Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Tampilkan postingan dengan label tadabbur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tadabbur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2016

Penataan Diri Lepas dan Berserah

Kalau sudah pikiran yang bermain, maka ego adalah pemeran utama atas diri kita sendiri.
Bentrok fisik maupun psikis pasti akan terjadi tak terelakkan.

Banyak pertanyaan atau mungkin curhatan -lebih tepatnya- yang menghampiri saya dari beberapa teman pejalan suluk
"Cak, kok rasanya menata diri sendiri itu sulit ya? Tidak seperti kita belajar dari teman teman yang lain. Mereka kok bisa tampak mudah untuk kita pelajari. Maksudnya kita belajar dari tingkah laku orang lain itu tidak semudah belajar dari tingkah laku diri sendiri. Kira kira bagaimana ini ya??"

Kebetulan saya pun pernah merasakan demikian, yang terjadi sebenarnya adalah pengambil alihan peran ego atas diri ini lho yg terlampau dominan
Sehingga peran tuhan atas diri kita terhijab oleh ego / atau pikiran itu sendiri

Dominasi pikir ini yang dalam khazanah tasawuf disebut sebagai hijab
Dan ego ini yang dalam tasawuf juga disebut sebagai nafsu

Semestinya kan diri kita tunduknya ya kepada Alloh
Dzat Mutlak yang Menguasai dan Mengetahui segala sesuatu
Kenapa kok bisa sampai tunduknya kepada nafsu / ego
Nah ini sebenarnya karena kita kurang membuka diri dan menerima

Membuka diri ini layaknya takbir tatkala sholat itu lho
Allohu Akbar ......
Sebaiknya tatkala mengucapkan lafal ini kita bebaskan diri kita sebebas bebasnya
Maksudnya diri bathin kita ya
Jangan dan tidak lagi dibatasi oleh pikir, prasangka, gagasan, ide, khayalan dan lain sebagainya
Loss saja .......
Rasakan dan nikmati dengan benar ...
Ketika melafalkan "Alloooohhhh" buka luas luas diri anda menuju keluasan dan ke-maha akbaran Alloh
Ketika melafalkan "huu Akbar" terima dan bersedialah untuk memasuki wilayah maha besar, luas dan dahsyatNya......

Seperti itu pula ketika kita dalam kehidupan
Menata hati, menata diri
Bukan nafsu menata nafsu
Tapi pasrahkan nafsu itu kepada Alloh
Pasrahkan ego itu kepada Alloh
Cukup buka diri dan menerima limpahan ke-maha luas-anNya
dia (ego) itu akan terlebur dan tertata dengan sendirinya. (Baca: otomatis)

Nah yang demikian itu lebih menyelamatkan bagi kita
Sebagaimana imam ghozali mengatakan dalam kitab minhajul abidinnya, "nafsu itu laksana anjing, kalau anda lawan, dia akan semakin menggonggong dan melawan juga. Lebih baik anda abaikan dan anda serahkan urusan anjing itu kepada pemiliknya. Yang demikian itu akan membuat si anjing tidak mencelakai anda"

Wallohu'alam bish-showab

Senin, 24 Oktober 2016

Dari Bus Ekonomi hingga Fitrah diri

Ada satu interaksi yang memang harus kita pelajari dari Alloh melalui berbagai hal dalam kehidupan
Termasuk tatkala kita berada dalam perjalan bus ekonomi yang murah meriah dan terkadang bahkan seringkali berdesakan
Bukan hanya soal sekedar gengsi karena tak bisa naik suatu angkutan yang lebih santai
Tapi soal bagaimana kita menyikapi posisi kita di hadapan Alloh

Bukan sekedar ikut2an karena lebih murah dan hematnya
Tapi juga tentang bagaimana penerimaan kita atas posisi yang telah diamanahkan oleh Alloh
Bukan pula soal ketakutan pada kesempitan materi
Tapi tentang bagaimana keluasan diri kita hati kita ketika berada dalam sebuah desakan desakan
Ini masih dalam lingkup posisi kita dalam kendaraan umum

Pelajaran menanggalkan gengsi dan kenyamanan pelayanan pun dalam hal ini dapat kita pelajari
Dan semoga hal itu lebih dapat diterapkan dalam keseharian yang Lebih fleksibel dari pada desakan desakannya bus ekonomi

Maka siapapun kita, dari golongan apapun dan bagaimanapun
Sebaiknya lebih dapat memprioritaskan posisi kita di hadapan Alloh
Yakni menerima perintahNya dan menjalankan kehendakNya

Perintah dan Kehendak Alloh ini tidak terbatas pada tekstualitas kalam wahyu sebagaimana kita kenal dalam bentuk al-qur'an dan hadist
Ada yang lebih luas dan fleksibel lagi
Dan justru di situlah letak mutiara mutiara yang tersembunyi itu

Kalau ada yang kemudian bertanya "Manusia memangnya bisa berkomunikasi dengan Alloh?
Hingga hingga ia bisa mengenali perintah Alloh tanpa al-qur'an dan hadist?!"

