Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Tampilkan postingan dengan label dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dzikir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 November 2019

Energi Sejati

Dalam dzikir, meditasi, mengendapan rahsa dlsb, pasti ada suatu keadaan dimana mau tidak mau kita musti mengakui bahwa memang ada suatu kekuatan luar biasa diluar akal, nalar, dan kesadaran kita. Ada penguasa sejati yang memang benar benar mutlak menguasai segala bentuk gerak dan keadaan di jagat raya ini.

Islam mengajarkan suatu kunci untuk mengetuk dan membuka cakrawala kesadaran baru tentang realitas ini. Bukan sekedar kilasan lafadz atau mantra, melainkan benar benar dapat kita masuki ruang spiritualnya. Yakni "laa Haula wa laa quwwata Illa Billah".


Kesadaran baru sekaligus kuno, karena sejatinya pemilik ruang dan waktu adalah Baqo', maka ini berlangsung dan berfungsi untuk seluruh masa dulu-kini-kelak.

Dalam bermeditasi, berdzikir, pengendapan rahsa, kita selalu belajar untuk menep yang artinya benar benar mengendapkan segala bentuk imajinasi, pikiran, bahkan berbagai nuansa rasa.
Hingga benar benar kita mencapai rahsa sejati dimana diri kita yg murni benar benar dapat kita temui dan kita sadari adanya. Diri kita yang sejati adalah apa yg ada di pusat manah (di sekitaran dada) kita. Memiliki gelombang energi cukup besar karena ia hanya sebagai cerminan atau gerbang yang tersambung dengan energi sejati ilahiah. Sekali lagi ia hanya memantulkan atau menyalurkan saja dari Sang Maha Kuasa.

Kalau anda,saya,kita,siapa saja masih mengandalkan pikiran maupun lainnya tentu ini tidak akan benar benar dapat sempurna memancarkan daya ilahiah.
Namun ketika kita sedang berada dalam keadaan yang totalitas berserah, menyadari ketiadaan kita, memasuki ruang demi ruang, dimensi demi dimensi realitas ketiadaan daya upaya kita. Hingga totalitas kita tiada. Maka dari situlah daya ilahiah akan memancar sempurna.

Di wilayah itulah kita berdoa, memohon kepada Sang Penguasa Sejati, tentang apa saja. DIA tidaklah mungkin tidak mengabulkan apa yg kita pinta selama tidak ada muatan buruk , bobrok dan merusak di dalam doa kita.

Wallohu'alam, setidaknya itulah yg dapat kita pelajari dari perjalanan spiritual menuju kesejatian hidup dan kejernihan.

Kamis, 10 November 2016

Kebenaran Mutlak (al-Haqq) itu ada

Kebenaran mutlak (bukan relatif) itu benar adanya
Memang yang banyak bertebaran adalah kebenaran yang relatif
Masing masing orang memiliki dan menggenggam kebenarannya masing masing
Yaa memang kebenaran yang relatif ini sangat mudah untuk diakses dan ditemukan oleh siapapun
Namun bukan berarti lantas kemudian kebenaran mutlak itu tidak ada

Oke sekarang kita sudahi basa basinya
Kebenaran mutlak itu bagaimana modelnya dan bagaimana cara menemukannya itu yang perlu kita Nikmati dan jalani
Kalau yang namanya kebenaran relatif, itu apa yang saya dapat sangat mungkin dan hampir pasti berbeda dengan kebenaran dalam diri anda
Angka sembilan dari sudut A akan tampak sebagai angka enam, dan angka sembilan dari sudut B akan tampak sebagai angka sembilan.

Yang seperti ini sudah barang pasti kita jumpai dalam kehidupan tatkala pandangan kita hanya terpaku pada 1 sudut pandang saja
Ketika pandangan kita sempit, kita akan menjumpai hal hal yang seperti ini
Dan memang ini yang seringkali terjadi saat ini
Perbedaan yang seringkali menyulut konflik itu juga bermula dari sini

Lantas bagaimana caranya agar kita tidak seperti itu?
Atau bagaimana agar menemukan / menjumpai kebenaran mutlak yang pasti berbeda dengan kebenaranrelatif tersebut?
Ya sudut pandang kita saja yang perlu kita perluas.
Kalau tidak bisa atau terlalu sulit meluaskan pandangan, ya melebur saja pada Dzat Yang Maha Melihat, Maha Luas, lagi Maha Tahu.

