Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Tampilkan postingan dengan label fitrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fitrah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2016

3 Jenis Hujjah Yang Musti Dimiliki

Hendaklah kita dalam berbuat segala hal itu memiliki landasan
ada alasan - alasan atau dasar - dasar yang benar dan menguatkan atas apa - apa yang kita kerjakan
Segala tindak tanduk manusia itu pasti akan membuahkan pertikaian bathin tersendiri
bisikan keraguan itu pasti akan muncul mengiringi apa - apa yang telah kita perbuat
seolah - olah hendak menjerumuskan kita pada kufur fa'alulloh

di sini pentingnya landasan atau hujjah 
atas apa - apa yang telah maupun sedang kita perbuat
contoh ketika anda membatalkan puasa sunnah hanya untuk memakan jamuan makan dari seorang sahabat
yang apabila anda tidak memakan jamuan makan itu, tentulah kesedihan hati akan diperoleh oleh sahabat anda
mengenai hal ini tentu setelah anda membatalakan puasa akan muncul keresahan hati
jika kita tidak memegang kuat dasar kita tentang mengapa harus membatalkan puasa

nah alasan / dasar / hujjah yang haqq mustilah kita genggam dengan benar
untuk hujjah diri baik di dunia maupn di akhirat kelak

hujjah yang paling dasar adalah hujjah yang tersimpan di dalam memori otak
hujjah semacam ini adalah hujjah yang dimiliki oleh kebanyakan orang (kalangan)
yang telah menerima suatu ilmu mengenai hujjahnya tersebut
hujjah ini akan membantah keragu - raguan yang membisiki dirinya

selanjutnya dan yang utama adalah hujjah qolbu
hujjah ini telah terserap dengan benar di dalam hati
ia yang akan menguatkan hujjah pikiran
karena wilayah hujah qolbu ini merupakan wilayah pelimpahan cahaya dari Alloh s.w.t
yang mana di wilayah ini lah yang sejatinya kemudian menggerakkan seluruh anggota badan kita

dan yang lebih utama lagi adalah hujjah ilahiah
dimana keraguan tidaklah mungkin menolak hujjah ini
keraguan tidak akan dapat menyentuh wilayah kesadaran ilahiah
apalagi meracuni manusia yang memiliki hujjah ilahiah ini
orang yang telah mencapai dimensi kesadaran ilahiah tentu ia akan mendapatkan bimbingan langsung dari Alloh s.w.t dalam berbuat segala sesuatu
apapun yang mencoba meracuninya akan segera ditepiskan oleh Alloh
cahayaNya akan meleburkan segala sesuatu selainNya
hal ini yang menyebabkan orang yang memegang hujjah ilahiah tentulah tiadak kekhawatiran sama sekali dalam benaknya

sebaiknya manusia memang harus memasuki dimensi kesadaran ilahiah ini
namun jika memang belum dapat memasukinya
hendaknya ia berada atau mempunyai kedua jenis hujjah sebelumnya

3 titik wilayah tersebut juga dapat kita temui indikasi - indikasinya
kita dapat mengenali di mana posisi diri kita yang sebenarnya
dalam menanggapi beberapa model keraguan yang menghinggapi diri kita

apabila keraguan itu muncul sedemikian besar
dan kita berusaha menetralkannya dengan mengajukan berbagai hujjan melalui pikiran
tentu kita saat itu sedang berada dalam wilayah pikiran
wilayah terendah dari kesadaran manusia

apabila ketika keraguan itu muncul seimbang dengan ilmu ilmu yang telah kita miliki
dimana pikiranpun juga sudah tidak terlalu ambil andil melimpahkan hujjah
dan hati kita tetap tidak goyah akan bisikan keraguan itu
maka dapat kita kenali bahwa saat itu kita sedang berada dalam wilayah utama yang pertama

