Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Tampilkan postingan dengan label kedalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kedalaman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Agustus 2016

Lepas Orbit Ketetapan Alloh = Adzab

ketetapan Alloh akan terus berjalan meskipun engkau enggan menjalankannya
perintahNya akan tetap berjalan meskipun engkau mengabaiannya
setiap detik menit menyimpan tiap tiap lembar ketetapan dan amanah
tak perduli nafsumu mengabaikannya ataupun mengikutinya
apabila nafsumu mengabaikan ketetapan ataukah amanatNya
maka hendaklah engkau belajar dari apa yang telah engkau lakukan terhadap ketetapan yang semestinya engkau emban
itulah yang disebut hikmah
semestinya itu adalah merupakan suatu dosa
namun ketika engkau mengambil pelajaran dari semua itu,
maka engkau telah menemkan hikmah
dan dosa itu bisa saja terlebur atau tetap ada
terserah Alloh jika mengenai hal itu
yang pasti engkau tetap memperoleh kebajikan dan pengabaianmu
atas ketetapan dan amanahNya
sungguh tak ada satupun hal atau perbuatan di dunia ini yang diciptakan oleh Alloh tanpa memiliki manfaat

Kalau engkau tersadar atas kelalaianm
segeralah kembali dalam orbitmu yang seharusnya
yaitu ketetapan dari Alloh atas dirimu
Manusia tidaklah lepas dari kelalaian
karena ia memang dihinggapi nafsu / keinginan - keinginan
nafsu / keinginan itu akan terus tumbuh dan bergejolak
karena pada dasarnya pikiran itu hidup
nafsu itu adalah seirama dengan fikiran
perhatikan saja, seberapa lama pikiran itu dapat berhenti / diam?
maka akan kau daati ia tidak akan bisa diam dalam waktu yang terlalu lama
itulah fitrah pikiran
pernah suatu ketika nabi s.a.w mengabarkan bahwa Alloh menciptakan nafsu atas pembakaran makanan dalam perut
dan setelah itu ia (nafsu) berpaling dari menghadap Alloh. dan tidak ada yang dibenci oleh Alloh kecuali nafsu

Apakah tidak boleh kita berfikir?
tidak boleh jika nafsumu yang mengendalikan pikiranmu
lantas bagaimana? abaikan jika ia membawamu pada jenis - jenis khayalan
khayalan adalah gambaran yang hati kecilmu sendiri ragu akan kebenaran gambaran yang kamu dapati itu

hati kecil adalah percikan nurulloh
ia yang menyalurkan pemahaman - pemahaman atas segala bentuk pembelajaran dari Alloh s.w.t
ia sangat berbeda dengan keinginan / nafsu
ia menterjemahkan kalam ilahiah secara suci / murni
Alloh meletakkan itu di dalam diri kita untuk menjadi pegangan bagi diri kita
Maka Alloh berfirman, "Berpegang teguhlah kalian dengan tali Alloh"

sedangkan nafsu / keinginan adalah hal yang memunculkan hasrat
secara mengambang, tidak tetap, dan ragu - ragu
hati kecil itulah tali Alloh yang apabila memberikan kabar, maka ia menunjukkan kabar itu secara jelas. kuat, kokoh tak tergoyahkan
itu pulalah yang terkadang disebut sebagai khatir malaikat
sedangkan keinginan / nafsu adalah yang disebut sebagai khatir syaitan / khatir was-was

dua hal ini tidak dapat anda pikirkan
baik dengan nalar maupun berbagai jenis keilmuan
kecuali ia telah terbebas dari jeratan nafsu
nalar yang bersih bisa memahami hal ini dengan gamblang
karena nalar yang bersih tidak lagi terjerat prasangka
jika ia (nalar) terjerat oleh prasangka, tentulah ia akan berkali kali terbelok dari pemahaman yang sebenarnya

sebab itu semua pulalah Alloh kemudian mewajibkan puasa
dan rosululloh s.a.w kekasih Alloh mencontohkan akan betapa pentingnya puasa
dengan beliau mencontohkan seringnya beliau berpuasa
puasa itu melatih ketenangan, melatih diamnya fikiran dan nafsu
sekalipun nafsu itu berontak, ia hanya akan berontak pada awal - awal puasa saja
atau ketika pada akhiran puasa

