tapi kesesatan ini hanya akan terjadi tatkala kita lebih mengedepankan logika daripada penyaksian itu sendiri
Yang namanya penyaksian itu, meskipun ia berlawanan dengan logika, ya tidak ada masalah sedikitpun
Penghayatan nilai nilai islam, firman Alloh, dan budaya luhur
Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.
Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.
segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....
Ada satu interaksi yang memang harus kita pelajari dari Alloh melalui berbagai hal dalam kehidupan
Termasuk tatkala kita berada dalam perjalan bus ekonomi yang murah meriah dan terkadang bahkan seringkali berdesakan
Bukan hanya soal sekedar gengsi karena tak bisa naik suatu angkutan yang lebih santai
Tapi soal bagaimana kita menyikapi posisi kita di hadapan Alloh
Bukan sekedar ikut2an karena lebih murah dan hematnya
Tapi juga tentang bagaimana penerimaan kita atas posisi yang telah diamanahkan oleh Alloh
Bukan pula soal ketakutan pada kesempitan materi
Tapi tentang bagaimana keluasan diri kita hati kita ketika berada dalam sebuah desakan desakan
Ini masih dalam lingkup posisi kita dalam kendaraan umum
Pelajaran menanggalkan gengsi dan kenyamanan pelayanan pun dalam hal ini dapat kita pelajari
Dan semoga hal itu lebih dapat diterapkan dalam keseharian yang Lebih fleksibel dari pada desakan desakannya bus ekonomi
Maka siapapun kita, dari golongan apapun dan bagaimanapun
Sebaiknya lebih dapat memprioritaskan posisi kita di hadapan Alloh
Yakni menerima perintahNya dan menjalankan kehendakNya
Perintah dan Kehendak Alloh ini tidak terbatas pada tekstualitas kalam wahyu sebagaimana kita kenal dalam bentuk al-qur'an dan hadist
Ada yang lebih luas dan fleksibel lagi
Dan justru di situlah letak mutiara mutiara yang tersembunyi itu
Kalau ada yang kemudian bertanya "Manusia memangnya bisa berkomunikasi dengan Alloh?
Hingga hingga ia bisa mengenali perintah Alloh tanpa al-qur'an dan hadist?!"
Maka sadarilah, memangnya sejak kapan manusia tidak bisa berkomunikasi denganNya?
BahasaNya tanpa kata
Kalau kita yang mulai berkata kata dalam balutan bahasa regional ini tidak dapat berkomunikasi denganNya
Berarti kita yang terlalu lalai akan kefitrahan diri kita sendiri
Sedangkan semenjak bayi, kita selalu dalam bimbinganNya
Sangat pantas jika Dia mengabarkan melalui lisan utusanNya, "bayi itu terlahir dalam kondisi fitrah"
Silahkan ditadabburi dirinya
Sadari apa sebenarnya yang menghalangi anda tidak dapat menangkap pembelajaranNya lagi sebagaimana ketika bayi
Wallohu'alam, silahkan di sharingkan jika ada yang memang perlu kita sharingkan...
Wassalamu'alaikun wr wb
Pernahkah kita menyadari bahwasannya seluruh tata laku peribadatan syariat
Tujuan utama adalah fana
Pelepasan akan keterikatan kita terhadap berbagai hal
Coba hayati benar benar ketika kita sedang menjalankan suatu peribadatan yg dianjurkan oleh syar'i
Hayati benar lalu masuki kedalaman dimensi dimensinya
Maka insyaalloh kita akan mendapati bahwa seluruh peribadatan itu adalah menuju kearah fana
Kosong, melebur ke dalam kuasa dan rahmatulloh
Inna lillagi wa inna ilaihi rojiun
Itu tujuan atau puncaknya
Senantiasa bersama Alloh dimana pun dan dalam kondisi apapun
Rukun islam misalnya.
Syahadat adalah proses penyadaran diri akan keesaan Alloh
Dalam perjalanan musyahadah,
Kita musti meniadakan ego kita
Kita melepaskan rasa ketertarikan dan keterikatan kita kepada selain Alloh
Lalu kita beranjak masuk dan melebur dalam keluasanNya
Wahidatusy-syuhud
Manunggal dalam kuasaNya s.w.t
Sholat, ini juga merupakan pelepasan terhadap gerak jasad
Manusia yang telah menyaksikan ketunggalan / keesaan Alloh
Semestinya ia juga harus tidak terjebak pada gerak jasad
Yang sejatinya merupakan gerakNya
Pandangannya musti tetap lurus memandang Sang Penggerak
Hal ini musti istiqomah ditempa terus
Yakni dengan sholat
Semakin sering kita menempa diri dengan tidak terpaku pada gerak lahiriah,
InsyaAlloh semakin fana dan mantab penyaksian kita dihadiratulloh
Puasa, pun demikian.....