Hanya denganNya kita akan benar benar paham tentang kebenaran mutlak
Kita akan menjumpainya
Apa yg kita temui sebagai kebenaran, itu juga akan sesuai dengan yg orang lain katakan sebagai kebenaran
Juga pasti sama dengan apa yang dimaksudkan oleh Tuhan semesta alam sebagai kebenaran.
Paham saya akan sama dengan paham anda meskipun kita tidak pernah berjumpa apalagi belajar bebarengan dalam majlis yang sama.
Kita berbeda ruang dan waktu tapi saya paham apa yang anda pahami tanpa harus bertatap muka dan berkomunikasi sebelumnya
Ini juga merupakan kebenaran mutlak yang dapat kita jumpai.

Bagaimana bisa demikian?
Ya melebur saja dengan Alloh
Sadarnya kita jangan menyadari masalah atau materi yang tertangkap panca indra
Meskipun panca indra kita menangkap sesuatu, tapi biasakan kesadaran kita bersama Alloh
Maksudnya selalulah sadari Alloh dalam setiap detik , setiap nafas.
Itu melebur dengan Alloh namanya

Kesadaran kita tidak lagi terikat oleh kesadaran materi itu sudah bisa dikatakan sebagai fana fillah
Kok begitu simpelnya???
Memang demikian adanya
Bukti kalau saya, anda sedang bersama Alloh ketika kita menyadari Alloh adalah semakin terasa lapangnya dada kita menanggapi berbagai macam problematika hidup
Problema yg pada umumnya menyesakkan menjadi sama sekali tidak menyesakkan.
Ini dzikr itu sesungguhnya
"Ingat... Dengan Dzikrulloh lah hati menjadi tenang"
Ini bisa dibuktikan .......
Kalau tidak bisa dibuktikan, omong kosong namanya ........
Memang dzikir itu sederhana
Tanpa lafadz pun asal anda sadar mengenai kebersamaan anda dengan Alloh
Aman, anda bisa buktikan sendiri
Dan memang harus anda nikmati hal ini.

Nah kebenaran mutlak itu bermulanya juga dari kesadaran kita akan kebersamaan kita dengan Alloh
Setiap waktu baik kita sadar ataupun tidak, Alloh selalu memberikan pahaman pemahaman dan petunjuk bagi diri kita
Kalau kita sedang dalam kondisi sadar Alloh, kita pasti akan menyadari perintahNya / petunjukNya / kebenaranNya / kehendakNya
Dan kalau kita ikuti, sudah pasti akan selamat
Karena jalanNya memang jalan yang akan keselamatan.

Sedangkan jika kita tidak menyadariNya, atau sadarnya telat
Tentu kita buta akan petunjukNya & kehendakNya
Kalau sadarnya telat, condongnya kita adalah setelah mengikuti kehendak nafsu menjadi menyalahkan Tuhan
Yang seperti ini yang musti kita istighfar-i
Kalau tidak sadar, meskipun Alloh memberikan petunjuk dan perintah, sudaj barangpasti akan diabaikan.

Oke, jadi intinya, kalau kita ingin menemukan kebenaran mutlak
Selalulah bersama Alloh
Alloh selalu bersama kita namun kita tidak menyadariNya
Itu yang dinamakan lalai dan tidak bersama Alloh
Alloh selalu bersama kita dan kita sadar betul kita sedang bersamaNya, itu yang namanya dzikr
Hanya dalam keadaan dzikir / sadar itulah kebenaran mutlak akan kita temui dan pahami

Wallohu'alam bish-showab, al-fatihah

Kamis, 13 Oktober 2016

Khazanah Hikmah Dzikir Nafas

Kalau dalam tataran keilmuan tasawuf, kita mengenal adanya 3 hal pokok perjalanan. Tahalli - takholli - tajalli
Pembersihan , pengisian , pengejahwantahan.