apabila pikiran tenang - tengan saja
dan hati juga tidak goyah
maka keraguan pun hampir - hampir tidak ada yang mencemari diri kita
maka dapat kita ketahui bahwa saat itu kita sedang berada dalam wilayah ilahiah
dimana walaa khoufun 'alaihim (tidak ada ketakutan sedikitpun bagi mereka)

cara - cara untuk memasuki masing - masing wilayah tersebut saya kira juga sudah terurai dalam bahasan - bahasan sebelumnya
sedangkan kalau memang perlu untuk di ulangi
maka perlu dipahami bahwa anda hanya perlu mengasah lagi kekotoran diri anda
dari berbagai kotoran yang telah hinggap melalui dunia yang anda tekuni

kosongkan diri anda dari segala sesuatu yang bersifat materiil duniawi
hilangkan prasangka - prasangka anda
dan ikuti irama tarikan danhembusan nafas yang mengalir alami
sedemikian sunyi dan jujur lillah billah
temukan setitik cahaya dalam diri anda sendiri
yang mana cahaya itu merupakan cahaya ilahiah yang memang tertanam dalam diri anda
masuk dan meleburlah dalam cahayaNya itu

3 Jenis Hujjah Yang Musti Dimiliki

Hendaklah kita dalam berbuat segala hal itu memiliki landasan
ada alasan - alasan atau dasar - dasar yang benar dan menguatkan atas apa - apa yang kita kerjakan
Segala tindak tanduk manusia itu pasti akan membuahkan pertikaian bathin tersendiri
bisikan keraguan itu pasti akan muncul mengiringi apa - apa yang telah kita perbuat
seolah - olah hendak menjerumuskan kita pada kufur fa'alulloh

di sini pentingnya landasan atau hujjah 
atas apa - apa yang telah maupun sedang kita perbuat
contoh ketika anda membatalkan puasa sunnah hanya untuk memakan jamuan makan dari seorang sahabat
yang apabila anda tidak memakan jamuan makan itu, tentulah kesedihan hati akan diperoleh oleh sahabat anda
mengenai hal ini tentu setelah anda membatalakan puasa akan muncul keresahan hati
jika kita tidak memegang kuat dasar kita tentang mengapa harus membatalkan puasa

nah alasan / dasar / hujjah yang haqq mustilah kita genggam dengan benar
untuk hujjah diri baik di dunia maupn di akhirat kelak

hujjah yang paling dasar adalah hujjah yang tersimpan di dalam memori otak
hujjah semacam ini adalah hujjah yang dimiliki oleh kebanyakan orang (kalangan)
yang telah menerima suatu ilmu mengenai hujjahnya tersebut
hujjah ini akan membantah keragu - raguan yang membisiki dirinya

selanjutnya dan yang utama adalah hujjah qolbu
hujjah ini telah terserap dengan benar di dalam hati
ia yang akan menguatkan hujjah pikiran
karena wilayah hujah qolbu ini merupakan wilayah pelimpahan cahaya dari Alloh s.w.t
yang mana di wilayah ini lah yang sejatinya kemudian menggerakkan seluruh anggota badan kita

dan yang lebih utama lagi adalah hujjah ilahiah
dimana keraguan tidaklah mungkin menolak hujjah ini
keraguan tidak akan dapat menyentuh wilayah kesadaran ilahiah
apalagi meracuni manusia yang memiliki hujjah ilahiah ini
orang yang telah mencapai dimensi kesadaran ilahiah tentu ia akan mendapatkan bimbingan langsung dari Alloh s.w.t dalam berbuat segala sesuatu
apapun yang mencoba meracuninya akan segera ditepiskan oleh Alloh
cahayaNya akan meleburkan segala sesuatu selainNya
hal ini yang menyebabkan orang yang memegang hujjah ilahiah tentulah tiadak kekhawatiran sama sekali dalam benaknya

sebaiknya manusia memang harus memasuki dimensi kesadaran ilahiah ini
namun jika memang belum dapat memasukinya
hendaknya ia berada atau mempunyai kedua jenis hujjah sebelumnya

