Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Tampilkan postingan dengan label ُEksistensi Adam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ُEksistensi Adam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 April 2018

Khalifah adalah Pelayan

dalam pernyataan Alloh tentang penciptaan manusia,
ada misi penting di dalamnya
setidaknya ada 7-9 ayat di dalam al-Qur'an yang menjelaskan tentang misi/tugas
diciptakannya manusia yakni sebagai khalifatulloh fil-Ardh dan Abdi

Kebanyakan ayat ayat yang berbicara tentang khalifah
adalah dijelaskan atau diperuntukkan kepada kelompok atau golongan golongan secara khusus
seperti dalam Q.S Al-A'rof : 74, penjelasan kholifah lebih ditujukan kepada kaum Ad.
kemudian seperti pula di dalam Q.S Al-A'rof : 129, penggunaan kata kholifah ditujukan kepada kaum nabi Musa,
Q.S Shod : 26, kholifah ditujukan kepada nabi Daud a.s, sedangkan dalam Q.S Adz-Dzariyat : 56, secara global Alloh menjelaskan bahwa tujuan utama diciptakannya jin dan Manusia adalah untuk mengabdi

abdi adalah pelayan
terlepas dari menjadi pelayannya siapa manusianya kelak
yang paling jelas, secara fitrah manusia ditanamkan rasa untuk melayani
kalau bukan melayani kebaikan, maka pasti dia akan melayani keburukan
kalau bukan melayani Alloh, maka manusia akan melayani yang selainnya Alloh
yakni materi materi yang tersebar di alam dunia

Maka sejatinya esensi dari misi utama diciptakannya manusia sebagaimana tertuang dalam Q.S Al-Baqoroh :30 adalah melayani Alloh di muka bumi (kholifatulloh). yakni menjadi pelaksana pelaksana dari kehendak Alloh di muka bumi.
juga saling melayani sesama
sebagaimana dalam hadist qudsy, tersirat "Aku sakit kenapa tidak engkau jenguk?". sakitNya Alloh terletak pada sakitnya saudara muslim / sesama manusia
maka sangat selaras kemudian dengan sabda baginda nabi s.a.w, "Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya"
bahkan dicontohkan dalam sikap baginda nabi s.a.w
yang selalu melayani siapa saya yang butuh pelayanan dari beliau
banyak ajaran islam yang mencerminkan sikap pelayanan ini, mulai dari menyantuni anak yatim, saling bahu membahu yang diisyaratkan bahwa muslim satu dengan muslim lainnya adalah ibarat sebuah bangunan yang saling melengkapi, mencintai fakir miskin, dlsb
yang menggambarkan bahwa sikap utama orang yang berikrar islam adalah harus melayani sesama
semuanya berhubungan erat dengan pelayanan atas alam semesta yang kita kenal dengan istilah rahmatan lil 'alamin

bukan hanya Rosululloh s.a.w, bahkan Alloh s.w.t pun memiliki sikap pelayan. sebagaimana tersirat dalam firmanNya "ud'uni astajib lakum" -memintalah akan aku perkenankan-
meskipun terbalut dalam bahasa yang elegan, namun esensinya adalah sama
melayani
karena sudah sangat fitrah jika manusia juga memiliki kefitrahan sikap melayani.
Maka agar tidak sampai salah kaprah, islam mendidik kita untuk mengarahkan fitrah pelayanan ini kepada hal hal yang lebih positif dan netral
bukan kepada hal hal yang negatif dan merusak
bukan melayani dalam kedholiman sehingga terbentuk kemungkaran kemungkaran
melayani kemungkaran artinya anda menyetujui atau membantu proses terjadinya kedholiman
maka dalam islam, kita ditekankan untuk ber-amar makruf nahi munkar
agar tidak terjadi proses saling membantu dalam berbuat kemungkaran
-wallohu'alam-

