Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Tampilkan postingan dengan label al-'Ala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al-'Ala. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 September 2016

Cahaya Nubuwwah al-Qur'an

Suatu ketika Rosululloh s.a.w bersabda yang menyatakan bahwa ganjaran setiap satu ayat dari al-qur'an itu memiliki 10 pahala atau keutamaan. Dan beliau juga menegaskan bahwa alif lam mim itu bukanlah satu kesatuan, melainkan alif merupakan satu huruf, lam satu huruf, dan mim juga satu huruf.

Oke kita tidak hendak bermain main dengan banyak hadist risalah nabi
InsyaAlloh saya ajak siapapun yang membaca tulisan ini untuk dapat benar benar mendapati kutamaan per huruf nya dari al-qur'an tersebut
Saya juga tidak boro boro mengajak anda memahami maknanya terlebih dahulu.

Suatu ketika rasul s.a.w juga mengingatkan bahwa al-qur'an juga bisa melaknat sesiapa yang membacanya.
Naudzu billah min dzalik

Intinya bagaimana kita tetap berada dalam jalan yang lurus ketika membaca al-qur'an
Sehingga kita mendapat keutamaan dan terhindar dari laknat darinya

"Menurut saya cak, al-qur'an itu akan melaknat pembacanya ketika ia hanya dibaca saja tanpa dipahami maknanya"
"Menurut saya cak, al-qur'an itu akan melaknat pembacanya yang tidak memperhatikan bacaan dan tajwidnya, karena itu akan merubah makna al-qur'an"
"Menurut saya, laknat itu akan muncul kepada mereka yang ngawur menerjemahkan al-qur'an. Yaitu yang tidak mengikuti penafsiran para ulama terdahulu"
Setidaknya itu pernyataan yang sering menghampiri saya.

Ketiga contoh pendapat tersebut tidak ada yang salah, semua memiliki kebenarannya masing masing
"Lho kok gitu?"
Iya. Al-qur'an itu sangat luas jangkauannya. Ia sangat bisa dan sangat mungkin melaknat pembacanya dari masing masing 3 permisalan pendapat di atas.
Kalau kita hanya membaca tanpa memahami maknanya, itu juga membuka kesempatan turunnya laknat qur'an tapi juga bisa menurunkan rahmat Alloh melalui al-qur'an

Sekarang mari kita pahami,
Apa itu rahmat / pahala / ganjaran
Dan apa itu laknat
Setidaknya secara luas, pemahaman yang global tentang rahmat / pahala / ganjaran ini adalah suatu keadaan yang membuat hati kita bungah (berbunga bunga) ; bahagia karena suatu kenikmatan
Dengan kata lain, kalau anda sholat/dzikir/membaca qur'an kok tiba tiba anda mendapatkan suatu ketenangan bathin
Kebungahan jiwa atau pencerahan baru
Maka dapat dikatakan disitulah percikan rahmat itu sedang membelai anda

Sebaliknya, laknat adalah sesuatu yang membuat hati kita menyempit, gelisah, gundah dan semacamnya.
Entah ketika kita sholat / dzikir / membaca al-qur'an kok kita justru merasakan kesempitan atau kegelisahan
Disitulah satu indikasi kita sedang diperciki oleh laknat
Nauzu billah

Oke.......
Saya harap pembaca sudah pernah mempraktikkan dzikir nafas
Atau beberapa metode lainnya untuk berlaku suluk.
Karena dengan sebuah praktikum perjalanan suluk, insyaAlloh kita akan mudah memahami hal ini.

Bismillah.
Kalau kita bersuluk, kita mengaktifkan kesadaran kita untuk menyadari akan posisi kita dengan Alloh
Maka disitu dapat kita rasakan dengan sangat jelas adanya perbedaan antara ketika kita sadar alloh dan ketika tidak menyadari adanya Alloh.
Ketika sadar Alloh kita akan merasakan kelapang jiwa
Dan ketika kita lalai di situ kita akan mendapati kegelisahan.

Nah dari sini kita insyaAlloh akan paham, ternyata laknat itu akan hinggap ketika kita tidak menyadari posisi kita dengan Alloh.