3 titik wilayah tersebut juga dapat kita temui indikasi - indikasinya
kita dapat mengenali di mana posisi diri kita yang sebenarnya
dalam menanggapi beberapa model keraguan yang menghinggapi diri kita

apabila keraguan itu muncul sedemikian besar
dan kita berusaha menetralkannya dengan mengajukan berbagai hujjan melalui pikiran
tentu kita saat itu sedang berada dalam wilayah pikiran
wilayah terendah dari kesadaran manusia

apabila ketika keraguan itu muncul seimbang dengan ilmu ilmu yang telah kita miliki
dimana pikiranpun juga sudah tidak terlalu ambil andil melimpahkan hujjah
dan hati kita tetap tidak goyah akan bisikan keraguan itu
maka dapat kita kenali bahwa saat itu kita sedang berada dalam wilayah utama yang pertama

apabila pikiran tenang - tengan saja
dan hati juga tidak goyah
maka keraguan pun hampir - hampir tidak ada yang mencemari diri kita
maka dapat kita ketahui bahwa saat itu kita sedang berada dalam wilayah ilahiah
dimana walaa khoufun 'alaihim (tidak ada ketakutan sedikitpun bagi mereka)

cara - cara untuk memasuki masing - masing wilayah tersebut saya kira juga sudah terurai dalam bahasan - bahasan sebelumnya
sedangkan kalau memang perlu untuk di ulangi
maka perlu dipahami bahwa anda hanya perlu mengasah lagi kekotoran diri anda
dari berbagai kotoran yang telah hinggap melalui dunia yang anda tekuni

kosongkan diri anda dari segala sesuatu yang bersifat materiil duniawi
hilangkan prasangka - prasangka anda
dan ikuti irama tarikan danhembusan nafas yang mengalir alami
sedemikian sunyi dan jujur lillah billah
temukan setitik cahaya dalam diri anda sendiri
yang mana cahaya itu merupakan cahaya ilahiah yang memang tertanam dalam diri anda
masuk dan meleburlah dalam cahayaNya itu

Rabu, 03 Agustus 2016

Batas Dimensi Akal dan Pikiran

pikiran adalah pemberian dari Alloh s.w.t untuk melatih manusia
agar kuat berjalan kembali kepadaNya
pikiran dan akal merupakan isi dari otak manusia yang seolah tampak sama
namun sebenarnya berbeda
akal bukanlah merupakan produk dari pikiran
maksudnya, akal tdaklah condong akan hal - hal duniawiah dan materiil
akal lebih bersih dan murni serta condong kepada hal - hal yang bersifat ukhrowi atau substansial
ia lebih suka untuk kembali dan bersuci

sedangkan fikiran, ia lebih condong akan hal - hal yang bersifat duniawi
dan lebih suka berangan - angan maupun berkhayal
pikiran inilah yang ditunjuk oleh alloh untuk menggoda manusia
seberapa takwanya manusia kepada alloh akan tampak pada tingkah manusia
apakah mengikuti akal atukah pikiran

jangkauan akal lebih luas ketimbang jangkauan pikiran
akal lebih bisa menyaksikan realitas dan hikmah
sedangkan pikiran lebih condong pada manipulasi dan khayalan

seorang salik dalam perjalanannya akan sering menjumpai bayang - bayang dan berbagai bisikan
seringkali bayang - bayang dan bisikan tersebut lebih bersifat khayal
bukanlah hebat seorang salik yang terpukau dan terpaku akan bayangan dan bisikan - bisikan
justru hendaknya ia berzuhud akan kondisi yang demikian

