Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Tampilkan postingan dengan label mi'roj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mi'roj. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 September 2016

Sholat Sebagai Gerbang Spiritual

Rosululloh s.a.w pernah bersabda kepada para sahabat
"Sholat itu ibarat sungai yang mengalir di depan rumahmu, yang airnya kamu gunakan untuk mandi sebanyak lima kali dalam sehari. Jika demikian apakah kalian akan menemukan kotoran barang sedikitpun di dalam tubuh kalian?"

Sabda beliau s.a.w juga, "Yang pertama kali dipertanyakan di dalam kuburmu kelak adalah tentang sholatmu"

Sabda beliau s.a.w juga, "Sholat itu merupakan mi'rojnya orang - orang mukmin"

-----------------------
kalau kita menyaksikan diri kita sendiri
yakni kita temui bathin kita sendiri
kita akan menemukan bahwa diri kita yang berupa jasad ini memang sejatinya adalah kematian
maksudnya mati, ia bisa diibaratkan sebagai kuburan
yaitu yang memendam wajah hidup dibaliknya

"yang pertama kali dipertanyakan di dalam kubur adalah sholat kita"
kalau kita jujur mendengarkan nasihat - nasihat bathin
(karena rosululloh sendiri juga telah bersabda, "mintalah fatwa pada bathinmu sendiri")
kita akan mendapati bahwa bathin yang terkubur oleh jasad itu akan selalu mempertanyakan / memberikan dorongan tentang sholat
baik itu berupa sholat fardhu, sunnah, maupun sholat yang tak terbatasi oleh waktu
sholatud-daim ; sholat yang berkepanjangan

nah kalau kita mengikuti nasihat bathin ini, tentu kemudian kita akan terdorong untuk melakukan banyak perbuatan - perbuatan yang hasan / baik
maka sudah sangat tidak mengherankan bahwa dikatakan jika sholatnya saja sudah baik dalam pertanyaan di kubur itu, tentulah segala amaliah lainnya akan baik pula
demikian juga hal ini bertautan dengan firman Alloh s.w.t yang menyatakan bahwa Sholat itu akan mencegah kita dari perbuatan yang keji dan mungkar

sudah barang pasti demikian
karena ketika kita sholat, yang ada di hadapan kita adalah Alloh secara langsung
tidak mungkin kita akan terjerumus dalam hal yang ingkar jika kita benar - benar berhadapan dengan Alloh

oke selanjutnya adalah mengapa saya katakan sholat sebagai gerbang spiritual
karena dari sholat inilah dimensi spiritual - spiritual akan kita tapaki
anda jangan membayangkan hal - hal yang berhubungan dengan makhluk astral dahulu
karena saya sama sekali tidak akan menyentuhnya

spiritual yang suci adalah spiritual yang terbebas dari makhluk astral
karena sejatinya makhluk astral adalah menghuni dimensi materiil juga
maka sudah sepantasnya kita meninggalkan hal - hal tersebut
spiritual nan suci adalah spiritual yang menuju kepada Alloh

menuju bagaimana? bukankah Alloh sudah sangat dekat dengan kita sekarang ini?
iya. rahsa Alloh memang dapat kita temui saat ini
tapi ingat, Rosululloh s.a.w sendiri menemui Alloh s.w.t tidak dalam dunia materi
beliau s.a.w musti dibawa oleh Alloh menuju singgasananya dan suatu dimensi yang bahkan malaikat jibril pun tidak dapat menembusnya

kita dapat menyadari dan menemui Alloh di dunia ini sebagai bentuk ihsan kita
yaitu rahsa seolah - olah bertemu
hakikat dzatulloh sendiri tidak dapat dicapai apapun dari bagian diri ini selain diri yang telah diridhoi oleh Alloh untuk menemui hakikat diriNya secara haq,

kembali pada pembahasan
Sholat sebagai gerbang spiritual
adalah bahwa ketika kita memasuki sholat
sebaiknya setelah kita mengaktifkan kesadaran kita bahwa kita sedang menghadap Alloh
juga kita gerakkan jiwa melangkah kehadiratNya secara haq
bagaimana cara melangkahkan jiwa kita?
mengenai hal ini seebaiknya anda sering - sering berlatih dzikir nafas tahap ke-3
kita langkahkan kemana arah jiwa kita?
kita langkahkan kepada Alloh Yang Maha Tak Terbatas, Laitsa Kamitslihi Syai'un
bagaimana itu?
yaa kita jangan menyangka nyangka apapun tentang dztulloh itu
kita kosong dan berserah diri secara totalitas kepadaNya

semoga Alloh memberikan ridho dan kesempatan kepada siapapun yang membaca dan mempraktikkan hal ini.
al-fatihah,,,
amin