Maka sadarilah, memangnya sejak kapan manusia tidak bisa berkomunikasi denganNya?
BahasaNya tanpa kata
Kalau kita yang mulai berkata kata dalam balutan bahasa regional ini tidak dapat berkomunikasi denganNya
Berarti kita yang terlalu lalai akan kefitrahan diri kita sendiri
Sedangkan semenjak bayi, kita selalu dalam bimbinganNya
Sangat pantas jika Dia mengabarkan melalui lisan utusanNya, "bayi itu terlahir dalam kondisi fitrah"

Silahkan ditadabburi dirinya
Sadari apa sebenarnya yang menghalangi anda tidak dapat menangkap pembelajaranNya lagi sebagaimana ketika bayi

Wallohu'alam, silahkan di sharingkan jika ada yang memang perlu kita sharingkan...
Wassalamu'alaikun wr wb

Kamis, 13 Oktober 2016

Khazanah Hikmah Dzikir Nafas

Kalau dalam tataran keilmuan tasawuf, kita mengenal adanya 3 hal pokok perjalanan. Tahalli - takholli - tajalli
Pembersihan , pengisian , pengejahwantahan.

Pada dasarnya Tahalli merupakan Pembersihan dari sifat sifat buruk
Takholli merupakan pengisian diri dengan sikap2 yang baik
Tajalli merupakan pengejahwantahan tuhan dalam diri manusia

Selama ini proses ini cukup lama karena dipahami secara terpisah pisah.
Sebenarnya hal ini sangat sederhana dan mudah jika kita jalani secara bulat total.
Dzikir Nafas yg dikembangkan oleh Jamaah Dzikir Nafas Sadar Alloh saya kira adalah kebulatan dari proses ini secara utuh tanpa terpisah pisah satu sama lainnya.

Dzikir Nafas level-1 :
Di mana kita hanya mengamati keluar dan masuknya nafas secara istiqomah,
Anda sadar ataupun tidak, tahap ini akan memproses diri kita untuk berbersih diri / bertahalli. Saktinya, disini bukan kita yang berbersih, tapi dibersihkan oleh Alloh. Sebagaimana nafas ketika kita amati dengan seksama, ternyata nafas itu bukan kita yang bernafas sesungguhnya. Tapi Alloh yang menafaskan kita. Tidak ada peran kita sama sekali dalam proses bernafas. Sangat murni dan nyata Alloh lah yang menafaskan kita. Nah inilah dimana ketika kita sadar bahwa diri kita tidak memiliki peran apapun terhadap diri kita. Proses penyucian dari Alloh itu berlangsung otomatis.

Dzikir Nafas level-2 & level-3 :
Takholli berada pada tahap ini. Setelah kosong, sunyi dari berbagai macam prasangka, pemikiran, nafsu dlsb di level-1, jangan biarkan kosong terus terusan.
Isi kekosongan itu dengan kesadaran ilahiah. Ketika nafas masuk, barengi dengan dzikir Huu... Dan ketika nafas keluar barengi dengan dzikir Alloh. (Level-2).
Kemudian setelah cukup mudah mengiringi nafas dengan dzikir huu Alloh secara berlanjut.
Kemudian ketika dzikir huu, gerakkan jiwa anda menuju Alloh yang tak terbatas, dan begitu pula ketika mendzikirkan Alloh, pasrahkan jiwa (diri) anda kepada Alloh yang maha luas tak terbatas. (Level-3)
Ini adalah proses penyadaran diri atas eksistensi Alloh. Dalam tahap ini, proses takholli sebagaimana yang sudah disinggung di atas itu akan bekerja secara otomatis. Sikap buruk mulai terlebur di level-1, dan berlanjut pada pembentukan karakter sikap yang toyyib / karimah / baik secara lahir bathin secara otomatis diberlakukan pada level-2 dan level-3 ini.