Alloh sengaja menciptakan dan meletakkan pikiran pada manusia
sedemikian rupa untuk mencoba manusia
apakah manusia akan lengan dengan kemudian berbelok pada hal - hal yang sedemikian
ataukah mereka akan tetap lurus berjalan kehadiratNya
dengan tetap bersikap zuhud dalam perjalanannya

salik hendaknya mengabaikan hal - hal yang demikian
Akal sesungguhnya bukanlah pikiran
seorang salik yang terus mengabaikan pikiran dan khayalannya
akan sampai pada kondisi tiada fikir lagi
namun ia tidaklah mengigau / bukan tidak sadar
melainkan sadar dan tetap dapat mengamati
dimanapun ia berada

Alloh sering menyebut - nyebut hambanya dengan seruan semacam "orang - orang yang berakal",
ulil al-baab, ulin-nuhaa, afala ya'qilun dsb
"apakah mereka tidak menggunakan akal mereka"
adalah karena akal merupakan permisalan jibril dalam diri manusia
sebagai penterjemah wahyu / kalam ilahiah
ia lebih murni untuk mencerna berbagai kabar yang tak bersuara
dan tak berupa

manusia yang tidak berakal seringkali karena akalnya terhijab oleh khayalan pikirannya sendiri
juga bisa karena ia lebih suka berkhayal dan mengikuti khayalan pikir

akal sesungguhnya sangatlah luas jangkauan dan cakupannya
tangkapan pemahamannya juga sangat luas
salik yang satu dengan salik lainnya
yang tidak pernah saling berjumpa dan bertatap muka
juga tidak pernah belajar bersama dalam satu majlis
dan justru tempat belajar masing masing salik sangat berjauhan
akan tetap bisa memperoleh kepahaman yang sama
jika masing - masing salik tersebut berada dimensi yang sama
yakni dimensi akal

seorang muslim yang ada di akhir zaman yang tidak pernah berjumpa dengan baginda nabi muhammad s.a.w secara fisik
tetap memiliki kesempatan untuk mewarisi tingkah laku dan pemahaman yang sama dengan beliau s.a.w
jika ia berada wilayah ini
sebenarnya akal inilah yang dikatakan sebagai frekwensi ilahiah oleh generasi akhir zaman ini
sekali lagi akal bukanlah fikiran
fikiran lebih bersekat dan sempit
sedangkan akal lebih universal

semoga anda dan kita diberi kepahaman olehNya mengenai hal ini,
amin

Senin, 22 Februari 2016

Pintu kemenangan

بسم الله .... بسم الله .... بسم الله ....

Romadhon adalah wilayah penerang untuk bersuci,
Tentunya bukan lagi bersuci secara lahiriah
Lahiriah kita dapat disucikan dengan air, dengan cara berwudhu atau mandi jinabat

Batiniah kita, sisi yang lebih hakiki dalam diri kita
Cara bersucinya adalah dengan bermandikan Rohman RohimNya (Alloh)

Di bulan romadhon, mafhumnya selama bulan romadhon,
Tersimpan begitu banyak Daya ilahiah berujud rohman , rohim serta maghfirohNya
yang terbentang luas di seluruh permukaan hingga penjuru penjuru dunia
Bahkan seluruh alam semesta

Maka pantas jika para arif billah / ulama fillah mengibrohkan
Bahwa bulan puasa sebagai bulan bersucinya ruh
Kalimah lengkapnya beliau beliau rohimahullohu lahum, "Rojab merupakan bulan untuk mensucikan jasad, sya'ban untuk mensucikan jiwa, Romadhon untuk mensucikan ruh"

Kembali lagi bahwa romadhon adalah bulan yang paling pas untuk bersuci
Mengibrohkan kita akan bersuci menjelang sholat
Mengingatkan kita pada sholat yang sejati
Yakni sholat yang tak terbatas waktu

Dalam romadhon, kita diajarkan untuk mensucikan diri
Yaitu dengan meninggalkan apa apa yang disukai oleh ego kita
Kita meninggalkan makan, yang mana pada siang hari merupakan waktu makan yang melezatkan
Sedangkan kita berbuka pun demikian
Kita dilatih untuk tidak berbuka secara berlebihan
Bahkan ketika sahur pun juga demikian
Sedang pada hari hari selain romadhon kita terbiasa berlebih lebihan hampir pada hal apapun