Pada dasarnya Tahalli merupakan Pembersihan dari sifat sifat buruk
Takholli merupakan pengisian diri dengan sikap2 yang baik
Tajalli merupakan pengejahwantahan tuhan dalam diri manusia

Selama ini proses ini cukup lama karena dipahami secara terpisah pisah.
Sebenarnya hal ini sangat sederhana dan mudah jika kita jalani secara bulat total.
Dzikir Nafas yg dikembangkan oleh Jamaah Dzikir Nafas Sadar Alloh saya kira adalah kebulatan dari proses ini secara utuh tanpa terpisah pisah satu sama lainnya.

Dzikir Nafas level-1 :
Di mana kita hanya mengamati keluar dan masuknya nafas secara istiqomah,
Anda sadar ataupun tidak, tahap ini akan memproses diri kita untuk berbersih diri / bertahalli. Saktinya, disini bukan kita yang berbersih, tapi dibersihkan oleh Alloh. Sebagaimana nafas ketika kita amati dengan seksama, ternyata nafas itu bukan kita yang bernafas sesungguhnya. Tapi Alloh yang menafaskan kita. Tidak ada peran kita sama sekali dalam proses bernafas. Sangat murni dan nyata Alloh lah yang menafaskan kita. Nah inilah dimana ketika kita sadar bahwa diri kita tidak memiliki peran apapun terhadap diri kita. Proses penyucian dari Alloh itu berlangsung otomatis.

Dzikir Nafas level-2 & level-3 :
Takholli berada pada tahap ini. Setelah kosong, sunyi dari berbagai macam prasangka, pemikiran, nafsu dlsb di level-1, jangan biarkan kosong terus terusan.
Isi kekosongan itu dengan kesadaran ilahiah. Ketika nafas masuk, barengi dengan dzikir Huu... Dan ketika nafas keluar barengi dengan dzikir Alloh. (Level-2).
Kemudian setelah cukup mudah mengiringi nafas dengan dzikir huu Alloh secara berlanjut.
Kemudian ketika dzikir huu, gerakkan jiwa anda menuju Alloh yang tak terbatas, dan begitu pula ketika mendzikirkan Alloh, pasrahkan jiwa (diri) anda kepada Alloh yang maha luas tak terbatas. (Level-3)
Ini adalah proses penyadaran diri atas eksistensi Alloh. Dalam tahap ini, proses takholli sebagaimana yang sudah disinggung di atas itu akan bekerja secara otomatis. Sikap buruk mulai terlebur di level-1, dan berlanjut pada pembentukan karakter sikap yang toyyib / karimah / baik secara lahir bathin secara otomatis diberlakukan pada level-2 dan level-3 ini.

Dzikir Nafas Level-4 :
Selanjutnya adalah tajalli. Yang mana hal ini merupakan hak khusus milik Alloh terhadap pengejahwantahan diriNya kepada hamba - hambaNya yang telah melakukan perjalanan spiritual (suluk) -yang dimulai dari level {tahap} 1 s/d 3.
Banyak dari pelaku Dzikir Nafas yang diberikan tajalli af'al dan sifat oleh Alloh. Sesiapa yang ditajallikan oleh Alloh, dia akan mewakili sifat dan af'alNya.
Contoh sahabat kita yang diberi tajali sifat al-Bashir, tiba tiba saja ia bisa melihat hal hal yang terjadi di bentangan ruang dan wakti yang mustahil dijangkau secara logika. Atau yang dilimpahi sifat al-hadi atau ar-rosyid, ya apa pun yang ia ucapkan akan menjadikan pencerahan hikmah pada sesiapa saja yang mendengarnya.

Namun sekali lagi.... Tajalli itu hak mutlak Alloh, kita tak perlu mengidamkannya. Peran kita yang sangat pasti dan perlu adalah istiqomah menjalankan level 1 s/d 3. Level 4 akan otomatis diberikan oleh Alloh kepada hamba hambaNya yang bersungguh sungguh berjalan kehadiratnya.

