Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Tampilkan postingan dengan label tafsir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tafsir. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2016

Dari Bus Ekonomi hingga Fitrah diri

Ada satu interaksi yang memang harus kita pelajari dari Alloh melalui berbagai hal dalam kehidupan
Termasuk tatkala kita berada dalam perjalan bus ekonomi yang murah meriah dan terkadang bahkan seringkali berdesakan
Bukan hanya soal sekedar gengsi karena tak bisa naik suatu angkutan yang lebih santai
Tapi soal bagaimana kita menyikapi posisi kita di hadapan Alloh

Bukan sekedar ikut2an karena lebih murah dan hematnya
Tapi juga tentang bagaimana penerimaan kita atas posisi yang telah diamanahkan oleh Alloh
Bukan pula soal ketakutan pada kesempitan materi
Tapi tentang bagaimana keluasan diri kita hati kita ketika berada dalam sebuah desakan desakan
Ini masih dalam lingkup posisi kita dalam kendaraan umum

Pelajaran menanggalkan gengsi dan kenyamanan pelayanan pun dalam hal ini dapat kita pelajari
Dan semoga hal itu lebih dapat diterapkan dalam keseharian yang Lebih fleksibel dari pada desakan desakannya bus ekonomi

Maka siapapun kita, dari golongan apapun dan bagaimanapun
Sebaiknya lebih dapat memprioritaskan posisi kita di hadapan Alloh
Yakni menerima perintahNya dan menjalankan kehendakNya

Perintah dan Kehendak Alloh ini tidak terbatas pada tekstualitas kalam wahyu sebagaimana kita kenal dalam bentuk al-qur'an dan hadist
Ada yang lebih luas dan fleksibel lagi
Dan justru di situlah letak mutiara mutiara yang tersembunyi itu

Kalau ada yang kemudian bertanya "Manusia memangnya bisa berkomunikasi dengan Alloh?
Hingga hingga ia bisa mengenali perintah Alloh tanpa al-qur'an dan hadist?!"

Maka sadarilah, memangnya sejak kapan manusia tidak bisa berkomunikasi denganNya?
BahasaNya tanpa kata
Kalau kita yang mulai berkata kata dalam balutan bahasa regional ini tidak dapat berkomunikasi denganNya
Berarti kita yang terlalu lalai akan kefitrahan diri kita sendiri
Sedangkan semenjak bayi, kita selalu dalam bimbinganNya
Sangat pantas jika Dia mengabarkan melalui lisan utusanNya, "bayi itu terlahir dalam kondisi fitrah"

Silahkan ditadabburi dirinya
Sadari apa sebenarnya yang menghalangi anda tidak dapat menangkap pembelajaranNya lagi sebagaimana ketika bayi

Wallohu'alam, silahkan di sharingkan jika ada yang memang perlu kita sharingkan...
Wassalamu'alaikun wr wb

Kamis, 13 Oktober 2016

Khazanah Hikmah Dzikir Nafas

Kalau dalam tataran keilmuan tasawuf, kita mengenal adanya 3 hal pokok perjalanan. Tahalli - takholli - tajalli
Pembersihan , pengisian , pengejahwantahan.

Pada dasarnya Tahalli merupakan Pembersihan dari sifat sifat buruk
Takholli merupakan pengisian diri dengan sikap2 yang baik
Tajalli merupakan pengejahwantahan tuhan dalam diri manusia

Selama ini proses ini cukup lama karena dipahami secara terpisah pisah.
Sebenarnya hal ini sangat sederhana dan mudah jika kita jalani secara bulat total.
Dzikir Nafas yg dikembangkan oleh Jamaah Dzikir Nafas Sadar Alloh saya kira adalah kebulatan dari proses ini secara utuh tanpa terpisah pisah satu sama lainnya.