Inti dari romadhon adalah mengajarkan sekaligus membiasakan diri kita untuk tidak memanjakan nafsu atau keinginan keinginan yang melelapkan
Yang bisa kita katakan sebagai ego

Keluar dari romadhon kita diajarkan untuk berzakat fitrah
Yang menurut baginda nabi s.a.w yang disampaikan secara turun temurun oleh para ulama adalah merupakan media untuk membersihkan diri
Waktu untuk berzakat adalah pada akhir romadhon

Tepat sekali, dan samgat jelas bahwa serangkaian puasa romadhon tujuan akhirnya adalah bersihnya diri
Bersihnya diri adalah bentuk dari maghfirohNya
Yang turun bagi hamba hambaNya yang benar benar berserah

Maka sangat benar jika baginda nabi yang terpuji s.a.w bersabda, "merugilah orang orang yang tak terampuni apabila romadhon telah lewat"

Bagaimana mungkin Alloh tidak mengampuni ketika para hambaNya menunjukkan kesungguhan kesungguhan mereka dalam berjuang untuk mendapatkan ridhoNya
"Orang yang berperang di jalan Alloh adalah Syahid"
"Jihad yang paling besar adalah Jihad melawan hawa nafsunya sendiri"

Demikianlah romadhon, mengajarkan kita untuk senantiasa berjihad tiap hari selama satu bulan penuh
Dan ini tidak hanya berlaku pada bulan ramadhan saja
Melainkan terus berlanjut
Hal ini tampak jelas pada saran yang mulia untuk berpuasa di 6 hari syawal
Jadi bukan hanya pada romadhon saja
Melainkan di luarnya juga

Sedangkan siapa saja yang menjalankan romadhon, ia akan menemui zakat fitrah
Zakat = perbersihan
Fitrah = kemurnian
Zakat fitrah => pembersihan untuk kembali pada fitrah

Inilah yang disebut minal aidzin wal faizin
"Dari golongan yang kembali dan menang"

Yakni golongan yang fitri, yang benar benar telah inna lillahi wa inna ilaihi rojiun
Yang telah benar benar mengembalikan segala urusannya kepada Robb semesta alam yang maha mengatur dan maha meliputi
Kepada Robb Sang pemilik segala kehendak sekaligus Robb yang mengurusi segala urusan

"Wal faizin" / dan menang

Siapapun yang telah berserah total hanya kepadaNya
Maka baginyalah segala kemenangan
Terbuka dan terbentang luas baginya jalan keluar dari segala kesempitan

اذا جآء نصر الله والفتح # ورايت الناس يدخلون فى دين الله افواجا # فسبح بحمد ربك والستغفر ، انه كان توابا

Apabila telah datang pertolongan Alloh dan kemenangan, dan engkau telah menyaksikan orang orang berbondong bondong masuk dalam agama (diin) Alloh, maka bertasbihlah dengan memuji Robbmu dan beristighfarlah. Sungguh Dia maha penerima taubat

Senin, 01 Februari 2016

Hari Akhir

Yaumuddiin (يوم الدين)
Banyak yg menterjemahkan bahwa yaumiddin adalah Kiamat
Mungkin ada baiknya kita mendalami potongan ayat 14-19 surah al-insyiroh :
- وان الفجار لفی جحيم
"Dan sesungguhnya orang yg berbuat jahat, benar benar berada di dalam api neraka yg sangat panas"

Sesungguhnya setiap manusia yg berdosa,
Yg pernah melakukan perbuatan keji / jahat
Pribadi tersebut akan dihanguskan dengan api yg panas
Kita secara umum manusia, ketika pertama kali berdzikir dengan benar
Kebanyakan akan merasakan sensasi panas yg bervariatif dari dalam tubuhnya.
Seringkali sesuai kadar kekejian atau dosa yg pernah ia lakukan.