Selasa, 23 Agustus 2016

Membran Semesta

beberapa dari kita mungkin masih bertanya tanya
apa itu membran semesta?
seperti yang telah saya tuliskan di postingan sebelumnya yang berjudul kemerdekaan sebagai membran semesta

kalau kita sadari, sebenarnya kita semua tidak pernah saling bersentuhan
baik saya terhadap anda meskipun kita sedang berjabat tangan
ataupun antara kita dengan berbagai materi yang ada di lingkungan kita
ada batas - batas halus yang seperti gelombang elektromagnetik yang menyekat materi pembentuk diri kita dengan materi pembentuk benda yang lain
sekat tipis itulah yang saya katakan sebagai membran semesta

seluruh pergerakan dan kegiatan semesta tak pernah terlepas dari membran semesta tersebut
bahkan diri anda dengan anda pun tersekat membran semesta tersebut
"Aku Lebih Dekat Daripada Urat Leher Mereka Sendiri"
Alloh berfirman yang intinya seperti itu
yaa.... melalui membran semesta itulah setidaknya dapat kita terjemahkan bahwa Alloh sangat berkuasa atas segala sesuatu melalui itu.
meskipun tatkala nanti kita kupas lebih dalam lagi
ada membran di antara membran
demikian itulah Alloh
tak pernah dapat tersentuh oleh pemahaman makhluq secara totalitas
Dia senantiasa di atas segala sesuatu

oke kita lanjutkan
Alloh al-Wasi' , Alloh Al-bathin, Alloh al-lathif , Alloh al-Akbar
dan hampir seluruh nama - nama keagunganNya dapat kita akses dan fahami secara halus melalui membran semesta ini
Alloh yang Maha Megatur, Alloh yang Maha Mengetahui, Alloh yang Senantiasa bersama Hamba - HambaNya di manapun hambaNya berada
sekiranya mulai dapat kita tangkap secara nalar melalui ini
InsyaAlloh
Alloh mulai memperkenalkan diriNya ke alam pikir manusia
meskipun alam pikir manusia tidak akan pernah menemukan dan menyentuh secara benar - benar dan sebenar - benarNya
maka dari itu Alloh kemudian berfirman, "Aku sesuai persangkaan hambaKU"

membran semesta inilah yang oleh sebagian manusia jawa dikatakan sebagai Rasa.
maklum, seperti yang sudah di singgung sebelumnya, istilah Rasa itu pun merupakan suatu istilah yang paling mewakili untuk mengungkapkan membran semesta ini
maka tidak heran jika hal ini tidak tertangkap otak dan panca indra
keberadaannya hanya bisa dirasakan saja oleh manusia

di zaman ini, mungkin istilah yang lebih mendekati lagi adalah kesadaran
setelah kita merasakan keberadaannya, selanjutnya kita sadari keberadaan itu
dengan sadar inilah kita akan mengenalinya

oke kalau kita sudah menyadari keberadaan membran semesta ini
mari selanjutnya kita coba melangkah lebih ke dalam lagi
siapa yang ada di sebalik antar membran semesta ini ....
silahkan ditembus lebih dalam lagi

dan sekali lagi tentu cara menemukannya bukanlah dengan pikiran anda yang penuh dengan prasangka
melainkan dengan rasa yang disambung dengan kesadaran
coba rasakan saja ......

Yaa Alloh kita akan merasakan kenyataanNya
yang tak akan pernah dapat kita ungkap seperti apa dan bagaimanaNya
mentok kita akan mengakui sabdaNya "Laitsa Kamitslihi Syaiun"

silankan tenangkan diri anda dan mulailah menyadariNya
wallohu'alam bish-showab

Sabtu, 13 Agustus 2016

Mahallul Qiyam Sufi Jawi fil-Ishari

Qiyamul-lail
adalah jumenengnya diri dalam keheningan malam
malam adalah titik sunyi dan gelap dari suatu hari
jumeneng adalah posisi yang tegap lurus
tegak lurus dari diri kita
jumeneng ing wengi adalah sebuah perjalanan tegak lurus
dari kita menuju hadiratulloh