Selasa, 02 Februari 2016

Lipatan Tauhid dan Kepasrahan dalam Al-Ikhlas

Qul Huwa Alloh ...... (قل هو الله)
Katakanlah... Huu Alloh
Huu membuka pintu qolbu menuju cakrawala semesta ilahiah.
Melintasi berbagai dimensi yg menyelimuti sekian jagat diri
Alloh .... ialah zat mutlak yg tak terbendung, satu satunya dzat hulu hilir kehidupan

Ahad. (احد)
Menuju satu satunya keberadaan
Melebur dalam kuasa ilahiah
menyatu dengan Sang Robb
Manunggal dengan Hyang Maha Mutlak
Tak ada wujud lain selain Alloh.

Alloh Ash-Shomad ... (الله الصمد)
Asal muasal
Lintas keberaadaan
Sumber segala sesuatu
Yg fana kembali pada kefanaan
Kembali pada ketiadaan
Di balik ketiadaan yg memang semestinya tiada, di sanalah keberadaan yg hakiki.

Lam yalid wa lam yuulad (لم يلد ولم يولد)
Keber-ada-an itu mutlak
Bukan asbab diada-adakan
Itulah yg tak diperanakkan
Juga tak beranak
Adapun penyatuan, itu bukan diaku-aku atau mengaku-aku, atau diaku-akukan.

Wa lam yakun lahuu kufuwan ahad
(ولم يكن له كفوا احد)
Tidak ada sesuatupun yg setara denganNya
Kemanunggalan itu bukanlah hamba menjadi Tuhan
Apalagi Tuhan menjadi hamba
Tidak ada yg demikian
Yg demikian itu itu manipulatif namanya
Diada adakan, diaku aku
Ilah tetaplah ilah
Hamba tetaplah hamba
Namun bukan 2 eksistensi yg saling berjauhan
Tuhan hanya satu (ahad)
Dia melingkupi segala sesuatu
Melingkupi seluruh hambaNya
Penyatuan itu kepasrahan (الدين) total.
Tak ada lagi ego
Sehingga ia mencapai apa disebut (الاسلام) keselamatan.
Mereka adalah Orang orang yg berani dan mau kembali pada ketiadaan
Menuju Dzat Yang Maha Mutlak.

Senin, 01 Februari 2016

Lukisan Titik Ba' Dalam Diri Manusia

Bismillahirrohmanirrohiim .....

di dalam diri setiap insan terdapat setitik daya
Semacam biji zarroh,
Sebuah benih energi murni yg berada di sebalik qolbu manusia
Bisa dikatakan semacam cahaya,
Sumber cahaya, sumber energi/daya.
Sifat zarroh ini semisal listrik ataupun magnit

Cahayanya apabila kita bangkitkan, ia akan meng-induksi tiap tiap partikel yg ada di sekelilingnya
Semua manusia memilikinya
Hanya saja sedikit manusia yg menyadari keberadaannya.

Dari setitik cahaya inilah, molekul molekul,
Atom - atom, partikel - partikel yg ada di dalam tubuh kita dapat bergerak.
Atas perintahnya, otak dapat bekerja
Tangan, kaki dan juga seluruh anggota tubuh lainnya

Siapapun yg dapat menyadari setitik cahaya ini, ia akan dapat mengendalikan apa apa yg dikehendakiNya.
Vibrasi atau getaran atau induksi dari cahaya ini jika kita tebarkan ke sekeliling kita, maka semua akan tertundukkan

Daya ini jugalah yg menyebabkan seluruh pergerakan / perputaran di alam semesta.

Perhatikan jika engkau telah meyadari eksistensi setitik cahaya ini
Tiap getarannya akan mempengaruhi gerak alam semesta
Jika engkau tenang, alam akan tenang
Jika engkau bergejolak, alam pun akan bergejolak

Kembali.... bahwa sifatnya adalah menginduksi
Dapat menginduksi molekul molekul, atom atom, partikel partikel yg ada di sekelilingnya.