Untuk dapat menembus dimensi hening sebelum melangkah pada tahap berikutnya, yakni dimensi ilahiah
memang pembersihan semacam ini diperlukan bagi kita
Bahkan ini wajib dilalui oleh setiap pejalan suluk.
Dan ini adalah Alloh sendiri yg mensucikan.

Hal tersebut dilanjutkan / diperjelas oleh ayat ayat berikutnya :
- يصلونها يوم الدين
"Mereka masuk ke dalamnya pada -yaumid-diin-"

Secara litelatur kata, يوم الدين terdiri dari dua kata:
يوم dan الدين..
Yaum berarti hari, dan ad-diin berarti agama
Ini adalah gambaran tentang hari yg fitrah.
Hari dimana kejujuran, kejernihan dibabarkan.
Dan agama adalah merupakan fitrak setiap manusia.

Ketika seseorang telah dibersihkan dari dosa dosanya dalam api yg panas (جحيم), di situ ia mengalami metamorfosis, kelahiran baru.
Atau ia akan memasuki dimensi pembakaran ketika ia telah menyadari akan fitrahnya
Kesadaran akan fitrah manusia ini terbentuk ketika kita memasuki wilayah hening. Dzikirullohi akbar.

Dosa atau kesalahan yg terbakar sekali kali tidak akan dapat melesat keluar dari jahim tersebut.
Seolah jiwa kita sedang disaring
Yang buruk terkurung dalam jahim
Sedangkan yg fitrah akan bangkit

- وما هم عنها بغائبين
"Dan mereka sekali kali tidak dapat keluar dari itu"

Lantas apakah yaumiddin itu?

- وما ادراك ما يوم الدين
"Tahukah kamu apa yaumiddin itu?"

- ثم ما ادراك ما يوم الدين
"Sekali lagi, tahukah kamu apakah yaumiddin itu?"

Yaumuddin itu adalah hari kepasrahan
Sebuah masa, waktu dimana kita tiada berkuasa apapun dan atas siapapun
Kita telah melebur, pasrah, kembali dalam fitrah kita, tak punyai apa apa
Yang berkuasa di saat itu hanyalah Alloh semata
Ke-ego-an kita lenyap
Kekuatan kita tiada
Yang menggerakkan setiap titik nadi kita bukanlah kita, melainkan Alloh.
Ke-ego-an kita sama sekali tidak berlaku

Jika semula kita menggerakkan tangan (umpamanya) adalah atas kehendak ego atau otak kita,
Maka di hari ini, tangan kita bergerak atas perintah Alloh
Kalaupun otak berperan, ia berada di bawah kendali Alloh
Tiada seperti sebelumnya
Yang biasanya bersifat seenaknya sendiri
Kini ia tunduk patuh hanya pada Alloh

- يوم لا تملك نفس لنفس شيئا، والأمر يومإذ لله
"Hari ketika nafs (diri) tidak berkuasa sedikitpun untuk (bagian) diri (nafs) yg lain. Dan pada hari itu, seruan (komando) hanya milik Alloh"

Jadi hari kebangkitan ini adalah hari berpulangnya kesadaran jasad menuju kesadaran ilahiah.
Benar benar pasrah
Tak ada lagi yg mengaku-aku.
Yang ada hanyalah alloh

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِÙŠْÙ†َ اِذَا ذُÙƒِرَ اللّٰÙ‡ُ ÙˆَجِÙ„َتْ Ù‚ُÙ„ُÙˆْبُÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا لصّٰبِرِÙŠْÙ†َ عَÙ„ٰÙ‰ Ù…َاۤ اَصَا بَÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا Ù„ْÙ…ُÙ‚ِÙŠْÙ…ِÙ‰ الصَّÙ„ٰوةِ ۙ ÙˆَÙ…ِÙ…َّا رَزَÙ‚...