"Apabila hambaKU mendekat sejengkal, maka AKU akan menyambutnya sehasta. Apabila hambaKU mendekat sehasta, maka AKU akan menyambutnya sedepa. Apabila hambaKU medekat kepadaKU dengan berjalan, maka AKU akan menyambutnya dengan berlari.
Apabila hambaKU mendekat kepadaKU dengan berlari, maka AKU akan menyambutnya dengan lebih cepat lagi.
Apabila hambaKU telah menunaikan SunnahKU, maka AKU akan menjadi pendengaran yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatan yang dengannya ia melihat, menjadi lisan yang dengannya ia berucap, menjadi tangan yang dengannya ia memukul, menjadi kaki yang dengannya ia berjalan." [Hadist Qudsy]

Wallohu'alam bish-showab

Rabu, 21 September 2016

Menggapai Sholat Daim dengan Dzikir Nafas

Tentang pengetahuan dan penjabaran sholat daim, semua sudah bisa diakses di google
Bahkan hampir seluruh penjabaran keilmuan yang dulu sangat sangat rahasia, kini sudah seolah bukan rahasia lagi
Yang dahulu untuk memperoleh suatu penjabaran keilmuan diperlukan perjalanan pencarian dan petualangan yang harus melintasi berbagai daerah
Kini anda / kita sudah bisa hanya dengan membuka hp atau pc.
Yaa ini memang zaman percepatan
Seluruh ilmu dibuat singkat proses penemuannya oleh Alloh.
Browsing jadi.

Tapi ...........

Inti dari ilmu itu yang tidak bisa kita temukan di google
Saripati ilmu itu tidak bisa kita temui hanya dengan membaca dan menyimpannya dalam memori otak saja
Rasa ; nikmat dari saripati ilmu itu hingga kini masih tersimpan di dalam keheningan dan kesucian
Yang tetap tak akan terjamah meskipun berjuta rujukan ilmiah kita kantongi
Selama kita tidak berjalan dengan suatu metode pejalanan,
Sholat daim mustahil anda rangkul secara haqq
Tanpa kita istiqomah menekuni suatu metode perjalanan,
Mustahil sholat daim itu terwujud

Jalan .... Iya jalan ........
Bukan diam diri tanpa bergerak
Kalau yang diam adalah jasad masih tidak masalah dan memang harus ada suatu waktu dimana jasad harus benar benar diam sediam diamnya
Namun kalau yang vakum adalah jiwanya
Ia diam ditempat tanpa beranjak sedikitpun kehadiratulloh
Itu yang salah

Yang namanya suluk itu adalah suatu proses perjalanan
Nonsen kita koar koar tentang sholat daim kalau jiwa kita sama sekali tidak beranjak mendekat kehadiratulloh
Nonsen kita bicara tentang sholat daim jika yang bergerak adalah pikirannya, bukan jiwanya.

Maka suatu metode semacam dzikir itu diperlukan
Untuk mendiamkan pikiran dan belajar menjalankan jiwa
Jalan ke mana? Bukankah Alloh itu dekat?!
Mengenai hal ini sudah banyak saya tuliskan, lain waktu saja jika Alloh menghendaki, akan kita bahas lagi

Nah salah satu metode yang tetap menjadi andalah dari dulu untuk melatih perjalanan jiwa ini adalah Dzikir Nafas
Dzikir yang memanfaatkan nafas pemberian Alloh untuk kita gunakan sebagai tasbih
Kita iringi setiap tarikan dan hembusan nafas ini dengan dzikir.
Oke .... Selanjutnya anda bisa langsung mempraktikkan dzikir nafas ini, bisa ke sini atau ke sini untuk metodenya