Dzikir Nafas level-1 :
Di mana kita hanya mengamati keluar dan masuknya nafas secara istiqomah,
Anda sadar ataupun tidak, tahap ini akan memproses diri kita untuk berbersih diri / bertahalli. Saktinya, disini bukan kita yang berbersih, tapi dibersihkan oleh Alloh. Sebagaimana nafas ketika kita amati dengan seksama, ternyata nafas itu bukan kita yang bernafas sesungguhnya. Tapi Alloh yang menafaskan kita. Tidak ada peran kita sama sekali dalam proses bernafas. Sangat murni dan nyata Alloh lah yang menafaskan kita. Nah inilah dimana ketika kita sadar bahwa diri kita tidak memiliki peran apapun terhadap diri kita. Proses penyucian dari Alloh itu berlangsung otomatis.

Dzikir Nafas level-2 & level-3 :
Takholli berada pada tahap ini. Setelah kosong, sunyi dari berbagai macam prasangka, pemikiran, nafsu dlsb di level-1, jangan biarkan kosong terus terusan.
Isi kekosongan itu dengan kesadaran ilahiah. Ketika nafas masuk, barengi dengan dzikir Huu... Dan ketika nafas keluar barengi dengan dzikir Alloh. (Level-2).
Kemudian setelah cukup mudah mengiringi nafas dengan dzikir huu Alloh secara berlanjut.
Kemudian ketika dzikir huu, gerakkan jiwa anda menuju Alloh yang tak terbatas, dan begitu pula ketika mendzikirkan Alloh, pasrahkan jiwa (diri) anda kepada Alloh yang maha luas tak terbatas. (Level-3)
Ini adalah proses penyadaran diri atas eksistensi Alloh. Dalam tahap ini, proses takholli sebagaimana yang sudah disinggung di atas itu akan bekerja secara otomatis. Sikap buruk mulai terlebur di level-1, dan berlanjut pada pembentukan karakter sikap yang toyyib / karimah / baik secara lahir bathin secara otomatis diberlakukan pada level-2 dan level-3 ini.

Dzikir Nafas Level-4 :
Selanjutnya adalah tajalli. Yang mana hal ini merupakan hak khusus milik Alloh terhadap pengejahwantahan diriNya kepada hamba - hambaNya yang telah melakukan perjalanan spiritual (suluk) -yang dimulai dari level {tahap} 1 s/d 3.
Banyak dari pelaku Dzikir Nafas yang diberikan tajalli af'al dan sifat oleh Alloh. Sesiapa yang ditajallikan oleh Alloh, dia akan mewakili sifat dan af'alNya.
Contoh sahabat kita yang diberi tajali sifat al-Bashir, tiba tiba saja ia bisa melihat hal hal yang terjadi di bentangan ruang dan wakti yang mustahil dijangkau secara logika. Atau yang dilimpahi sifat al-hadi atau ar-rosyid, ya apa pun yang ia ucapkan akan menjadikan pencerahan hikmah pada sesiapa saja yang mendengarnya.

Namun sekali lagi.... Tajalli itu hak mutlak Alloh, kita tak perlu mengidamkannya. Peran kita yang sangat pasti dan perlu adalah istiqomah menjalankan level 1 s/d 3. Level 4 akan otomatis diberikan oleh Alloh kepada hamba hambaNya yang bersungguh sungguh berjalan kehadiratnya.

"Apabila hambaKU mendekat sejengkal, maka AKU akan menyambutnya sehasta. Apabila hambaKU mendekat sehasta, maka AKU akan menyambutnya sedepa. Apabila hambaKU medekat kepadaKU dengan berjalan, maka AKU akan menyambutnya dengan berlari.
Apabila hambaKU mendekat kepadaKU dengan berlari, maka AKU akan menyambutnya dengan lebih cepat lagi.
Apabila hambaKU telah menunaikan SunnahKU, maka AKU akan menjadi pendengaran yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatan yang dengannya ia melihat, menjadi lisan yang dengannya ia berucap, menjadi tangan yang dengannya ia memukul, menjadi kaki yang dengannya ia berjalan." [Hadist Qudsy]

Wallohu'alam bish-showab

Rabu, 22 Juni 2016

Nderes #4 Tadabbur Q.S Al-Ahzab : 56

berikut link tentang tata cara / adab bersholawat, baik secara lahiri maupun bathini, silahkan .....