Menanggalkan rasa, melepaskan diri dari hasrat rasa
Para pejalan suluk, ditengah perjalanannya
Sering kali terpaku pada rasa
Berbagai macamdan bentuk rasa
Rasa malak, rasa rasul, rasa tuhan sendiri dlsb
Sebaiknya itu semua dilewatinya hingga benar benar haqq apa yang disaksikannya
Memang benar merasakan hadirNya adalah sama dengan menyaksikanNya
Namun untuk benar benar mamandang samudra, tak mungkin kita hanya mencicipi asinnya lautan dari tengah pusat kota saja.
Zakat dan haji juga sudah barang pasti kita semua paham pelepasan apa yang diajarkan dan ditempa dari peribadatan teresebut.
Demikian pula adanya berbagai macam wirid syar'i
Yang sudah turun temurun diwariskan oleh baginda nabi s.a.w melalui para ulama r.a
Coba hayati , dalami, dan masuki
Seluruhnya akan membawa anda panda kondisi fana fillah.
Semestinya, seorang salik tidak lagi terpaku pada lisan jika memang ia sudah menjalani apa yang dibacanya
Awalnya iya memang musti paham apa yang dibacanya
Selanjutnya itu yang saya maksud dengan tidak terpaku pada lafadz yang keluar dari lisan
Wallohu'alam bish-showab
Silahkan diselami sendiri sendiri peribadatan peribadatan dan wirid yang selama ini sedang kita tunaikan.
Al-fatihah
Uيا ايها الذين امنوا انما المشركون نجس، فلا يقربو الميجد الحرام بعد عامهم هذا. وان حفتم علية فسوف يغنيكم الله من فضله ان شآء ، ان الله عليم حكيم
---------------
Wahai orang orang yang beriman (يا ايها الذين امنوا)
Yakni orang orang yang telah mengamankan hati mereka daripada apapun yang selain Alloh.
Kata "amanu" ini satu akar dengan "amana" dan "amina".
Seolah Alloh hendak menunjukkan bahwa orang orang yg telah mengamankan hatinya dari selain Alloh, membuang segala sesuatu yang bukan Alloh, maka ia dipastikan mendapatkan cahaya iman. Keyakinan yang haq.
Sedangkan mereka yang sudah dilimpahi cahaya iman, maka baginya kesejahteraan berupa "amina". Siapapun yg bersamaNya, maka pasti akan sejahtera dan aman.
Sebagaimana sabda baginda nabi s.a.w, "orang orang beriman adalah mereka yang dapat menjamin keamanan harta saudaranya, darah saudaranya, dan juga kehormatan saudaranya"
Kalau sudah menyentuh saudara, maka siapa di antara kita yang tidak bersaudara?
Semua satu dan saling terhubung
Sesungguhnya kita semua memang saudara
Namun kemudian Alloh menjelaskan.....
انما المشركون نجس
Sesungguhnya orang orang yang syirik (musyrikun) itu najis.
Yaitu mereka yang menyekutukan Alloh dalam hal apapun,
Di zaman ini memang tak banyak,
Bahkan tak ada patung patung patung (layaknya zaman jahiliah dahulu) yang disembah
Namun bukan berarti tidak ada yang menyembah patung dan berhala
Berhala berhala dan patung patung itu justru kebanyakan berada di dalam hati masiing masing pelakunya
Kemudian ditegaskan bahwa orang musyrik itu najis.
Mari kita masuk lagi ke dalam makna najis.
Najis itu merupakan apa apa yang mencampuri sesuatu yang suci, sehingga kesucian itu menjadi pudar nilainya
Setelah itu mari kita berkaca,
Mari kita tengok ke dalam diri dan hati kita masing masing kita
Apakah kesucian kita sudah tertempeli macam macam hal, ataukan masih suci?
Kalau masih tertempeli bermacam macam hal, mari kita sucikan segera.
Ingat, dalam kaidah fiqh, sesuatu yg paling afdhol untuk bersuci adalah air suci yang mensucikan.
Namun berhubung ini yang hendak disucikan adalah hati dan eksistensi sejati diri kita, maka kita perlu mendalami makna "air suci mensucikan"
Dalam suatu hadist dikatakan bahwa 'arsy Alloh, di bawahnya adalah air yang sangat jernih
Namun tidak dijelaskan seberapa luasnya
Yang dapat kita ketahui dari khabar lain adalah bahwa arsy Alloh lebih luas dari 7 langit dan 7 bumi.
