak hijabnya.

Sungguh Maha Indah Alloh..

Maka pelajarilah apa - apa yang tak tertulis
sungguh kalam Alloh demikian dahsyatnya
Ayat - ayatNya, IlmuNya sungguh luar biasa Luas tak terbendung.

Siapkan dirimu, siapkan kesadaranmu
untuk dikenalkanNya
berkenalan denganNya

"Aroftu Robbiy biRobbiy"

صدق الله العظيم

Selasa, 26 Januari 2016

Dibalik Ayat Kursi

Bismillah .....

Alloh s.w.t berfirman :
وسع كرسيه السموات والارض
"keluasan kursi-Nya (meliputi) langit dan bumi"
ولا يؤده حفظهما , وهو العلي العظيم
"Dan tiadalah Dia merasa berat memelihara keduanya (langit dan bumi), dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung"

dikisahkan bahwasannya 'Arsy Alloh lebih luas daripada kursiNya.
Dalam sebuah hadist Qudsi dikabarkan oleh baginda nabi s.a.w bahwa Alloh s.w.t telah berfirman,
"Langit dan bumi tidak dapat menampung Aku, yang dapat menampung Aku adalah hati HambaKu yang beriman"

Allohu Akbar,
ولا يحيطون بشيء من علمه الا بماشآء
"Dan mereka tidak mengetahui sesuatu apapun dari ilmuNya melebihi apa yang dikehendakiNya"

ayat ini memang luar biasa,
ke-Maha Dahsyat-an Alloh yang tersimpan dalam cuilan ayat ini memang benar - benar nyata
siapapun yang benar - benar menyelaminya, dengan izin Alloh akan mendapati kenyataan itu
sebagian kecil saja jika dipahami, tentulah semakin meluas hatinya
dan semakin kuat imannya.

ada dimensi dimensi yang tertuang dalam ayat tersebut.
dimensi keluasan Alloh
diimensi keagungan Alloh
dimensi ke-Maha Luar Biasa-an Alloh

Alloh yang demikian Maha Luas menyebutkan bahwa
langit dan bumi hanyalah kursi
SinggasanaNya justru adalah hati hambaNya yang beriman

tentang Arsy, sudah tertuang di halaman sebelumnya

hamba - hamba yang beriman adalah merupakan waliNya
yang dimandati oleh Alloh untuk mengkhalifahi bumi

"Dia Tidak merasa berat memelihara keduanya"

ada khalifahNya, ada waliNya
".....dia menyentuh dengan tanganKu, dia berjalan dengan kakiKu, dia memandang dengan mataKu, dia berucap dengan lidahKu" [hadist Qudsi]

KhalifahNya, waliNya adalah hambaNya yang beriman.
hamba yang beriman adalah mereka yang mengikuti jalan cahaya
kesadaran ilahiah adalah merupakan pintu untuk memasuki cahayaNya secara langsung
pancaranNya yang memancar melalui hati hambanya sering dikatakan nurani

"sesungguhnya di dalam diri anak adam terdapat segumpal daging, apabila ia baik, maka akan baiklah seluruh anggota tubuhnya. apabila dia buruk, maka akan buruk pula lah seluruh anggota tubuhnya. ketahuilah segumpal daging itu adalah hati." [al-hadist]

Hati / segumpal daging yang dikatakan baik oleh Rosululloh s.a.w adalah hati yang bersih, yang berkilau
yang tidak terhijab oleh apapun untuk memantulkan sinarNya
sedangkan hati yang buruk adalah hati yang kotor,
yang terhijab oleh kerak kerak sehingga ia tidak dapat memantulkan cahaya ilahiah.

Hati yang baik akan menuntun anggota tubuh untuk bergerak dalam kebaikan - kebaikan
sehingga melaluinya lah Alloh mempercayakan kedudukan sebagai KhalifahNya
pancaran hatinya mempengaruhi tiap gerk energi yang ada di alam semesta
segala sesuatu patuh atasnya
karena EksistensiNya lah yang menjadikan segala sesuatu itu tunduk

Allohu akbar......
seandainya sudah tak ada lagi khalifahNya
yang menjadi pusat pergerakan tiap partikel alam semesta
untuk tunduk sujud mengabdi kepada Sang Pangeran sejati, Sang Maha Pencipta,
tentulah pagelaran dunia ini akan segera digulung dan usai

salah satu tanda bahwa khalifah - khalifatulloh mulai semakin hilang
adalah sedikitnya orang yang memahami al-Qur'an
semakin sedikitnyaorang yang meresapi al-Qur'an

Al-Qur'an memang dibaca
namun hanya sebatas dibaca
dan berhenti di kerongkongan saja
hatinya justru sangat beku dan berkarat
tak secercah cahaya pun yang diterimanya
Nabi yang mulia muhammad s.a.w menyebutnya sebagai golongan Khowarij.