Dzikir Nafas Level-4 :
Selanjutnya adalah tajalli. Yang mana hal ini merupakan hak khusus milik Alloh terhadap pengejahwantahan diriNya kepada hamba - hambaNya yang telah melakukan perjalanan spiritual (suluk) -yang dimulai dari level {tahap} 1 s/d 3.
Banyak dari pelaku Dzikir Nafas yang diberikan tajalli af'al dan sifat oleh Alloh. Sesiapa yang ditajallikan oleh Alloh, dia akan mewakili sifat dan af'alNya.
Contoh sahabat kita yang diberi tajali sifat al-Bashir, tiba tiba saja ia bisa melihat hal hal yang terjadi di bentangan ruang dan wakti yang mustahil dijangkau secara logika. Atau yang dilimpahi sifat al-hadi atau ar-rosyid, ya apa pun yang ia ucapkan akan menjadikan pencerahan hikmah pada sesiapa saja yang mendengarnya.

Namun sekali lagi.... Tajalli itu hak mutlak Alloh, kita tak perlu mengidamkannya. Peran kita yang sangat pasti dan perlu adalah istiqomah menjalankan level 1 s/d 3. Level 4 akan otomatis diberikan oleh Alloh kepada hamba hambaNya yang bersungguh sungguh berjalan kehadiratnya.

"Apabila hambaKU mendekat sejengkal, maka AKU akan menyambutnya sehasta. Apabila hambaKU mendekat sehasta, maka AKU akan menyambutnya sedepa. Apabila hambaKU medekat kepadaKU dengan berjalan, maka AKU akan menyambutnya dengan berlari.
Apabila hambaKU mendekat kepadaKU dengan berlari, maka AKU akan menyambutnya dengan lebih cepat lagi.
Apabila hambaKU telah menunaikan SunnahKU, maka AKU akan menjadi pendengaran yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatan yang dengannya ia melihat, menjadi lisan yang dengannya ia berucap, menjadi tangan yang dengannya ia memukul, menjadi kaki yang dengannya ia berjalan." [Hadist Qudsy]

Wallohu'alam bish-showab

Sabtu, 24 September 2016

Alloh Yang Mengatur kita atau kita yang mengatur Tuhan

Siapapun anda yang tergerak untuk membaca ini
Mari kita diam sejenak dari macam macam prasangka yang ada di dalam benak kita
Mari kita sama sama memasuki kedalaman bathin kita masing masing

Saya tidak mengatakan bahwa do'a itu adalah bentuk pengaturan kita atas kehendak tuhan
Atau do'a adalah seirama dengan ketidak ikhlasan kita menerima apa apa bentuk pemberian Alloh
Saya juga tidak mengatakan bahwa kita bisa mendikte tuhan
Karena sesungguhnya Alloh berkehendak semaunya sendiri saja
Karena memang kebijaksanaannya melebihi segala sudut pandang manusia

Yang saya maksud dengan kalimat "kita yang mengatur tuhan" sesungguhnya adalah sebuah kemustahilan
Yang menyebabkan seluruh doa kita tidak terkabulkan
Seluruh angan angan kita menjadi kosong tak berarti
Padahal sesungguhnya jika sesuatu yang terbesit di dalam benak kita itu adalah bentuk pengaturan dari Alloh
Maka hal itu akan mewujud "kun-fa-yakun"

Oke kita persantai bahasanya
Kita tentu pernah memimpikan banyak hal
Di dalam benak kita terurai banyak gambaran dan lalu menggerakkan lisan atau hati kita untuk berdoa
Dan doa itu ada terwujud dan ada yang tidak
Pernah kita memperhatikan ketika doa itu terwujud
Sesungguhnya yang menggerakkan kita untuk berdoa itu adalah Alloh?
Atau pernahkah kita menengok bahwa yang berdoa ketika doa itu tidak mewujud itu adalah refleksi hasil ego kita?
Nah ketika ego kita yang berkata kata
Atau yang membentuk suatu bayangan di dalam pikiran
Itulah yang dikatakan mendikte tuhan
Mengatur tuhan

Sudah tentu hal itu membuat tidak terkabulnya suatu permohonan
Padahal jelas jelas Alloh berfirman, "Berdoalah pasti akan Aku kabulkan", dan ditegaskan lagi oleh firmanNya (yg artinya), "dan janji Alloh itu adalah pasti"
Seringkali kalau doa kita tidak juga terkabul, kita akan mempertanyakan janji Alloh yang itu
Wajar.... Manusia....
Sungguh manusia itu sangatlah bodoh
Dalam kondisi yang demikian pun kita masih berani mempertanyakan janji tuhan
Bukannya malah intropeksi diri
Apakah kita telah terlanjur mencoba mengatur tuhan?
Ketika kita sadar bahwa kita telah mengatur tuhan,
Semestinya kita juga sadar siapa yang sedang berperan atas diri kita kala itu.
Ego, nafsu, sifat syaithoniah dan iblisiyah manusia, was was al-khonnas, yuwaswisufi shudurinnas min al-jinn wa an-nass.