Atau langsung lihat gambar di bawah ini


Jumat, 12 Agustus 2016

TAHLIL - ISTIGHOTSAH - SHOLAWAT

Tahlil (serangkaian wirid / tahlilan) sebagaimana yang telah mafhum kita ketahui dan pahami selama ini
sesungguhnya menyimpan energi tersendiri yang menembus tiap - tiap batasan dan kedalaman
kedalaman bumi yang kita kenal dengan istilah Kubur 
dan juga kedalaman bathin, ini juga dapat kita katakan sebagai kubur
seperti yang telah kita pahami bahwa bathin kita memang terkubur oleh jasad
anda dapat merasakan hal ini jika anda memang telah mengasah diri anda dengan berbagai riyadhoh
tahlil yang kita wiridkan akan sampai menembus dimensi - dimensi kedalaman kubur
apabila kesadaran kita telah benar - benar terpaut dengan Alloh azza wa jalla

istighotsah adalah hubungan vertikal seorang hamba dengan Robbnya yang Maha Tinggi
kita tidak dapat membayangkan tinggi sebagaimana tinggi yang dikenal oleh alam fikir
tinggiNya adalah ketinggian dimensional spiritual / bathin
yang tak jarang sulit untuk diuraikan dalam bahasa verbal
anda yang telah menapaki perjalanan - perjalanan spiritual
telah melalui berbagai macam riyadhoh tentu insyaAlloh dapat memahaminya
istighotsah adalah perjalanan mi'rojnya seorang hamba
untuk bermunajat kepada Alloh azza wa jalla
penyerahan diri secara total untuk kemudian siap diproses olehNya

Sholawat adalah pengejahwantahan dari hubungan vertikal seorang hamba dengan RobbNya dalam istighotsah
sholawat adalah horizontalnya Daya yang telah diterima dari Alloh untuk ditebarkan kepada seluruh alam
sholawat inilah yang menjadi kunci respondnya alam semesta akan hajat - hajat kita
yang telah kita munajatkan kepada Alloh s.w.t
sholawat adalah dimensional sambungnya antar partikel semesta dengan diri kita
semesta yang sejati adalah melingkupi seluruh dimensi
baik dimensi materi hingga dimensi bathin
hingga alam arwah

antara ILAH dan ROBB

افضل ذكر فعلم انه لا اله الا الله 
seutama utamanya dzikir, ketahuilah bahwa ia adalah Laa Ilaha Illa Alloh (tiada sesembahan kecuali Alloh)

mengapa Alloh menggunakan redaksinya dengan lafadz ilaha (اله) bukan Robbun (رب) ???

ketika manusia berdzikir, hendaknya bukan hanya berdzikir secara lisan saja
melainkan akal dan hati juga turut berdzikir
dan yang paling penting dan paling inti adalah bahwasannya kesadaran juga musti dzikir
yakni dengan menyadari kehadiran Alloh dibalik segala sesuatu yang tampak materi
dzat yang maha tak tergambarkan (laitsa kamitslihi syai'un)

dengan menyadari akan kebersamaan kita dengan Alloh dalam segala hal
itulah sejatinya yang disebut dengan dzikir
Laa Ilaha Illa Alloh adalah kesadaran mengenai ketiadaan segala sesuatu hal pun yang luput dari af'al Alloh (perbuatan Alloh)
tak ada satu hal pun yang terlepas dari shibghotalloh (celupan / campur tangan Alloh)

ilaha (اله) adalah sebuah perjalanan spiritual yang lurus hanya menuju kepada Alloh
- Alif, merupakan sebuah simbolisasi peta (panduan) dari Al-Haqq untuk membawa masuk setiap hamba - hambaNya pada jalan yang lurus. Hendaknya bagi setiap pejalan spiritual (salik) teguh pada satu tujuan lurus yang mengantarkannya pada jalan lurus menuju Allohul-Haqq
keteguhan untuk tetap berada pada tujuan yang satu -Alloh- itulah yang akan memposisikan kita pada satu jalan lurus. jalan yang penuh cahaya dan petunjuk (shirotol-mustaqim)

-Lam, merupakan simbolisasi untuk mengingatkan kita agar kita senantiasa bergantung hanya kepada Alloh. Dzat Yang Maha Membimbing dan Memberi Petunjuk kepada siapapun yang dikehendakiNya.
pada intinya mengajak kita untuk tetap beristiqomah pada satu tujuan dan satu jalan. senantiasa bersama Alloh dalam segala hal. hingga kita benar - benar sampai pada kondisi mati (inna lillahi wa inna ilaihi roji'un)