Demikian pulalah ketika membaca al-qur'an,
Tolak ukur hadirnya rahmat atau laknat bukanlah dari seberapa pandai kita membacanya, menterjemahkannya, atau menafsirkannya.
Melainkan seberapa kita mnyadari posisi kita dengan Alloh tatkala kita membaca firmanNya tersebut

Kalau anda membaca satu huruf saja dengan sadar Alloh secara penuh
Saya yakin getaran iman yang disebut sebgai khouf itu akan menjalari tubuh kita
Namun getaran khouf itu tidak menghadirkan kegalauan atau kesempitan
Melainkn justru menghadirkan kelapangan, pencerahan dan keimanan
Itu tanda bahwa rahmat alloh melalui al-qur'an membasuh diri kita

Hal ini sangat mungkin terjadi meski tanpa kita tahu dulu artian hurufnya.
Jadi meskipun anda membaca al-quran dengan apa adanya (tanpa paham filosofi atau makna per huruf)
Limpahan rahmatNya tetap bisa mengalir kepada Anda
Meskipun anda membaca satu jus secara kontinyu, tanpa membaca terjemahannya.
Masih sangat mungkin rahmat itu turun bagi anda.
Meskipun anda membaca dengan lisan yang kurah fasih secar tajwid
Tapi kesadaran anda atas Alloh kok memancar tegap
Sangat mungkin rahmat itu akan membanjiri anda

Demikian pun sebaliknya
Meskipun kita fasih secara tajwid, pandai bahasa arab, dan pandai tafsir qur'an
Namun sama sekali tidak ada kesadaran ilahiah (sadar Alloh) ketika membaca, menterjemahkan, atau menafsirkan al-qur'an
Sangat mungkin hal tersebut akan melimpahkan laknat kepada kita
Naudzu billah min dzalik

Semoga Alloh senantiasa meridhoi kita dan memposisikan kita dalam kesadaran ilahiah.
Amin

Minggu, 31 Juli 2016

ZUHUD fid-Dunya ilal-Baqo'

ada banyak sensasi dalam tiap - tiap perjalanan
ada banyak hadiah - hadiah, efek dari sebuah lelaku
suluk adalah perjalanan spiritual pribadi seorang hamba
yang tujuan utamanya harus dan wajib hanya kepada Alloh s.w.t
tentang efek dari lelaku,
setiap manusia boleh menyebutnya dengan apa saja sebutannya

ada yang menyebutnya godaan
ada yang menyebutnya hadiah
ada yang menyebutnya nikmat
dan ada banyak lagi sebutan - sebutannya

yang jelas kita hendaknya bersikap zuhud terhadap apaun yang kita temui dalam laku suluk kita
sampai benar - benar bermuwajjahah dengan Allohu Robbul izzah

zuhud adalah sikap sederhana
biasa - biasa saja menghadapi apapun
zuhud adalah menggenggam
tanpa harus masuk ke dalam hati apa yang digenggamnya

zuhud itu bertingkat - tingkat
pada tingkatan yang paling awal
adalah zuhud terhadap dunia
tatkala seorang salik (pejalan suluk) memulai perjalanannya
yakni perjalanan spiritualnya
ia akan seolah olah dihadapkan pada nikmatnya dunia
banyak hidangan - hidangan duniawi yang terhampar bagi dirinya
hal ini dipersilahkan bagi salik untuk memilih
boleh menolaknya ataupun menerimanya

jika ia menerimanya
ia musti menancapkan rasa syukur di dalam dirinya
tidak memasukkan kecintaan terhadap dunia yang telah digenggamnya kedalam hatinya
ia harus menyadari, siapa yang telah menghamparkan dunia atasnya
siapa yang telah menghidangkannya
Alloh. adalah satu - satunya dzat
yang memiliki akses penuh atas izin kepada siapa Dunia Ia kuasakan

seorang salik harusnya semakin tumbuh cintanya kepada Alloh
tatkala dunia dihamparkan oleh Alloh untuk dirinya
bukan yang sebaliknya
cintanya justru terbelokkan kepada dunia
jika yang terjadi adalah demikian yang terbalik
maka celakalah ia
ia telah terhenti pada nikmat yang sementara