Maka jika kita ingin memanfaatkannya,
Pertama hendaknya kita melebur dahulu terhadap Kuasa Sang Empunya
Menyadari titik cahaya tersebut
Menyatu dengan Sang Sumber
Kemudian barulah menebarkan getarannya

Ilmu titik ba' adalah ilmu yg menyibak tentang daya sumber ini

Perhatikan ... titik ba' ini tersimpan di sebalik lengkungan garis atasnya
Seolah olah ia tersembunyi
Dan ternyata memang garispun juga terbentuk atas banyak titik yg bersinggungan.

Titik ba' inilah gambaran secercah daya semisal zarroh yg tersimpan di balik jasad kita manusia
Menwujud gerak dan banyak hal

Wallohu'alam bish-showab

Jumat, 29 Januari 2016

Ulil Albaab, Menemukan cahaya untuk memahami kehendak Alloh

Salah dan benar adalah sebuah kepastian,
Ia berdua melingkar dalam setiap sendi kehidupan manusia
Ia ibarat kutup positif dan negatif
Yang apabila dikaitkan dan diletakkan dengan ketepatan, ia akan memancarkan cahaya

Wa laa talbisul khaqqo bil-bathil,
"Dan janganlah engkau campur baurkan kebenaran dengan kebthilan"

Yang saya maksudkan salah dan benar dalam paragraf yg paling atas adalah salah dan benar dari sisi manusia
Salah dan benar yg dilemparkan oleh manusia satu kepada manusia lain adalah sebuah perspektif pribadi
Sudut pandang sempit antar individu ataupun antar komunitas
Yg notabene melihat dari satu sudut pandang saja.

Jika kita berani beranjak dari sudut pandang yg sempit menuju sudut pandang yang lebih luas
Tentu akan kita dapati sebuah pemandangan baru yg lebih luas pula dan lebih mencerahkan

Sudut pandang salah benar dalam sisi manusia ibarat kutub negatif dan posisitif dalam sebuah rangkaian listrik
Jika kita tepat menyatukannya
Ia akan memancarkan pijaran cahaya
Meskipun cahaya yg dipancarkan adalah penjelmaan dari sebuah panas.

Panas adalah simbol egoisme manusia
Yg tak pernah ingin tertandingi oleh manusia lain.
Tatkala kita hendak menyatukan benturan faham yg seolah negatif dari luar, dengan faham yg kita anggap positif dalam diri kita sendiri,
Tentu tidak dapan kita pungkiri,
Disanan akan muncul desiran panas egoisme yg muncul.

Oke,,, sebagaimana lampu
Badan kita, pikiran kita, akal kita, nurani kita
Adalah lampu itu.
Kita abaikan percikan panas dari ego kita.
Lambat laun cahaya itu akan nampak jelas.
Inilah yg biasa kemudian disebut nurul-aqli atau ulil albab yg sering disebut sebut dalam al-qur'an

Cahaya itu dapat kita manfaatkan untuk memahami "al-haqqo wal bathil"
Dari sudut pandang ilahiah.
Firman Alloh dalam al-qur'an,
"Wa laa talbisul haqqo bil bathil"

Bagaimana mungkin kita memahami sudut pandang ilahiah?
Sedangkan sampai detik ini kita berada di sisi manusia?
Itulah kesadaran yg hendak di usik oleh Alloh melalui sebutan sebutan "Ulil-Albab, Ulin Nuhaa, yu'qilun" di dalam al-Qur'an yg Alloh turunkan kepada baginda nabi s.a.w

Selama kita tidak dapat menyadari hal hal tersebut di atas,
Selama kita tidak mau menyatukan kutub negatif dan positif itu di dalam wadah yg kita sebut lampu,
Selama kita enggan menerima hal hal negatif dari luar, untuk kemudian kita temukan dengan hal yg kita anggap positif sesuai pandangan kita.
Tentulah tak akan pernah muncul pancaran cahaya dari akal yg demikian dimuliakan oleh Alloh sebagaimana termaktub dalam al-qur'an.