Lain halnya kalau yang berperan di dalam diri kita adalah Alloh
Lisan kita, hati kita, benak kita, segala sesuatu yang ada di dalam diri kita adalah haqq Alloh
Yang menggerakkan kita berdoa adalah Alloh
Maka sudah barang tentu gerak selanjutnya yang untuk merealisasikan doa juga adalah merupakan af'al / gerak Alloh

Misal begini, ketika kita sudah berputus asa terhadap dunia
Lalu kita bertekad meninggalkan dunia
Lari beranjak ke Alloh
Dan berserah diri secara total kepadaNya
Ketika begitu kuatnya kita berasyik masyuk dengan Alloh
Kok tiba tiba muncul benak yang sangat kuat dan sangat meyakinkan bahwa kita masih harus menata dunia
Sehingga menjadi baldatun toyyibatun warobbun al-ghofur
Begitu pun selanjutnya kok kita terasa bergerak begitu ringan atas segala perbuatan yang merubah sesama ke arah yang lebih positif
Dan lisan kita ketika berdoa pun semuanya secara tiba tiba / spontan saja
Dan semua doa terealisasi
Di situlah letak pengaturan Alloh

Nah selanjutnya bagaimana agar kita semua dapat mencapai posisi itu?
Posisi yang segala sesuatunya digerakkan oleh Alloh
Posisi dimana Diri kita menjadi wadah tajalliNya Alloh, bukan tajallinya nafsu , was was , syaiton dan iblis

Yang pertama dan pasti adalah anda / kita musti sering sering berada dalam kondisi hening, sunyi, diam, kosong
Hening dari prasangka, sunyi dari pemikiran, diam dari berbagai gagasan, kosong atas keinginan.
Ini dapat kita latih (riyadhohi) melalui Dzikir Nafas Tahap Satu.

Seba'da itu sandarkan dan sadarkan diri anda hanya kepada Alloh dengan melatih dalam setiap masuk dan keluarnya nafas dibarengi dengan dzikir Huu Alloh.

Hal ini bermanfaat untuk mengabaikan ego nafsu kita
Dan mengembalikan seluruh eksisitensi diri kita kepada Alloh.
Selanjutnya latih untuk jumeneng
Yaitu tegap lurus ke Alloh
Suluk / berjalan kehadiratulloh
Ini dapat anda latih secara kontinyu dengan dzikir nafas tahap 3.

Selanjutnya terserah Alloh hendak mentajallikan DiriNya , af'alNya seperti apa dalam diri kita

Kita tak perlu takut untuk berjalan kehadiratnya
Penguasaan ilmu dan amalan bukanlah tolok ukur utamanya untuk mencapai maqom fana fillah tersebut
Tolok ukur utamanya adalah kebulatan tekad kita untuk melebur dalam kuasa Alloh
Dengan membersihkan seluruh bentuk ego diri kita
Semoga hal ini bermanfaat untuk kita semua
Yang merindukan Alloh

Kamis, 14 Juli 2016

Tadabbur, nDERES #2 Al-Baqoroh : 1-7

penegasan dari Alloh tentang mereka yang telah benar - benar telah ber-bismillahirrohmaanirrohiim, menemukan titik Ba' dan kitab pribadi dalam dirinya yang berupa petunjuk hidup baginya.



Rabu, 13 Juli 2016

Tadabbur, nderes #1 Al Fatihah

pengaplikasian metode Tadabbur (berdialog dengan Al-qur'an) untuk memahami kandungan dan kedalaman makna - makna tersirat dari Al-Qur'an.





Rabu, 22 Juni 2016

Nderes #4 Tadabbur Q.S Al-Ahzab : 56

berikut link tentang tata cara / adab bersholawat, baik secara lahiri maupun bathini, silahkan .....

sarana tadabbur Q.S al-Ahzab 56

Nderes Qur'an #3 - Q.S al-ahzab : 35 -

berhubung cukup banyak apa yang saya tuliskan, maka pembaca bisa langsung mengunjunginya di link berikut :

nderes #3 Q.S Al-Ahzab : 35

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِÙŠْÙ†َ اِذَا ذُÙƒِرَ اللّٰÙ‡ُ ÙˆَجِÙ„َتْ Ù‚ُÙ„ُÙˆْبُÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا لصّٰبِرِÙŠْÙ†َ عَÙ„ٰÙ‰ Ù…َاۤ اَصَا بَÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا Ù„ْÙ…ُÙ‚ِÙŠْÙ…ِÙ‰ الصَّÙ„ٰوةِ ۙ ÙˆَÙ…ِÙ…َّا رَزَÙ‚...