Namun jika si salik menolaknya
ia harus berani berjalan teguh ke Alloh tanpa apa pun
kepasrahan dan ketundukan yang luar biasa
harus ia munculkan dalam dirinya
karena akan semakin banyak tantangan dan godaan yang berbisik kepadanya
mengenai ketakutan ketakutan, was - was, dan lain sebagainya
jika demikian
maka si salik wajib meyakin betul bahwa hanya Alloh lah yang akan mencukupi segala kebutuhannya
dan seandainya pun ia gagal, ia adalah seorang mujahid di jalanNya
inilah yang dijalani para sufi terdahulu
yang juga dijalani oleh para sahabat di zaman nabi s.a.w

mengenai ini, Alloh s.w.t telah berfirman yang menjelaskan bahwa barangsiapa yang memilih dunia,
maka baginya akan diberikan dunia tanpa ada kelebihannya.
dan barangsiapa yang menghendaki akhirat, maka akan diberikan kepadanya kenikmatan akhirat dan ditambahkan pula nikmat dunia bagi dirinya.
Alloh juga berfirman, jangan lupakan bagianmu di dunia

zuhud pada tingkatan yang selanjutnya adalah zuhud atas surga
setelah seorang salik sedemikian kuatnya berpegang teguh
akan niatnya untuk berjumpa dengan alloh s.w.t
dunia sudah barang pasti akan dicampakkannya
dunia akan ia abaikan sampai pada tingkat berikutnya
wilayah nikmat akhirat yang disebut sebagai surga

di sini semestinya ia juga bersikap zuhud
karena jika ia terpesona akan indahnya surga
ia akan terhenti di sana tanpa menemukan apa yang dulunya ia niati
firman Alloh mengenai penduduk surga yang benar - benar mengharapkan perjumpaan denganNya,
"...kemudian mereka berkata menuntut janji akan perjumpaan dengan alloh,
maka Alloh pun memerintahkan para malaikat untuk menyingkap tabriNya
menampakkan wajahNya kepada para hambaNya yang benar - benar mengharapkan perjumpaan denganNya"

seseorang yang terpesona dengan indahnya surga
akan lalai terhadap pertemuan agung dengan Robbnya

zuhud selanjutnya adalah zuhud dari karomah dan limpahan ilmu
ketika seorang salik dihadapkan pada surga
ia tak bergeming
ia benar - benar zuhud
maka tatkala tabirNya benar - benar telah disingkap
sang salik akan sampai pada cahayaNya
yang menyebabkan ia bersujud
ini yang disampaikan oleh baginda nabi yang mulia s.a.w
"amal yang tanpa ilmu itu sia sia"

cahayaNya adalah ilmu itu
juga karomah, termasuk bagian dari cahaya itu
juga berbagai macam ilmu hikmah
ilmu akan menjelaskan kepadanya tentang Alloh
sifat - sifatNya, af'alNya
namun belum DzatNya secara nyata

seorang salik hendaknya tidak berhenti pada tataran ilmu
tetap berpegang teguh dan kuat niat awalnya
untuk bermuwajjahah dengan Alloh s.w.t
maka tatkala ia telah melewati samudra ilmu
samudra cahayaNya
sampailah ia pada perjumpaan agung dengan robbul 'alamin

Shodaqollohu wallohu 'alam bish-showab

Rabu, 27 Januari 2016

Tempat Yang Tertinggi

Huu Alloh .........
dalam prosesi keluar masuknya nafas, jika kita amati dan pahami lebih dalam lagi. ternyata di sebalik proses keluar masuknya nafas ada sebuah dorongan kuat yang menyebabkan nafas ini tertarik masuk dan terdorong keluar.