cobalah amati posisi diri anda ketika berpuasa
gejolak itu akan ada dan lebih bergejolak daripada ketika tidak berpuasa
namun tetap abaikan saja ia
dan coba pahami dan selami
dari mana asalnya gejolak itu
maka anda akan mendapati bahwa gejolak itu hanya ada dan terjadi pada lapisan terluar diri anda saja
dan anda pun akan menemui bahwa masih ada dimensi - dimensi yang lebih dalam lagi daripada lapisan - lapisan yang bergejolak itu
cobalah selami dimensi - dimensi itu
maka semakin anda selami
gejolak yang semula itu akan terasa hilang dan berganti dengan ketenangan, kedamaian dan pengendapan

intinya apa dari semua itu?
dalam bertingkah laku dalam apapun, posisikan diri anda dalam kedalaman bathin anda sendiri
jangan terpukau dan terpacu oleh lapisan luar
lapisan luar itulah yang disebut nafsu
kalaupun anda tiba - tiba mengambang ke permukaan lagi
karena kelalaian yang tidak anda sangka - sangka
maka segeralah sadari posisi anda yang semestinya
tinggalkan lapisan terluar itu dan kembali pada kedalaman bathin suci anda

dengan demikian insyaAlloh anda akan tetap berada dalam orbit ketetapan Alloh yang Haqq
adzab itu otomatis akan berlaku atas diri anda
karena kealpaan dan terlepasnya anda dari orbit kataballoh
orbit ketetapan Alloh
kenapa bisa demikian?
perhatikan pusaran semesta, kalau satu saja benda langit itu terlepas dari orbitnya
maka ia akan jatuh terlempar dan terbakar ataupun pecah dan terbelah
itu tatanan ilahiah
jadi adzab itu sebenarnya bukanlah dari efek luar diri anda
melainkan efek dari diri anda sendiri yang tiba - tiba keluar dari orbit ketetapan Alloh
maka dengan sangat bijak Alloh s.w.t berfirman, "sebenarnya apa yang diperoleh tiap - tiap manusia itu adalah akibat dari apa yang telah diperbuatnya sendiri - sendiri"

Wallohu'alam bish-showab

Senin, 01 Februari 2016

Lukisan Titik Ba' Dalam Diri Manusia

Bismillahirrohmanirrohiim .....

di dalam diri setiap insan terdapat setitik daya
Semacam biji zarroh,
Sebuah benih energi murni yg berada di sebalik qolbu manusia
Bisa dikatakan semacam cahaya,
Sumber cahaya, sumber energi/daya.
Sifat zarroh ini semisal listrik ataupun magnit

Cahayanya apabila kita bangkitkan, ia akan meng-induksi tiap tiap partikel yg ada di sekelilingnya
Semua manusia memilikinya
Hanya saja sedikit manusia yg menyadari keberadaannya.

Dari setitik cahaya inilah, molekul molekul,
Atom - atom, partikel - partikel yg ada di dalam tubuh kita dapat bergerak.
Atas perintahnya, otak dapat bekerja
Tangan, kaki dan juga seluruh anggota tubuh lainnya

Siapapun yg dapat menyadari setitik cahaya ini, ia akan dapat mengendalikan apa apa yg dikehendakiNya.
Vibrasi atau getaran atau induksi dari cahaya ini jika kita tebarkan ke sekeliling kita, maka semua akan tertundukkan

Daya ini jugalah yg menyebabkan seluruh pergerakan / perputaran di alam semesta.

Perhatikan jika engkau telah meyadari eksistensi setitik cahaya ini
Tiap getarannya akan mempengaruhi gerak alam semesta
Jika engkau tenang, alam akan tenang
Jika engkau bergejolak, alam pun akan bergejolak

Kembali.... bahwa sifatnya adalah menginduksi
Dapat menginduksi molekul molekul, atom atom, partikel partikel yg ada di sekelilingnya.