Baginda nabi s.a.w dan para sahabat, para auliyaillah, ulama billah, arif billah, khalifatulloh
adalah mereka yang meresapi betul al-qur'an
yang seolah olah menjadikan al-Qur'an sebagai makanan hariannya
sehingga al-Qur'an dapat dikatakan sebagai sumber energi baginya
karena mereka demikian meresapi al-Qur'an
sehingga aliran darahnya adalah mewujud sebagai al-Qur'an
aliran darahnya, setiap sel-selnya, pori pori tubuuhnya, juga nafasnya
jadi senantiasa berdzikir, sambung menyadari akan eksistensi Robbnya.

maka melalui merekalah Alloh menitipkan kursiNya

namun dari sekian banyak manusia
hanya sedikit yang memahami ilmuNya
karena Alloh sendiri telah menetapkan mereka sebagaimana ayat di atas.

Allohu akbar
Maha Luas sekaligus Maha Agung
Dia yang meliputi segala sesuatu

Maha Benar Alloh dengan segala firmanNya

untuk menikmati al-Qur'an,
tentunya bukan hanya dengan sekedar membaca
namun juga merenung
bukan hanya merenung, tapi juga dengan membaca
namun bukan sekedar tulisan yang dibacanya
melainkan membaca juga sesuatu yang tak berbentuk
membaca dengan terpejam mata, namun bukanlah hafalan
menyaksikan kebenaran Alloh dengan sebenar - benarnya
bersaksi dengan kebenaran, bukan dengan sekedar persangkan belaka

Alloh itu Maha suci
maka untuk memasuki dimensi kesucianNya penting bagi kita untuk bersuci lebih dulu
bersuci dengan air jernih nan suci
dimana menemukan air jernih telah tertuang di halaman - halaman sebelumnya

Sesungguhnya Ilmu Alloh itu suci
tak tersentuh tanpa kesucian

jika masih belum suci, tentulah ilmuNya aadalah rahasia

"Sesungguhnya mereka itu tidaklah mengetahui apapun kecuali hanya sedikit"

"sesungguhnya mereka itu tidaklah mengetahui apapun kecuali yang dikehendaki oleh Alloh"

ketuklah pintuNya yang ada di dalam diri kita sendiri sendiri
Ya Alim ....Ya Alimm.... Ya Aliiimmmm ......

yaa Alloh, limpahilah kami sesuatu yang baik untuk kami menurut Engkau
masukkan kami dalam golongan orang - orang yang Engkau cintai
ke dalam golongan orang - orang yang beriman
sehingga kami dapat mengabdi dalam kuasaMu
sebagaimana tujuanMu menciptakan kami

Amin,,, kebenaran adalah milik Alloh semata.

Sabtu, 23 Januari 2016

Mengenali Perintah Ilahi

sifat dari perintah yang Haqq itu memaksa
terkadang tampak sedikit bertentangan dengan pandangan kita

Namn sebenarnya jika kita pelajari dengan benar
kita pelajari secara halus,
perintah itu sangatlah benar

terkadang juga dikarenakan faktor kapasitas otak kita
yang terbiasa disuguhi pemikiran - pemikiran yang melenceng
maka tatkala perintah itu turun dari Yang Maha Haqq
kita justru salah menterjemahkannya

atau bahkan ketika perintah dan ilmu turun
banyak faktor dari luar yang coba untuk mencemarinya

membisikkan berbagai keragu - raguan

tapi sekali lagi,
sifat dari perintah dan ilmu yang Haqq itu sangatlah kuat
dan juga memaksa

semakin halus jiwa;
semakin tinggi kesadaran kita;
akan semakin mudah kita memahami perintah
dan juga ilmu dariNya

di sinilah proses riyadhoh itu diperlukan
dan itu akan sangat mendukung

riyadhoh akan melatih jiwa kita
juga kesadaran kita
untuk lebih dewasa dan tertata

juga menggosok cermin Hati
yang telah lama kotor oleh berbagai kerak
sehingga CahaNya dapat diterima
dan menerangi Bait-Nya

Rabu, 11 Februari 2015

Auliya' dan Ulama'

"Yang takut kepada Alloh adalah ulama' (orang yg berilmu)"
Sedangkan
"Para waliyulloh, tidak ada rasa takut sedikitpun pada mereka" ....
Kenapa demikian??
Ilmu letaknya pada pikiran,, pikiran adalah bagian jasad...
Dipikiran juga letaknya berbagai macam was was...
Jika kita masih mengandalkan pikiran (kesadaran jasad), otomatis jiwa terkurung jasadiah ... ndak bebas.. maka wajarlah jika ketakutan selalu membayangi ....
Sedangkan waliyulloh,, pikirannya justru tidak diandalkan, yg dipakai adalah kesadaran ruh... sehingga ia bebas ndak terkurung jasadiah lagi,, maka tak ada lagi ketakutan pada diri mereka...
jika pikiran lebih suka mengira ngira dan menyangka,, maka kesadaran ruh lebih dari itu, menyaksikan dengan sejelas jelasnya hingga tak ada keraguan sama sekali baginya
wallohu 'alam

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَا لصّٰبِرِيْنَ عَلٰى مَاۤ اَصَا بَهُمْ وَا لْمُقِيْمِى الصَّلٰوةِ ۙ وَمِمَّا رَزَق...