Dalam khazanah kedokteran, yang menyebabkan nafas ini masuk adalah suatu organ yang letaknya ada di antara perut dan dada kita. ketika kita telisik lebih lanjut lagi, ternyata yang menggerakkan organ tersebut adalah otak.

suatu ketika, saya diberi kesempatan oleh Alloh untuk bertanya pada seorang mahasiswa kedokteran. dan paragraf di atas, penjelasannya adalah saya dapatkan dari mahasiswa kedokteran tersebut. dari kesempatan tersebut, saya bertanya terus mengenai siapa yang sebenarnya berperan menarik dan mendorong nafas? ia jawab; yang menyebabkan nafas keluar dan masuk adalah suatu organ yang berada di antara perut dan dada. kemudian saya bertanya lagi, siapa pula yang menggerakkan organ di antara perut dan dada tersebut? hingga pada ujungnya saya tanyakan siapa yang memerintahkan otak?. maka saya temukan sampai detik ini keilmuan kita baru bisa sampai pada otak saja. selebihnya banyak yang tidak tahu. bahkan hampir kebanyakan orang bingung atau linglung . yang kebetulan beragama islam akan menjawab bahwa yang menggerakkan otak adalah Alloh. selebihnya entah, saya tidak hendak membahasnya.

dari nafas ini kemudian kita dapat mengetahui adanya organ di antara perut dan dada. kemudian dapat juga kita sadari bahwa ternyata organ tersebut masih berada dibawah komando otak. dan selanjutnya, seperti yang sudah kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan kita sedang berhenti pada otak.

namun apakah benar hanya sebatas itu kita diijinkan oleh Alloh untuk menyibak kuasanya? apakah tidak diperbolehkan kita beranjakn lebih jauh dan lebih dalam lagi? mengingat jabatan kita sebagai khalifatulloh yang tentunya ada izin tersendiri dariNya untuk mengetahui secuil "rahasia" yang lebih dalam dari otak.

dalam sebuah peneletian ilmiah terakhir ini juga tampaknya telah ada suatu rumusan yang menyatakan bahwa otak sangat berpengaruh terhadap gerak semesta. pada golongan tertentu ada yang menyatakan bahwa otak tergerak akibat dari energi semesta.

terlepas dari sebuah atau juga banyak pendapat. kita coba selami sendiri siapa sebenarnya yang berperan menggerakkan / memerintahkan otak.

sebelum sampai pada pemahaman siapa yang memerintahkan otak, maka seringkali / biasanya kita akan sampai pada kondisi atau dimensi pemahaman bahwa justru otak kita adalah bagian dari semesta yang berwenang sebagai penggerak semesta.

dari otak ini kita dapat memerintahkan orang lain tanpa sepatah katapun (misalnya). dengan otak ini kita juga dapat menggerakkan pergerakan alam semesta, semisal mengendalikan hujan, angin dsb.
kita selami lebih dalam lagi, otak tergerak atas perintah atau sebab adanya Daya. sebuah energi murni dari Alloh untuk tiap tiap makhluqNya. Daya inilah yang sambung langsung dengan Alloh. dari kemurnian daya ini kemudian kita dapat mengenali banyak hal. otak dapat bekerja sebagaimana yang kita ketahui saat ini.

Daya inilah yang dapat saya katakan sebagai pintu Gerbang menuju hadirat Alloh.
pintu gerbang Makrifatulloh
Cahaya - cahaya ilahiah terpancar melaluinya
pesan pesan ilahiah juga turun atasnya
yang kemudian dapat kita kenali dengan sebutan Ide.
lantas ide murni yang kita ikuti akan disalurkan oleh otak ke sekujur tubuh
mewujud sebagai gerak

Laa Ilaha illa Alloh

semakin kita selami lagi, di sanalah kita sampai pada dimensi al-'Ala (yang tertinggi)


Dalam sebuah peribadatan, yang beribadah sesungguhnya dan semestinya adalah jiwa kita. Kita berada pada dimensi ruhaniah. dalam kondisi jiwa yang tenang (Muthmainnah). kondisi yang penuh keridhoan dan kepasrahan kepada Ilah.
Maka diserulah ia, "Yaa Aiyyatuhan-Nafsu al-Muthmainnah"
"wahai jiwa  (nafs/diri) yang tenang"
"Irji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah" ; kembalilah kepada Robbmu dengan kondisi yang ridho lagi diridhoi.
"fadkhuli fi 'ibadi, wadkhuli jannati" ; maka masuklah dalam golongan hamba - hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu.