sarana tadabbur Q.S al-Ahzab 56

Nderes Qur'an #3 - Q.S al-ahzab : 35 -

berhubung cukup banyak apa yang saya tuliskan, maka pembaca bisa langsung mengunjunginya di link berikut :

nderes #3 Q.S Al-Ahzab : 35

Kamis, 18 Februari 2016

Bersuci dan Eksistensi Syirik

Uيا ايها الذين امنوا انما المشركون نجس، فلا يقربو الميجد الحرام بعد عامهم هذا. وان حفتم علية فسوف يغنيكم الله من فضله ان شآء ، ان الله عليم حكيم
---------------

Wahai orang orang yang beriman (يا ايها الذين امنوا)
Yakni orang orang yang telah mengamankan hati mereka daripada apapun yang selain Alloh.

Kata "amanu" ini satu akar dengan "amana" dan "amina".
Seolah Alloh hendak menunjukkan bahwa orang orang yg telah mengamankan hatinya dari selain Alloh, membuang segala sesuatu yang bukan Alloh, maka ia dipastikan mendapatkan cahaya iman. Keyakinan yang haq.

Sedangkan mereka yang sudah dilimpahi cahaya iman, maka baginya kesejahteraan berupa "amina". Siapapun yg bersamaNya, maka pasti akan sejahtera dan aman.

Sebagaimana sabda baginda nabi s.a.w, "orang orang beriman adalah mereka yang dapat menjamin keamanan harta saudaranya, darah saudaranya, dan juga kehormatan saudaranya"

Kalau sudah menyentuh saudara, maka siapa di antara kita yang tidak bersaudara?
Semua satu dan saling terhubung
Sesungguhnya kita semua memang saudara

Namun kemudian Alloh menjelaskan.....
انما المشركون نجس
Sesungguhnya orang orang yang syirik (musyrikun) itu najis.

Yaitu mereka yang menyekutukan Alloh dalam hal apapun,
Di zaman ini memang tak banyak,
Bahkan tak ada patung patung patung (layaknya zaman jahiliah dahulu) yang disembah
Namun bukan berarti tidak ada yang menyembah patung dan berhala
Berhala berhala dan patung patung itu justru kebanyakan berada di dalam hati masiing masing pelakunya

Kemudian ditegaskan bahwa orang musyrik itu najis.

Mari kita masuk lagi ke dalam makna najis.
Najis itu merupakan apa apa yang mencampuri sesuatu yang suci, sehingga kesucian itu menjadi pudar nilainya

Setelah itu mari kita berkaca,
Mari kita tengok ke dalam diri dan hati kita masing masing kita
Apakah kesucian kita sudah tertempeli macam macam hal, ataukan masih suci?

Kalau masih tertempeli bermacam macam hal, mari kita sucikan segera.
Ingat, dalam kaidah fiqh, sesuatu yg paling afdhol untuk bersuci adalah air suci yang mensucikan.
Namun berhubung ini yang hendak disucikan adalah hati dan eksistensi sejati diri kita, maka kita perlu mendalami makna "air suci mensucikan"

Dalam suatu hadist dikatakan bahwa 'arsy Alloh, di bawahnya adalah air yang sangat jernih
Namun tidak dijelaskan seberapa luasnya
Yang dapat kita ketahui dari khabar lain adalah bahwa arsy Alloh lebih luas dari 7 langit dan 7 bumi.

Nah, dengan memanfaatkan air ghoib inilah kita akan bersuci
Sesungguhnya air inu terhubung pada diri manusia
Letaknya pada darah dan cairan cairan tubuh yang lain

Selama ini mungkin darah kita belum benar benar bersih ataupun jernih
Maka diperlukan pengendapan yang benar,
Yakni dengan duduk hening
Selanjutnya diperlukan juga proses penjernihan dari dalam
Yakni dengan dorongan keluar masuknya nafas yang juga mengikat darah

Baginda nabi s.a.w bersabda, "sesungguhnya setan bergerak / berjalan - jalan pada aliran darah manusia"

Dalam kesempatan lain, beliau juga mengabarkan bahwa setan akan melemah jika kita berdzikir

Inilah kunci bersuci untuk diri kita
Satu satunya yang konsisten menyertai darah adalah oksigen.
Maka kita buat oksigen yang kita hirup untuk turut berzikir sehingga apa yang ada (kotoran) di dalam darah (baca: setan) dapat dilemahkan
Dan semoga diri kita benar benar teraucikan.
-amin-

Jika kita dapati diri sudah bersih dari apa apa selain Alloh.
Atau sudah disucikan seperti di atas, maka kita harus waspada.
Sebagaimana firmannya...

