Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Tampilkan postingan dengan label sa'i. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sa'i. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2016

Fana Fisy-Syar-i

"Kondisi melepas syariat", "kondisi tidak menjalankan syariat" dan beberapa istilah senada lainnya
Itu memang benar adanya bagi beberapa yang dikehendaki Alloh untuk melalui jalan tersebut.
Setidaknya itu untuk menunjukkan adanya percikan rahmat dan laknatNya
Atau percikan neraka dan surga ke alam jasad / dunia

Dan pelajaran kecil tentang melepas kecintaan kita terhadap bentuk materi
Syariat / tata cara itu adalah bagian dari materi

Betapa banyak para pejalan ketika diperjalankan dalam kondisi demikian
Ditambah penjelasan dari luar dirinya tentang posisi melepas syariat
Menjadikan ia berhenti atau vakum berjalan
Merasa sudah sampai pada maqom al-haqq

Tidak .... Bukan demikian
Perjalanan (suluk) itu musti berlanjut meskipun sedang berada dalam wilayah melepas syariat.

Saya beri clue bagi anda para salik yang sedang berada dalam kondisi melepas syariat
Agar perjalanan anda benar benar sampai pada haqqul iman wal islam wal ihsan.
Ketika anda tidak bersyariat, coba masuki diri anda yang sedalam dalamnya dan sejujur jujurnya
Jangan terpengaruh dari faktor luar diri untuk mendngarkan ruhani anda sediri
Apa yang anda rasakan tanpa sholat, tanpa puasa, tanpa zakat, tanpa beramal sholeh dlsb.??
Apapun jawabannya tetap lanjutkan perjalanan spiritual anda

Kalau anda masih merasa baik baik saja silahkan lanjutkan
Dan jika anda mulai merasa gelisah juga terus lanjutkan.

Anda akan mencapai suatu maqom lagi di mana bukan itu (meninggalkan syariat) yang musti dituju dan didiami
Masih ada maqom di atasnya lagi
Setelah lama meninggalkan sholat puasa dzikir lisan dlsb
Akan ada suatu rasa rindu untuk mengamalkannya lagi
Jangan ditahan kalau sampai demikian.
Kalau dengar adzan ingin segera hadir ke masjid dsb
Segera gerakkan jasad anda, jangan ditahan...

Selanjutnya akan ada pembelajaran lagi dariNya dari itu semua kepada anda.

............................
Intinya jangan pernah berhenti pada suatu kondisi / wilayah / sensasi spiritual
Terus jalan....
Karena itu semua bukan sebuah pemberhentian terakhir
Puncak dari seluruh perjalanan (suluk) kita semua ada pada kematian yang haqq...
Semoga kita semua diistiqomahkanNya dan dihusnul khotimahkanNya.
Amin
--------------------------------------------

Oke sekarang kita kembali pada judul
Fana fisy-syar'i
Bagaimana itu??
Fana fisy-syar'i ini adalah kondisi dimana anda tidak lagi terpaku pada gerak syariat tubuh lagi
Contoh ketika sholat, anda tidak lagi terpaku pada gerakannya sholat
Maksudnya meskipun raga anda sedang duduk, sujud, rukuk, berdiri hingga salam
Jiwa dan ruhani anda tetap bermi'roj menuju Alloh.
Demikian juga ketika anda puasa, meskipun jasad anda lapar
Jiwa anda tetap meluncur mi'roj ilalloh
Dan demikian juga pada syariat syariat yang lainnya
Ketika memberi (sedekah), anda tidak terpaku dengan sedekahnya anda
Yang anda lihat hanya Alloh, bukan tangan anda, bukan sesiapa yang anda beri, dan bukan apa yang anda berikan
Apapun geraknya jasad,. jiwa dan ruh kita tetap menghadap Alloh

Nah di situlah maqom yang lebih tinggi dari meninggalkan syariat.
Oke ....
Pesan kami jangan berhenti di syariat, jangan pula berhenti pada maqom melepas syariat
Dan jangan berhenti pada wilayah spiritual apapun selain haqqul wujud
Selama kematian yang haqq belum benar benar kita dapati
Jangan kita pernah berhenti bersuluk.