Nah, dengan memanfaatkan air ghoib inilah kita akan bersuci
Sesungguhnya air inu terhubung pada diri manusia
Letaknya pada darah dan cairan cairan tubuh yang lain
Selama ini mungkin darah kita belum benar benar bersih ataupun jernih
Maka diperlukan pengendapan yang benar,
Yakni dengan duduk hening
Selanjutnya diperlukan juga proses penjernihan dari dalam
Yakni dengan dorongan keluar masuknya nafas yang juga mengikat darah
Baginda nabi s.a.w bersabda, "sesungguhnya setan bergerak / berjalan - jalan pada aliran darah manusia"
Dalam kesempatan lain, beliau juga mengabarkan bahwa setan akan melemah jika kita berdzikir
Inilah kunci bersuci untuk diri kita
Satu satunya yang konsisten menyertai darah adalah oksigen.
Maka kita buat oksigen yang kita hirup untuk turut berzikir sehingga apa yang ada (kotoran) di dalam darah (baca: setan) dapat dilemahkan
Dan semoga diri kita benar benar teraucikan.
-amin-
Jika kita dapati diri sudah bersih dari apa apa selain Alloh.
Atau sudah disucikan seperti di atas, maka kita harus waspada.
Sebagaimana firmannya...
فلا يقربو المسجد الحرام
"Maka janganlah mereka mendekati masjidil haram"
Masjid adalah tempat sujud atau tempat menyembah
Masjidil haram adalah suatu wilayah atau tempat bersujud, yang mana tidak boleh (haram) ada apa apa di sana selain yang menyembah dan yang disembah
Ini bukan masjidil haram yang di tanah arab sana
Melainkan masjidil haram yang ada di dalam diri
Yakni hati (qolbu), atau lebih dalam lagi dan terserah untuk penyebutannya.
Yang jelas masjidil haram adalah wilayahnya
Penyembahan yang tidak boleh ada sesuatu apa pun di dalamnya selain yang menyembah dan yang disembah
Maka diingatkan oleh Alloh,,, "janganlah mereka mendekati masjidil"
Yakni kemusyrikan kemusyrikan itu tadi
Segala sesuatu yang selain Alloh tidak diperkenankan ada di sana
Dan juga bermakna, "janganlah biarkan orang orang yang masih penuh dengan prasangka dan apa apa selain Alloh mempengaruhi keimananmu. Membuatmu kembali ragu dan kemudian dirimu menjadi tak suci lagi. Janganlah najis itu sampai menguasai kesucian. Jika itu terjadi, bersucilah lagi,, lagi,,, dan lagi..."
Kebanyakan kemusyrikan itu masuk melalui harta - benda - kekayaan.
Maka Alloh kembali menegur kita
"وان خفتم عيلة فسوفف يغنيكم الله من فضله"
Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Alloh nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya
Bagian ini sudah sangat jelas, apabila kita khawatir akan kemiskinan
Maka sepatutnya kita menyadari bahwa rahmat, kasih sayang dan keagungan serta kekayaan Alloh akan mencukupi tiap tiap urusan hambaNya.
Jangan sampai kemusyrikan kemusyrikan itu merasuki dan meracuni lagi melalui jalan harta benda dan kekayaan
"ان شآء"
Tinggal kita yakin atau tidaknya yang akan mempengaruhi tersambungnya limpahan rahmat Alloh tersebut
"ان الله عليم حكيم"
Sesungguhnya Alloh maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
Kita tidak benar benar tahu adanya masa lalu apalagi masa depan
Masa lalu sangat bisa terjadi secara lahiriah,
Masa depan pun juga sangat bisa akan terjadi sebagaimana yg telah dikabarkan oleh orang orang terdahulu yg telah diberikan kabar ghoib.
Kita yg berada di sini, di saat ini, bukan di masa lalu maupun dari masa depan
Di tengah banyak keterbatasan pandangan kita
Kita masih dapat menyerap nilai nilai yg terkandung di balik segala kejadian lahiriah
Sebagaimana yg telah terjadi dan akan terjadi
Imam mahdi yg dikabarkan akan datang kelak di akhir zaman
Adalah sesosok manusia yg akan mengembalikan kedamaian di muka bumi
Akan kembali meluruskan perjalanan manusia
Membawa rahmat kesejahteraan di dunia
Nabi khidhir, digambarkan sebagai seorang nabi yg akan terus hidup hingga akhir zaman
Berperan sebagai guru pengetahuan secara terus menerus kepada hamba hamba yg benar benar dipilih Sang Maha Penguasa Jagad, Alloh s.w.t
Untuk menjadi pemimpin bagi suatu kaum
Beliau adalah guru yg tergambar sangat mistical.
