Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Tampilkan postingan dengan label zuhud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zuhud. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2016

Fakir dan Kaya

segala tingkah laku kebajikan (syariat) itu memiliki wilayah keutamaannya masing masing
seseorang tidak dapat dengan egois memaksakan dirinya untuk memperoleh atau mengamalkan seluruh bagian keutamaan dari berbagai laku kebajikan syariat sekaligus
orang fakir - orang kaya yang dermawan masing masing memiliki posisinya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh alloh baginya

memanglah sangat banyak keutamaan orang fakir yang bersikap zuhud
daripada keutamaan orang - orang yang kaya
namun apabila Alloh menetapkan hidup yang kaya bagi diri kita
maka kita tidak boleh mengharapkan penghiduan yang fakir
hanya karena kita melihat dari sudut fadhilah yang begitu banyak terlimpah bagi fakir
karena yang demikian itu dapat menumbuhkan egoisme secara halus namun efektif

sebaliknya apabila Alloh memposisikan kita dalam kondisi kaya
maka kita harus mensyukurinya
dan jangan memberikan motifasi kepada si miskin yang memang telah ditetapkan Alloh untuk berlaku zuhud
tetaplah kita mencintai mereka dengan cara memelihara kehidupan duniawi mereka / finansial mereka
hal demikian lebih menyelamatkan masing - masing pihak
apabila si kaya memaksakan diri untuk mengiming - imingi si fakir
dengan tujuan si fakir agar turut menjadi kaya agar pula ia menjadi mudah bersedekah
maka hal itu tidak baik disebabkan yang demikian itu akan dapat menggoncangkan keimanan si fakir yang sedang menapaki hidup zuhud
yang seperti ini justru membahayakan masing - masing fihak

demikian sebaliknya, apabila Alloh menetapkan kita dalam kefakiran
maka kitapun harus mensyukurinya dan tidak mengharap keutamaan sebagaimana keutamaan yang dimiliki oleh golongan kaya
telah banyak kejadian yang dapat kita ambil pelajaran
yakni adanya orang - orang fakir yang sangat bertakwa
namun ketika diberi kekayaan oleh alloh. ketakwaannya memudar
pun sebaliknya .... dan lain - lainnya dan lain - lainnya

dimanapun posisi kita, hendaknya kita syukuri dan tetap teguh memegang ketakwaan kita atas Alloh s.w.t

Rabu, 03 Agustus 2016

Batas Dimensi Akal dan Pikiran

pikiran adalah pemberian dari Alloh s.w.t untuk melatih manusia
agar kuat berjalan kembali kepadaNya
pikiran dan akal merupakan isi dari otak manusia yang seolah tampak sama
namun sebenarnya berbeda
akal bukanlah merupakan produk dari pikiran
maksudnya, akal tdaklah condong akan hal - hal duniawiah dan materiil
akal lebih bersih dan murni serta condong kepada hal - hal yang bersifat ukhrowi atau substansial
ia lebih suka untuk kembali dan bersuci

sedangkan fikiran, ia lebih condong akan hal - hal yang bersifat duniawi
dan lebih suka berangan - angan maupun berkhayal
pikiran inilah yang ditunjuk oleh alloh untuk menggoda manusia
seberapa takwanya manusia kepada alloh akan tampak pada tingkah manusia
apakah mengikuti akal atukah pikiran

jangkauan akal lebih luas ketimbang jangkauan pikiran
akal lebih bisa menyaksikan realitas dan hikmah
sedangkan pikiran lebih condong pada manipulasi dan khayalan

seorang salik dalam perjalanannya akan sering menjumpai bayang - bayang dan berbagai bisikan
seringkali bayang - bayang dan bisikan tersebut lebih bersifat khayal
bukanlah hebat seorang salik yang terpukau dan terpaku akan bayangan dan bisikan - bisikan
justru hendaknya ia berzuhud akan kondisi yang demikian