-Ha, ujung dari perjalanan adalah kematian, keberserahan / islam. penyaksian secara mendalam dan nyata (Haqq) mengenai makna dari lafadz Laa-Haula-Walaa-quwwata-illa-billah. Ha' adalah simbolik dari kondisi fana fillah, zero, fitrah diri manusia.

maka sesungguhnya dzikir laa-ilaha-illa-Alloh adalah merupakan perjalanan lurus nan suci. tidak tercampur niat apapun selain menuju kehadiratNya. yang kan mengantarkan diri tiap - tiap hamba untuk kembali mencapai titik fitrah dirinya.

manusia, seorang hamba yang sampai pada titik fitrah dirinya tentu akan sampai pula pada kondisi Aslim (islam). yang merupakan bentuk penyerahan diri secara totalitas kehadirat Alloh s.w.t.
قال اسلمت لرب العالمين

mengapa tidak menggunakan kata 'Robbun' saja??
Robbun adalah bentuk penguasaan Alloh akan segala sesuatu
manusia tidak dapat meloncat langsung pada dimensi Robbun
tanpa ia berjalan lurus dan istiqomah hingga ia sampai pada keadaan fana fillah
sebagaimana dijelaskan pada litelatur perjalanan lafadz ilaha di atas

manusia yang perah berada dalam titik ha', titik fana; titik islam
barulah ia dapat menikmati dimensi robbun

yang dimaksud penguasaan Alloh atas segala sesuatu adalah bahwa dimensi Robb adalah wilayah pengejahwantahan Alloh
hanya dengan berjalan lurus dan istiqomah
hanya bersandar pada Alloh lah seorang hamba akan benar - benar dapat menyaksikan dimensi Robbun ini
dimensi dimana tampak secara nyata Alloh mengatur segala partikel yang ada segenap ufuk alam semesta
sebagaimana firmanNya dalam al-qur'an yang maknanya, "tidaklah satu zarroh pun di alam semesta ini melainkan bergerak karena izin Alloh ta'ala"

sedangkan mengenai firman Alloh di dalam surah An-Nass yang juga merupakan petunjuk jalan kembali
adalah bahwa Robb adalah zat yang menyelimuti / mengejahwantah dalam segala sesuatu benda yang tampak materiil

قل اعوذ برب الناس
Robbin-Nass adalah eksistensi yang paling mutlak di balik segala bentuk keberadan
segala bentuk yang tampak seolah ada / hidup
eksistensi yang menguasai dan mengatur segala sesuatu
ملك الناس
Malikin-Nass adalah bentuk pemerintahan Alloh atas segala sesuatu
Dia (Alloh) yang setelah mengejahwantahkan DiriNya
dia kemudian menggerakkan seluruh partikel / zarroh yang adal di alam semesta
اله الناس
ialah dimensi suci sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya
dengan kata lain, "Robb" adalah menunjukkan tempat materi
"Malik" menunjukkan adanya hakikat jiwa
"Ilah" menunjukkan hakikat tertinggi yang terpancar dan terpaut dengan eksistensiNya

kembali pada makna terdalam dari Dzikir Laa-Ilaha-Illa-Alloh
adalah pencapaian manusia / hamba pada dimensi tertinggi
kesadaran tertinggi
yakni kesadaran ilahiah yang sering kita sebut dengan istilah supra sadar
dimana kita selalu menyadari betul akan kebersamaan dan kesinambungan kita dengan Alloh

Senin, 08 Februari 2016

Dzikir - Ingat - Sadar

Kesadaran itu sebagaimana Diri, terbagi dalam 3 wilayah.
- Kesadaran Jasad
- Kesadaran Jiwa
- Kesadaran Ruh

Ingat itu mengikuti kesadaran,
Pola hadirnya ingatan itu adalah datang sesudah sadar.
Contoh, ketika kita menyadari bahwa kita sedang makan, maka kemudian hal itu akan terekam dalam memori otak, yg kemudian akan memunculkan ingatan. Suatu saat dapat kita munculkan kembali.