فلا يقربو المسجد الحرام
"Maka janganlah mereka mendekati masjidil haram"

Masjid adalah tempat sujud atau tempat menyembah
Masjidil haram adalah suatu wilayah atau tempat bersujud, yang mana tidak boleh (haram) ada apa apa di sana selain yang menyembah dan yang disembah

Ini bukan masjidil haram yang di tanah arab sana
Melainkan masjidil haram yang ada di dalam diri
Yakni hati (qolbu), atau lebih dalam lagi dan terserah untuk penyebutannya.
Yang jelas masjidil haram adalah wilayahnya
Penyembahan yang tidak boleh ada sesuatu apa pun di dalamnya selain yang menyembah dan yang disembah

Maka diingatkan oleh Alloh,,, "janganlah mereka mendekati masjidil"

Yakni kemusyrikan kemusyrikan itu tadi
Segala sesuatu yang selain Alloh tidak diperkenankan ada di sana

Dan juga bermakna, "janganlah biarkan orang orang yang masih penuh dengan prasangka dan apa apa selain Alloh mempengaruhi keimananmu. Membuatmu kembali ragu dan kemudian dirimu menjadi tak suci lagi. Janganlah najis itu sampai menguasai kesucian. Jika itu terjadi, bersucilah lagi,, lagi,,, dan lagi..."

Kebanyakan kemusyrikan itu masuk melalui harta - benda - kekayaan.
Maka Alloh kembali menegur kita

"وان خفتم عيلة فسوفف يغنيكم الله من فضله"
Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Alloh nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya

Bagian ini sudah sangat jelas, apabila kita khawatir akan kemiskinan
Maka sepatutnya kita menyadari bahwa rahmat, kasih sayang dan keagungan serta kekayaan Alloh akan mencukupi tiap tiap urusan hambaNya.

Jangan sampai kemusyrikan kemusyrikan itu merasuki dan meracuni lagi melalui jalan harta benda dan kekayaan

"ان شآء"
Tinggal kita yakin atau tidaknya yang akan mempengaruhi tersambungnya limpahan rahmat Alloh tersebut

"ان الله عليم حكيم"
Sesungguhnya Alloh maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana

Minggu, 14 Februari 2016

Relasi Puasa - Petunjuk - Syukur

Al-Qur'an benar benar tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya
Ia adalah petunjuk bagi orang orang yang beriman
Meskipun orang orang tersebut hanya sekedar percaya saja
Al-qur'an ini tetap sudah akan memberikan petunjuk

Lebih lanjut lagi, sebenarnya al-Qur'an ini sekaligus juga menjadi penjelas bagi petunjuk itu sendiri
Yang seperti ini dapat diketahui dengan berkomunikasi dengannya
(Wa bayyinatin minal huda wal furqon)
Jelas sekali bahwa dibalik sekedar petunjuk (Huda), ia juga sekaligus menyimpan penjabarannya

Dengan berpuasa,
Bukan sekedar puasanyaa perut maupun nafsu
Tapi puasa dengan kosongnya kehendak kita
Maka kita akan ditunjukkan langsung oleh Alloh mengenai penjabaran petunjuk itu
Sehingga petunjuk itu mewujud menjadi al-furqon (pembeda)
Dan benar benar pembeda

Petunjuk - Penjelas - Pembeda

Menunjukkan sekaligus menjelaskan bahwa kita harusnya hendak kemana dan bagaimana

Syahru Romadhon :
°) Syahru = Bulan; Masyhur
     Asy-syahru (الشهر) sebenarnya berasal dari kata Syaharo (شهر) yg berarti masyhur
°) Romadhon = Pembakaran
     Romadhon (رمضان) merupakan bentuk masdar dari kata Romadho (رمض) yg dijadikan isim alam (kata nama) dengan ditandai alif-nun (ان) pada akhirnya

Al-baqoroh : 185
"..... Barang siapa yang menyaksikan kemasyhuran (الشهر), maka berpuasalah."