Maka jika kita ingin memanfaatkannya,
Pertama hendaknya kita melebur dahulu terhadap Kuasa Sang Empunya
Menyadari titik cahaya tersebut
Menyatu dengan Sang Sumber
Kemudian barulah menebarkan getarannya

Ilmu titik ba' adalah ilmu yg menyibak tentang daya sumber ini

Perhatikan ... titik ba' ini tersimpan di sebalik lengkungan garis atasnya
Seolah olah ia tersembunyi
Dan ternyata memang garispun juga terbentuk atas banyak titik yg bersinggungan.

Titik ba' inilah gambaran secercah daya semisal zarroh yg tersimpan di balik jasad kita manusia
Menwujud gerak dan banyak hal

Wallohu'alam bish-showab

Jumat, 22 Januari 2016

Jalan Kembali

لا اله الا الله

Laa Ilaha Illa Alloh adalah peta besar untuk kembali ke hadiratulloh.

Awal mula dari segala sesuatu adalah لا = Tiada,
disana semua berada dan dikumpulkan, titik ketiadan.
sebuah persaksian agung digelar.
Alloh berfirman, "Bukankah Aku ini Tuhanmu?"
dijawablah oleh para penyaksi, "Ya, Engkaulah Tuhan Kami" [Al-Qur'an]

Maka tersaksilah Ia sebagai اله = Sesembahan
manifestasinya terlahir, "Seandainya bukan karena engkau yaa Muhammad, tentu Aku tidak akan menciptakan makhluq" [Hadist Qudsi]
demikian juga yang telah dikabarkan oleh baginda yang mulia s.a.w,
"Sesungguhnya yang mula - mula diciptakan oleh Alloh adalah Nur Nabimu" [Al-Hadist]

الا = Melainkan; pengecualian
Hijab pun diturunkan
diciptakanlah makhluq
dan kemudian Dia tiupkan ruhNya untuk menyempurnakan khalifah di bumi
seluruh makhluk diminta sujud kepada Khalifah; waliNya
semua bersujud, kecuali satu golongan,
karena ia terhijab

الله = Alloh
Disandangkanlah nama yang terpilih untuk memperkenalkanNya
mengagungkanNya
tanpa nama, tentu manusia kebingungan
Maha Suci Alloh ....
Ia tetap terhijab selama jasad masih berperan
Ia kirimkan berpuluh puluh utusan dan nabi
untuk menyadarkan manusia tentang asal muasal dan tempat kembali

"Sesungguhya kita adalah dariNya, dan Sungguh kita akn kembali jua kepadaNya"

Jalan kembali menuju asal muasal,,,
Jasad Mati (berhenti berperan) => Jiwa bergerak melangkah menuju Ruh-Nya, menyatu dengannya => Ruh kembali ke asalnya.

"Wahai sekalian nafs yang tenang, kembalilah kepada Robbmu dengan penuh ridho lagi diridhoi" [Al-Qur'an]

nafs yang tenang adalah nafs yang telah ridho.
yang tidak lagi terikat berbagai kepentingan seperti tatkala jasad masih berperan.
nafs yang tenang adalah nafs yang pasrah
ia kembali kepada Robbnya dengan penuh kepasrahan, keridhoan dan kesadaran.

saat itulah hijab terangkat, dan terbukalah segala kenyataan

kembali pada ketiadaan.
apa yang dahulu dikira ada, ternyata kini ia temui bahwa sesungguhnya itu tiada.
dan apa yang dahulunya dikira tiada kini ia jumpai dengan keberadaan.

sabda nabi yang mulia, "kelak, ketika engkau meninggal dunia, barulah engkau tahu bahwa selama ini engkau hanyalah bermimpi"

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِÙŠْÙ†َ اِذَا ذُÙƒِرَ اللّٰÙ‡ُ ÙˆَجِÙ„َتْ Ù‚ُÙ„ُÙˆْبُÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا لصّٰبِرِÙŠْÙ†َ عَÙ„ٰÙ‰ Ù…َاۤ اَصَا بَÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا Ù„ْÙ…ُÙ‚ِÙŠْÙ…ِÙ‰ الصَّÙ„ٰوةِ ۙ ÙˆَÙ…ِÙ…َّا رَزَÙ‚...