"Ash-Sholatu Mi'rojul Mukmin"; Sholat itu adalah Mi'rojnya mukmin.
Sholat sebagai mi'rojnya mukmin itu adalah benar,
sholat yang benar itu akan mengantarkan pada kondisi mi'roj.
Sholat yang dituntun dan digerakkan oleh Yang Maha Benar (Al-Haqq) akan menarik kita untuk melangkah pada dimensi tertinggi.

Dalam hal ini tentunya kondisi kita benar - benar telah pasrah dan ridho.
maka pencapaian terujung dari manusia adalah pasrah dan ridho pada Alloh saja.
dan selebihnya terserah Alloh.
Alloh yang memperjalankan,
Alloh yang menggerakkan,
Alloh yang mearik,
Alloh yang mengarahkan.

'Laa haula Wa LAa Quwwata Illa Billah, Laa Ilaha Illa Alloh"

Disana tak Ada Lagi Daya, Tak Ada Lagi Energi, Tak Ada Lagi Kekuatan
Yang ada hanyalah Alloh semata.
Tak pernah lagi ada yang lain
maka dikatakanlah Alloh itu Qodim, Baqo', Laitsa Kamistlihi Syai'
Karna memang tak ada apapun
Alloh itu tetap dan kekal

KalamNya "Kun Fa Yakun"

terlimpah pada dimensi Ruhaniah, kemudian Ruh menggerakkan otak, otak menggerakkan alam semesta; menggerakkan pula jasad / tubuh, dan alam semesta pun mendukung / merespon dengan baik dan patuh atas perintahNya.

Setan dapat perintah untuk bersujud kepada Adam bukan berarti Alloh memerintahkan mereka untuk menyembah Adam.
disinilah keindahan Adam. Makhluq ciptaaan Alloh yang disertai hijab. maka siapapun yang tak menyelami / menyadari apa yang ada dibalik hijab, tentulah ia terhijab.

Kebetulan saat itu mereka melihat adam hanya dari bentuk fisiknya saja.
maka timbullah kesombongannya, "Ana Khoirun Min-Hum"
maka muncullah ke-aku-annya; aku lebih baik dari dia.

dari peristiwa tersebut, kemudian Alloh mengabadikannya dalam bentuk "Hawa"
hingga saat ini, sampai detik ini masih dapat kita pelajari tentang sifat ke-aku-an dan hijab juga eksistensi.
Dari sesosok manusia yang dikenal sebagai sosok kaum "Hawa"

Sesungguhnya Alloh menyuruh Setan untuk tunduk pada Eksistensi adam, yang merupakan manifestasi Alloh. namun tampaknya mereka terhijab akan wujud Adam.

Kemudian Alloh menciptakan pasangan Adam, yakni Hawa.
Hawa pun dibekali kesucian oleh Alloh, hingga sekarang.
maka Hawa harus pula dibalut oleh hijab
layaknya kisah Adam,
Eksistensi adam itu suci, maka Alloh memakaikan hijab (Wadag)

Hanya kekasih lah yang boleh membuka hijab tersebut
dan menatap bahkan menikmati kesuciannya

Hawa-pun diciptakan Alloh sedemikian rupa
agar kita dapat membacanya
hanya yang telah memaharnya saja,
yang mengikatnya atas nama Alloh dan Rosululloh saja yang boleh menyentuhnya
menyibak hijabnya.

Sungguh Maha Indah Alloh..

Maka pelajarilah apa - apa yang tak tertulis
sungguh kalam Alloh demikian dahsyatnya
Ayat - ayatNya, IlmuNya sungguh luar biasa Luas tak terbendung.

Siapkan dirimu, siapkan kesadaranmu
untuk dikenalkanNya
berkenalan denganNya

"Aroftu Robbiy biRobbiy"

صدق الله العظيم

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِÙŠْÙ†َ اِذَا ذُÙƒِرَ اللّٰÙ‡ُ ÙˆَجِÙ„َتْ Ù‚ُÙ„ُÙˆْبُÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا لصّٰبِرِÙŠْÙ†َ عَÙ„ٰÙ‰ Ù…َاۤ اَصَا بَÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا Ù„ْÙ…ُÙ‚ِÙŠْÙ…ِÙ‰ الصَّÙ„ٰوةِ ۙ ÙˆَÙ…ِÙ…َّا رَزَÙ‚...