Sangat jelas sekali..
Di jaman ini, semua kemasyhuran telah diidam idamkan oleh banyak orang
Belajar kemana mana hanya ingin dapat gelar dan dipandang 'waw' oleh orang lain
Kerja siang malam hanya untuk sekedar mencari kekayaan
Semua itu hanya sebatas kemasyhuran

Demikian Alloh kemudian berfirman, "Maka Berpuasalah (فليصمه)"

Berpuasalah dari segala kehendak yang hanya bersifat materi
Mencari kemasyhuran belaka
Berpuasalah agar jangan sampai kemasyhuran kemasyhuran duniawi itu meracuni hatimu, meracuni dirimi
berpuasalah dengan mengosongkan segala kehendakmu yang rendah itu

Syahru Romadhon = Pembakaran Kemasyhuran

Al-Baqoroh : 185
"....dan barang siapa yg berpenyakit (maridhon=penyakit) atau bepergian, maka hitunglah dari hari hari yg lain..."

Penyakit manusia yang paling kacau adalah seperti yg tersimpan dalam kalimah sebelumnya
Penyakit kemasyhuran.

Barangsiapa yg sudah terjangkit penyakit kemasyhuran ini, makaa hitunglah sebagai hafi terluar dari puasa
Dengan kata lain puasa pengosongannya batal
Atau dia tidak sedang berpuasa

"Au'ala safarin" ... atau atas perjalanan

Perjalanan menemukan obatnya, atau perjalanan dalam kondisi sakit
Atau perjalanan apapun itu
Tetaplah terhitung hari yg lain, bukan terhitung puasa

Al-baqoroh : 185
"....Alloh menghendaki kemudahan bagi kalian, dan Dia tidak menghendaki kesulitan bagi kalian"

Alloh menganjurkan kita berpuasa (kosong) itu semata mata untuk memudahkan kita
Alloh berkasih sayang terhadap kita, dan tidak hendak menyulitkan kita dengan berbagai upaya yg memutar otak dan memeras tenaga kita.
Sesungguhnya kalau kita telah mengosongkan diri dari segala bentuk keinginan kemasyhuran - kemasyhuran
maka kemudian yg memenuhi diri kita adalah Alloh
Tak ada lagi kehendak untuk masyhur
yang ada adalah kehendak Alloh
Tak ada lagi pengaturan diri
Yang ada adalah pengaturan dari Alloh

Sebenarnya Alloh tidak ingin kita ini repot dengan membebani diri kita sendiri
Seolah olah kita mampu menghadapi dunia dengan segala permasalahannya atas kehendak diri

Tidak.... sesungguhnya kita tidak dapat melakukan apa apa
Angan angan kosong kita tentang penyelesaian menghadapi apapun yang sedang kita hadapi lah yang akan membebani kita
Sedangkan Alloh tidak menghendaki yang demikian itu

Biarkan Alloh yang akan mengatur segala tindak tanduk kita
Kita tinggal ikuti, tak usah ikut campur
Karena memang kita tak berhak untuk ikut campur
Karena kita tak memiliki daya apa pun untuk mengubah apa pun

Al-baqoroh : 185
"...dan hendaklah kalian menggenapkan bilangannya. Dan mengagungkan Alloh atas apa yang telah ditunjukkanNya, dan agar kalian semua bersyukur"

Wa litukallimu al-'iddata = dan hendaklah kamu menggenapkan hitunganmu

Kalau kamu menatap hitungan yg di luar hitungan puasa itu, maka genapkan pandanganmu terhadap hitungan itu
Jangan kau buat ganjil
Maksudnya, apa apa yg telah kau lihat dalam bentuk materiil itu,
Sesungguhnya menyimpan juga hikmah dan petunjuk jalan menuju jalanKU
Jika kalian tidak memecah mecahkannya sehingga menjadi ganjil,
Tentu kalian akan terseret masuk ke dalam wilayahKU