Alloh sengaja menciptakan dan meletakkan pikiran pada manusia
sedemikian rupa untuk mencoba manusia
apakah manusia akan lengan dengan kemudian berbelok pada hal - hal yang sedemikian
ataukah mereka akan tetap lurus berjalan kehadiratNya
dengan tetap bersikap zuhud dalam perjalanannya

salik hendaknya mengabaikan hal - hal yang demikian
Akal sesungguhnya bukanlah pikiran
seorang salik yang terus mengabaikan pikiran dan khayalannya
akan sampai pada kondisi tiada fikir lagi
namun ia tidaklah mengigau / bukan tidak sadar
melainkan sadar dan tetap dapat mengamati
dimanapun ia berada

Alloh sering menyebut - nyebut hambanya dengan seruan semacam "orang - orang yang berakal",
ulil al-baab, ulin-nuhaa, afala ya'qilun dsb
"apakah mereka tidak menggunakan akal mereka"
adalah karena akal merupakan permisalan jibril dalam diri manusia
sebagai penterjemah wahyu / kalam ilahiah
ia lebih murni untuk mencerna berbagai kabar yang tak bersuara
dan tak berupa

manusia yang tidak berakal seringkali karena akalnya terhijab oleh khayalan pikirannya sendiri
juga bisa karena ia lebih suka berkhayal dan mengikuti khayalan pikir

akal sesungguhnya sangatlah luas jangkauan dan cakupannya
tangkapan pemahamannya juga sangat luas
salik yang satu dengan salik lainnya
yang tidak pernah saling berjumpa dan bertatap muka
juga tidak pernah belajar bersama dalam satu majlis
dan justru tempat belajar masing masing salik sangat berjauhan
akan tetap bisa memperoleh kepahaman yang sama
jika masing - masing salik tersebut berada dimensi yang sama
yakni dimensi akal

seorang muslim yang ada di akhir zaman yang tidak pernah berjumpa dengan baginda nabi muhammad s.a.w secara fisik
tetap memiliki kesempatan untuk mewarisi tingkah laku dan pemahaman yang sama dengan beliau s.a.w
jika ia berada wilayah ini
sebenarnya akal inilah yang dikatakan sebagai frekwensi ilahiah oleh generasi akhir zaman ini
sekali lagi akal bukanlah fikiran
fikiran lebih bersekat dan sempit
sedangkan akal lebih universal

semoga anda dan kita diberi kepahaman olehNya mengenai hal ini,
amin

Minggu, 31 Juli 2016

ZUHUD fid-Dunya ilal-Baqo'

ada banyak sensasi dalam tiap - tiap perjalanan
ada banyak hadiah - hadiah, efek dari sebuah lelaku
suluk adalah perjalanan spiritual pribadi seorang hamba
yang tujuan utamanya harus dan wajib hanya kepada Alloh s.w.t
tentang efek dari lelaku,
setiap manusia boleh menyebutnya dengan apa saja sebutannya

ada yang menyebutnya godaan
ada yang menyebutnya hadiah
ada yang menyebutnya nikmat
dan ada banyak lagi sebutan - sebutannya

yang jelas kita hendaknya bersikap zuhud terhadap apaun yang kita temui dalam laku suluk kita
sampai benar - benar bermuwajjahah dengan Allohu Robbul izzah

zuhud adalah sikap sederhana
biasa - biasa saja menghadapi apapun
zuhud adalah menggenggam
tanpa harus masuk ke dalam hati apa yang digenggamnya

zuhud itu bertingkat - tingkat
pada tingkatan yang paling awal
adalah zuhud terhadap dunia
tatkala seorang salik (pejalan suluk) memulai perjalanannya
yakni perjalanan spiritualnya
ia akan seolah olah dihadapkan pada nikmatnya dunia
banyak hidangan - hidangan duniawi yang terhampar bagi dirinya
hal ini dipersilahkan bagi salik untuk memilih
boleh menolaknya ataupun menerimanya

jika ia menerimanya
ia musti menancapkan rasa syukur di dalam dirinya
tidak memasukkan kecintaan terhadap dunia yang telah digenggamnya kedalam hatinya
ia harus menyadari, siapa yang telah menghamparkan dunia atasnya
siapa yang telah menghidangkannya
Alloh. adalah satu - satunya dzat
yang memiliki akses penuh atas izin kepada siapa Dunia Ia kuasakan

seorang salik harusnya semakin tumbuh cintanya kepada Alloh
tatkala dunia dihamparkan oleh Alloh untuk dirinya
bukan yang sebaliknya
cintanya justru terbelokkan kepada dunia
jika yang terjadi adalah demikian yang terbalik
maka celakalah ia
ia telah terhenti pada nikmat yang sementara