Sangat ghoib, tiba tiba muncul dan hilang begitu saja.
Demikian kisah yg turun temurun kita terima.
===============
Nabi khidhir dan Imam Mahdi sebagai kandungan nilai nilai.
#Nabi Khidhir
An-nabiy adalah jabatan khusus seorang hamba yg ditugaskan untuk mengemban amanah Alloh. Gelar nabi dilekatkan pada hamba hamba Alloh yg dipilihNya untuk mencapai tingkatan pemahaman dan pengalaman spiritual yg tinggi dan suci.
Khidhir, bermakna sebuah kehadiran.
Digambarkan sebagai guru spiritual nabi musa a.s juga para waliyulloh.
Menyimpan nilai, pesan moral kepada kita untuk selalu menghadirkan diri kita secara utuh dalam segala kondisi.
Kehadiran diri secara utuh adalah sikap kesadaran secara penuh
Kesadaran jiwa, kesadaran jasad, kesadaran suksma / ruh.
Manusia yg kesadarannya benar telah utuh, akan dapat menyerap nilai nilai ilahiah yang kemudian akan tersalurkan dalam tingkah perbuatan.
Hal itulah yg secara fitrah diletakkan Alloh melalui ide penggambaran sosok nabi khidhir sebagai guru spiritual para wali juga nabi musa a.s
#Imam Mahdi
Masih bertautan,, Imam Mahdi juga menyimpan sebuah nilai / pesan moral ilahiah dari Alloh kepada seluruh manusia
Imam mahdi yg dikabarkan oleh baginda nabi yang mulia Muhammad s.a.w sebagai pemandu manusia akhir zaman untuk kembali ke fitrah dan jalan yg lurus
Juga akan menebarkan kesejahteraan dan keadilan di muka bumi
Memiliki pesan dalam yang semestinya diserap betul oleh setiap insan
Keadilan, kesejahteraan, akan benar benar didapati oleh mereka yg mengikuti Imam Mahdi
Imam adalah pemandu
Mahdi adalah sosok memiliki petunjuk
Satu satunya sosok yg benar benar mutlak memberi petunjuk (huda) adalah Alloh s.w.t
Orang yg mendapatkan petunjuk inilah yg disebut Mahdi (sosok / subjek)
==/=====
Hal ini kiranya sambung menyambung dengan nilai Khidhir, kehadiran penuh seluruh lapisan kesadaran manusia.
Manusia yg telah melakukan latihan latihan (riyadhoh) untuk menyatukan lapisan lapisan kesadaran dalam dirinya, maka ia akan dapat menangkap dan mengenali petunjuk (huda) dari Alloh (minimal) untuk dirinya sendiri. jika demikian, dialah mahdi, atau dapat dikatakan ia orang yg mendapat petunjuk.
Selama ia mengikuti petunjuk petunjuk dari Alloh tersebut, ia akan senantiasa dalam limpahan kesejahteraan, kedamaian, keadilan dlsb.
Rahmad benar benar terhampar baginya.
Semua diantara kita sangat berkesempatan mendapat petunjuk itu.
Dan memang kita harus mengenali dan memahami petunjuk dari Alloh s.w.t
Kuncinya ada pada kesadaran yg senantiasa hadir (khidir)
Petunjuk yg di dapat dari "khidhir" (dengan tanda kutip) tersebut mustilah diikuti
Itulah yg dikatakan mengikuti imam mahdi.
------
Mengenai imam mahdi yg datang di akhir zaman
Dimana akhir zaman dikatakan sebagai huru hara luar biasa
Saya kira mengenai apa yg dikatakan sebagai hari akhir (yaumid diin) telah dibahas di halaman sebelumnya
--------
Wallohu'alam bish-showab
الَّذِÙŠْÙ†َ اِذَا ذُÙƒِرَ اللّٰÙ‡ُ ÙˆَجِÙ„َتْ Ù‚ُÙ„ُÙˆْبُÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا لصّٰبِرِÙŠْÙ†َ عَÙ„ٰÙ‰ Ù…َاۤ اَصَا بَÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا Ù„ْÙ…ُÙ‚ِÙŠْÙ…ِÙ‰ الصَّÙ„ٰوةِ ۙ ÙˆَÙ…ِÙ…َّا رَزَÙ‚...