Selama ini kalian telah memecah mecah ciptaanKU yg telah kujadikan petunjuk jalan bagi kalian
Yg belum mampu memasuki Bait (rumah) Ku dan firmanKU
Sehingga kalian terombang ambing dalam kekalutan dan kebimbangan kebimbangan

Selama kalian tetap membuat ganjil dan tidak menggenapkan itu semua, maka selama itu pula kalian tidak akan dapat dan mau masuk ke dalam bait (Rumah) Ku dan memahami firmanKu

Wa litukabbirulloha 'alaa maa hadaakum
Siapa yg tidak tersungkur setelah menatap keagungan Alloh ???
Jika Alloh telah menampakkan kuasaNya, ke-maha Suci-anNya,
KeagunganNya, keagungan segala sifat, asma', af'al dan DzatNya,

La'allakum tasykuruun.....
Itu semua adalah jalan menuju syukur
Itu semua akan membawamu pada syukur yang sedalam dalamnya syukur
Yakni mensyukuri apa apa yg telah engkau terima, engkau saksikan, dan engkau rasakan.

والله الخير الموفق
هو النور على النور
العليم والشكور والكبر

Selasa, 02 Februari 2016

Lipatan Tauhid dan Kepasrahan dalam Al-Ikhlas

Qul Huwa Alloh ...... (قل هو الله)
Katakanlah... Huu Alloh
Huu membuka pintu qolbu menuju cakrawala semesta ilahiah.
Melintasi berbagai dimensi yg menyelimuti sekian jagat diri
Alloh .... ialah zat mutlak yg tak terbendung, satu satunya dzat hulu hilir kehidupan

Ahad. (احد)
Menuju satu satunya keberadaan
Melebur dalam kuasa ilahiah
menyatu dengan Sang Robb
Manunggal dengan Hyang Maha Mutlak
Tak ada wujud lain selain Alloh.

Alloh Ash-Shomad ... (الله الصمد)
Asal muasal
Lintas keberaadaan
Sumber segala sesuatu
Yg fana kembali pada kefanaan
Kembali pada ketiadaan
Di balik ketiadaan yg memang semestinya tiada, di sanalah keberadaan yg hakiki.

Lam yalid wa lam yuulad (لم يلد ولم يولد)
Keber-ada-an itu mutlak
Bukan asbab diada-adakan
Itulah yg tak diperanakkan
Juga tak beranak
Adapun penyatuan, itu bukan diaku-aku atau mengaku-aku, atau diaku-akukan.

Wa lam yakun lahuu kufuwan ahad
(ولم يكن له كفوا احد)
Tidak ada sesuatupun yg setara denganNya
Kemanunggalan itu bukanlah hamba menjadi Tuhan
Apalagi Tuhan menjadi hamba
Tidak ada yg demikian
Yg demikian itu itu manipulatif namanya
Diada adakan, diaku aku
Ilah tetaplah ilah
Hamba tetaplah hamba
Namun bukan 2 eksistensi yg saling berjauhan
Tuhan hanya satu (ahad)
Dia melingkupi segala sesuatu
Melingkupi seluruh hambaNya
Penyatuan itu kepasrahan (الدين) total.
Tak ada lagi ego
Sehingga ia mencapai apa disebut (الاسلام) keselamatan.
Mereka adalah Orang orang yg berani dan mau kembali pada ketiadaan
Menuju Dzat Yang Maha Mutlak.

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِÙŠْÙ†َ اِذَا ذُÙƒِرَ اللّٰÙ‡ُ ÙˆَجِÙ„َتْ Ù‚ُÙ„ُÙˆْبُÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا لصّٰبِرِÙŠْÙ†َ عَÙ„ٰÙ‰ Ù…َاۤ اَصَا بَÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا Ù„ْÙ…ُÙ‚ِÙŠْÙ…ِÙ‰ الصَّÙ„ٰوةِ ۙ ÙˆَÙ…ِÙ…َّا رَزَÙ‚...