Sepasca anda bergerak dan berlalu lalang di siang harinya
maka selanjutnya pada malam hari anda musti mengendapkannya
gerak itu ada di dalam kehalusan sirr / rahasia diri
yakni melakukan perjalanan spiritual
laksana isro' mi'roj yang dilakukan baginda nabi yang mulia s.a.w

Mahallul Qiyam
bersholawat dengan berdiri adalah salah satu contoh Manjinge rohso
Maksudnya Rohso kita dalam dimensi spiritual
pertemuan dengan khabibulloh Muhammad s.a.w
pertemuan itu adalah buah dari lepasnya jiwa anda menuju hadiratulloh
ketika jasad anda menari dan bergerak gerak
jasad anda juga turut bergerak
jiwa anda mi'roj kehadiratulloh


Sabtu, 16 Juli 2016

Kepadatan Spiritual Sholat

sujud merupakan bentuk peninggalan atas segala sesuatu yang bersifat materi
sholat semestinya adalah mi'roj
sebuah perjalanan yang menghantarkan seorang hamba kepada khaliqnya
masuk dalam setiap dimensi yang tersimpan di sebalik setiap litelatur sholat

tatkala anda takbir, semestinya jiwa anda memasuki dimensi ke-maha akbar-an Robbul 'alamin
ilah semesta jagad
menghadapNya dengan segenap wajah yang meliputi kesadaran sejati anda, bukan kesadaran fisik anda

Tuhan takkan dapat anda jangkau dengan kesadaran fisik anda
karena tuhan bukanlah materi yang dapat anda tangkap dengan pemikiran, indrawi
dan kesadaran materiil anda

begitulah tatkala sujud, semestinya kesadaran jiwa anda berangkat memasuki dimensi ke-maha luhur-an
ke-maha tinggi-an Robb anda
tinggalkan jasad anda, melesatlah menuju ilah anda
Yang Maha Hidup lagi Maha Sejati

Sungguh Alloh telah berfirman, "Meskipun engkau datang kepadaKu dengan Dosa sepenuh langit dan Bumi, niscaya aku tetap akan mengampunimu"
itulah yang digambarkan oleh Alloh dalam sholat yang berupa gerak sujud-duduk-sujud
tatkala anda sudah melesat dalam sujudmu, maka masuklah anda dalam dimensi duduk iftirosy
dimensi yang penuh ampunan dan rahmad

dalam dimensi itu, semestinya anda mencapai semua yang akan melengkapi kehidupan anda
ampunan, rahmat, kasih sayang, rizki, kemuliaan, petunjuk, dan lain - lain

ketika anda mendapati kemuliaan kemuliaan berupa rahmat, rizki, petunjuk dlsb tersebut,
jangan kemudian anda lupa diri
tetaplah dalam kesadaran tertinggi
yaitu kesadaran ilahiah
tetaplah jasadmu tunduk, bukan lagi menguasai dirimu

lupa diri adalah saat di mana diri anda yang paling sejati justru ditutupi ataupun dikuasai oleh nafsu (ego) jasad anda
hal seperti inilah yang kemudian digambarkan oleh alloh sebagai sujud yang kedua,
sujud seba'da duduk iftirosy adalah bentuk ketundukan diri jasad anda meskipun anda telah mencapai banyak kemuliaan dari Alloh

tetaplah anda melaksanakan serangkaian sholat, menembus dimensi - dimensi dalam seluruh litelatur sholat
sampai pada akhir hayat
anda akan berucap salam kepada para pendampingmu
"salamun qoulan min robbi ar-rohiim"
sampai anda disambut oleh Alloh Yang Maha Kasih dan penuh kasih sayang
"Assalamu'alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh"

Bissmillahi inna lillahi wa inna ilaihi roji'un
Subhanalloh, subhanalloh, sbhanalloh
alhamdulillahi Allohu Akbar

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِÙŠْÙ†َ اِذَا ذُÙƒِرَ اللّٰÙ‡ُ ÙˆَجِÙ„َتْ Ù‚ُÙ„ُÙˆْبُÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا لصّٰبِرِÙŠْÙ†َ عَÙ„ٰÙ‰ Ù…َاۤ اَصَا بَÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا Ù„ْÙ…ُÙ‚ِÙŠْÙ…ِÙ‰ الصَّÙ„ٰوةِ ۙ ÙˆَÙ…ِÙ…َّا رَزَÙ‚...