Sedangkan sadar, hadirnya adalah saat ini, kini,
Bukan kemarin apalagi esok.
Sadar tidak untuk menjangkau masa lalu,
Masa lalu akan terekam dalam ingatan
Sadar sifatnya mengamati yg sedang terjadi, lalu direkam oleh otak dan disimpan dalam ingatan.
Sadar pun tidak untuk menjangkau masa depan.
Masa depan wujudnya semacam khayalan.
Namun ini dalam lingkup jasad.

Kesadaran jasad, adalah kesadaran yg menangkap tingkah laku atau tangkapan tangkapan dari panca indra.
Kesadaran semacam ini berlaku untuk menyadari kegiatan materiil saja.

Dalam tingkatan berikutnya adalah kesadaran jiwa.
Dimana kesadaran ini dapat menangkap segala sesuatu diluar maupun di dalam jasad.
Kesadaran ini wilayahnya lebih luas dibanding kesadaran jasad.
Apa yg ditangkapnya kelak akan dikabarkan ke dalam pikiran
Kemudian pikiran kembali akan merekamnya.

Contoh kesadaran ini adalah menyadari bahwa di bumi ini bukan hanya eksistensi materiil saja yang ada.
Melainkan eksistensi ghoib pun juga ada.
Ia dapat menyadari kehadiran eksistensi ghoib. Kegiatan kegiatan lintas dimensi / tempat / waktu.

Jiwa ini hubungannya adalah dengan alam semesta yg terbentang luas dan ada lebih dulu daripada wadag kasar manusia
Maka kesadaran jiwa juga dapat merangkul apa apa yg terbentang di alam semesta.
Ia juga dapat merangkul waktu lampau maupun masa yang akan datang.
Ia kemudian mengabarkan pada akal / pikiran untuk dapat merekamnya dan dapat dikabarkan pada manusia lain.

Dzikir yang diterjemahkan sebagai ingatan itu adalah dzikir (ingatan) yg diterima otak dari hati (qolbu)

Dzikir yg diterjemahkan sebagai kesadaran itu adalah Dzikir (sadar) yang telah diterima hari dari pancaran Nur Alloh.

Selanjutnya adalah kesadaran Ruh.
Yakni kesadaran yg cakupannya melebihi alam semesta
Ia ada dalam wilayah ilahiah
Karena ruh lah yg berhubungan langsung dengan Robbaniyah
Ia dapat menyadari Eksistensi Tuhannya

Jika dalam kesadaran jiwa ia dapat mengetahui Tuhannya melalui esensi alam semesta
Dan dalam kesadaran jasad ia dapat mengenal tuhannya melalui perantara panca indra
Maka dalam kesadaran Ruh, ia dapat mengenali Tuhannya karena Tuhannya

Disinilah yang sering dikatakan sebagai, "Man 'arofa nafsahu faqod 'arofa robbahu"
Juga yg dikatakan oleh para arif billah dengan perkataan, "'aroftu robbiy bi robbiy"

Rabu, 11 Februari 2015

Auliya' dan Ulama'

"Yang takut kepada Alloh adalah ulama' (orang yg berilmu)"
Sedangkan
"Para waliyulloh, tidak ada rasa takut sedikitpun pada mereka" ....
Kenapa demikian??
Ilmu letaknya pada pikiran,, pikiran adalah bagian jasad...
Dipikiran juga letaknya berbagai macam was was...
Jika kita masih mengandalkan pikiran (kesadaran jasad), otomatis jiwa terkurung jasadiah ... ndak bebas.. maka wajarlah jika ketakutan selalu membayangi ....
Sedangkan waliyulloh,, pikirannya justru tidak diandalkan, yg dipakai adalah kesadaran ruh... sehingga ia bebas ndak terkurung jasadiah lagi,, maka tak ada lagi ketakutan pada diri mereka...
jika pikiran lebih suka mengira ngira dan menyangka,, maka kesadaran ruh lebih dari itu, menyaksikan dengan sejelas jelasnya hingga tak ada keraguan sama sekali baginya
wallohu 'alam

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَا لصّٰبِرِيْنَ عَلٰى مَاۤ اَصَا بَهُمْ وَا لْمُقِيْمِى الصَّلٰوةِ ۙ وَمِمَّا رَزَق...