Wallohu'alam bish showab

Minggu, 11 September 2016

Padang Arofah Di Sini Saat Ini

Pagi yang penuh berkah
Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan oleh Alloh untuk menikmati hari arofah yang penuh berkah ini
Saya tidak akan membahan tentang dalil dalil keutamaan hari arofah
Dan keutamaan puasa di dalamnya

Karena kita memang tidak perlu memburu keutamaan
Yang perlu kita lakukan adalah amaliah dengan sungguh sungguh kehadirat Alloh s.w.t saja

Oke bismillah .......
Kita yang belum sempat menginjakkan kaki di tanah suci baitullah makkah,
Perlu bersyukur bahwasannya Alloh tidak membatasi pahala haji hanya bagi mereka yang telah naik pesawat dan sampai di sana (makkah dan madinah)
Banyak kisah yang memang menunjukkan hal ini
Bukan berarti yg di sana nihil muatan. Tidak

Kita ber-arofah dan ber-haji di mana Alloh menempatkan kita saat ini
Sungguh, menghadap kepadaNya memang tidak dibatasi apa pun
Tidak dibatasi ruang dan waktu.
Anda yang saat ini sedang diposisikan oleh Alloh di rumah atau ditempat kerja
Masih bisa melakukan amalan haji secara bathiniah
InsyaAlloh tetap memiliki bobot

Sudah mafhum memang dalam kalangan sufi (pengamal tasawuf)
Bahwa baitulloh yang paling real adalah di dalam dada kita sendiri
Tempat towaf, sa'i dan lain sebagainya juga ada di dalam diri kita masing masing

Sekarang mari kita aplikasikan
Bagaimana berhaji secara bathin itu
Anda yang sudah sering berlatih dzikir nafas dan menemukan adanya daya nafas
Tentu dapat dengan mudah (insyaAlloh) untuk menyamakan frekwensi kita dengan frekwensi yang ada di tanah suci sana
Tapi bagaimana bagi sebagian kita yang belum sempat berlatih dzikir nafas sebelumnya
Atau bagi yang sudah berlatih tapi belum diberi kesempatan oleh Alloh untuk menemukan daya nafas itu?

Baiklah sekarang saya ajak anda semua untuk menenangkan bathin kita dahulu
Mendiamkan pikiran kita
Jangan memaksa pikiran untuk berbuat apa apa
Jika tiba di dalam pikiran terbesit sesuatu abaikan saja

Baik... Tetap tenang dalam kondisi itu
Sekarang sadari Alloh yang berada di balik nafas anda
Yang meniupkan kehidupan kedalam diri kita
Yang maha luas dan maha berkehendak tak terbatas apa pun
Sadari Alloh dan panggil Dia dengan lembut dan penuh tawadhu' .....
"Yaa Alloh panggil hamba ya Alloh, izinkan hamba untuk bersilaturahmi kepadaMu ya Alloh, perjalankan hamba untuk menemuimu ya Alloh"

Tetap dalam posisi pikiran diam
Hanya sadari Alloh dan seru Alloh di dalam bathin ... Huu Alloh ....
Laa ilaha illalloh .....
Sadari Alloh yang menghidupkan kita dan yang paling berperan dan paling berhak untuk menggerakkan kita
Baik secara lahir maupun bathin.....

Terus panggil Dia ... Dengan kesadaran ....
Yaa Alloh ...... Huu ya Alloh .......
Sampai terasa panggilan dan jemputan dariNya
Labbaikallohumma Labbaik....
Ya Alloh hamba ridho dan berserah diri untuk berjumpa denganMu ....

Bebaskan diri anda dan ikuti gerak panggilanNya tersebut
Terus ikuti panggilanNya .....
Jangan berhenti berserah sampai Alloh mengharuskan anda berhenti berthowaf dan bersa'i .....

.................
Alhamdulillah .... Bersyukurlah jika sudah demikian,

Demikian sedikit tentang praktiknya
Semoga tidak berhenti di bacaan dan wawasan saja
Tapi juga bisa kita kerjakan saat ini dan di sini ....
Di mana Alloh memposisikan diri kita saat ini ..

Semoga bermanfaat....
Wa billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum warohmatullohi wa barokatuh

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِÙŠْÙ†َ اِذَا ذُÙƒِرَ اللّٰÙ‡ُ ÙˆَجِÙ„َتْ Ù‚ُÙ„ُÙˆْبُÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا لصّٰبِرِÙŠْÙ†َ عَÙ„ٰÙ‰ Ù…َاۤ اَصَا بَÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا Ù„ْÙ…ُÙ‚ِÙŠْÙ…ِÙ‰ الصَّÙ„ٰوةِ ۙ ÙˆَÙ…ِÙ…َّا رَزَÙ‚...