Namun jika si salik menolaknya
ia harus berani berjalan teguh ke Alloh tanpa apa pun
kepasrahan dan ketundukan yang luar biasa
harus ia munculkan dalam dirinya
karena akan semakin banyak tantangan dan godaan yang berbisik kepadanya
mengenai ketakutan ketakutan, was - was, dan lain sebagainya
jika demikian
maka si salik wajib meyakin betul bahwa hanya Alloh lah yang akan mencukupi segala kebutuhannya
dan seandainya pun ia gagal, ia adalah seorang mujahid di jalanNya
inilah yang dijalani para sufi terdahulu
yang juga dijalani oleh para sahabat di zaman nabi s.a.w

mengenai ini, Alloh s.w.t telah berfirman yang menjelaskan bahwa barangsiapa yang memilih dunia,
maka baginya akan diberikan dunia tanpa ada kelebihannya.
dan barangsiapa yang menghendaki akhirat, maka akan diberikan kepadanya kenikmatan akhirat dan ditambahkan pula nikmat dunia bagi dirinya.
Alloh juga berfirman, jangan lupakan bagianmu di dunia

zuhud pada tingkatan yang selanjutnya adalah zuhud atas surga
setelah seorang salik sedemikian kuatnya berpegang teguh
akan niatnya untuk berjumpa dengan alloh s.w.t
dunia sudah barang pasti akan dicampakkannya
dunia akan ia abaikan sampai pada tingkat berikutnya
wilayah nikmat akhirat yang disebut sebagai surga

di sini semestinya ia juga bersikap zuhud
karena jika ia terpesona akan indahnya surga
ia akan terhenti di sana tanpa menemukan apa yang dulunya ia niati
firman Alloh mengenai penduduk surga yang benar - benar mengharapkan perjumpaan denganNya,
"...kemudian mereka berkata menuntut janji akan perjumpaan dengan alloh,
maka Alloh pun memerintahkan para malaikat untuk menyingkap tabriNya
menampakkan wajahNya kepada para hambaNya yang benar - benar mengharapkan perjumpaan denganNya"

seseorang yang terpesona dengan indahnya surga
akan lalai terhadap pertemuan agung dengan Robbnya

zuhud selanjutnya adalah zuhud dari karomah dan limpahan ilmu
ketika seorang salik dihadapkan pada surga
ia tak bergeming
ia benar - benar zuhud
maka tatkala tabirNya benar - benar telah disingkap
sang salik akan sampai pada cahayaNya
yang menyebabkan ia bersujud
ini yang disampaikan oleh baginda nabi yang mulia s.a.w
"amal yang tanpa ilmu itu sia sia"

cahayaNya adalah ilmu itu
juga karomah, termasuk bagian dari cahaya itu
juga berbagai macam ilmu hikmah
ilmu akan menjelaskan kepadanya tentang Alloh
sifat - sifatNya, af'alNya
namun belum DzatNya secara nyata

seorang salik hendaknya tidak berhenti pada tataran ilmu
tetap berpegang teguh dan kuat niat awalnya
untuk bermuwajjahah dengan Alloh s.w.t
maka tatkala ia telah melewati samudra ilmu
samudra cahayaNya
sampailah ia pada perjumpaan agung dengan robbul 'alamin

Shodaqollohu wallohu 'alam bish-showab

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِÙŠْÙ†َ اِذَا ذُÙƒِرَ اللّٰÙ‡ُ ÙˆَجِÙ„َتْ Ù‚ُÙ„ُÙˆْبُÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا لصّٰبِرِÙŠْÙ†َ عَÙ„ٰÙ‰ Ù…َاۤ اَصَا بَÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا Ù„ْÙ…ُÙ‚ِÙŠْÙ…ِÙ‰ الصَّÙ„ٰوةِ ۙ ÙˆَÙ…ِÙ…َّا رَزَÙ‚...