Seba'da cahaya itu muncul, barulah kita dapat memahami dan memilah dengan sudut pandang ilahiah
Dan dari pengenalan yg jelas itulah baru kemudian kita dapat memilah al-haqqo wal bathil sebagaimana yg dimaksudkan dalam al-qur'an

Karena sungguh tanpa cahaya itu,
Kita tak akan benar benar paham mana yg haq dan mana yg bathil
Terlebih di zaman yg serba simpang siur seperti saat ini.
Terkadang apa yg kita anggap benar, justru salah
Dan sebaliknya apa yg kita kita kira salah justru benar.

Semoga kita benar benar dapat memahami maksud maksud Alloh dan memahami yg haq dan yg bathil sesuai dengan Alloh kehendaki....

Wassalamu 'alaikum....

Rabu, 27 Januari 2016

Tempat Yang Tertinggi

Huu Alloh .........
dalam prosesi keluar masuknya nafas, jika kita amati dan pahami lebih dalam lagi. ternyata di sebalik proses keluar masuknya nafas ada sebuah dorongan kuat yang menyebabkan nafas ini tertarik masuk dan terdorong keluar.

Dalam khazanah kedokteran, yang menyebabkan nafas ini masuk adalah suatu organ yang letaknya ada di antara perut dan dada kita. ketika kita telisik lebih lanjut lagi, ternyata yang menggerakkan organ tersebut adalah otak.

suatu ketika, saya diberi kesempatan oleh Alloh untuk bertanya pada seorang mahasiswa kedokteran. dan paragraf di atas, penjelasannya adalah saya dapatkan dari mahasiswa kedokteran tersebut. dari kesempatan tersebut, saya bertanya terus mengenai siapa yang sebenarnya berperan menarik dan mendorong nafas? ia jawab; yang menyebabkan nafas keluar dan masuk adalah suatu organ yang berada di antara perut dan dada. kemudian saya bertanya lagi, siapa pula yang menggerakkan organ di antara perut dan dada tersebut? hingga pada ujungnya saya tanyakan siapa yang memerintahkan otak?. maka saya temukan sampai detik ini keilmuan kita baru bisa sampai pada otak saja. selebihnya banyak yang tidak tahu. bahkan hampir kebanyakan orang bingung atau linglung . yang kebetulan beragama islam akan menjawab bahwa yang menggerakkan otak adalah Alloh. selebihnya entah, saya tidak hendak membahasnya.

dari nafas ini kemudian kita dapat mengetahui adanya organ di antara perut dan dada. kemudian dapat juga kita sadari bahwa ternyata organ tersebut masih berada dibawah komando otak. dan selanjutnya, seperti yang sudah kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan kita sedang berhenti pada otak.

namun apakah benar hanya sebatas itu kita diijinkan oleh Alloh untuk menyibak kuasanya? apakah tidak diperbolehkan kita beranjakn lebih jauh dan lebih dalam lagi? mengingat jabatan kita sebagai khalifatulloh yang tentunya ada izin tersendiri dariNya untuk mengetahui secuil "rahasia" yang lebih dalam dari otak.

dalam sebuah peneletian ilmiah terakhir ini juga tampaknya telah ada suatu rumusan yang menyatakan bahwa otak sangat berpengaruh terhadap gerak semesta. pada golongan tertentu ada yang menyatakan bahwa otak tergerak akibat dari energi semesta.

terlepas dari sebuah atau juga banyak pendapat. kita coba selami sendiri siapa sebenarnya yang berperan menggerakkan / memerintahkan otak.

sebelum sampai pada pemahaman siapa yang memerintahkan otak, maka seringkali / biasanya kita akan sampai pada kondisi atau dimensi pemahaman bahwa justru otak kita adalah bagian dari semesta yang berwenang sebagai penggerak semesta.

dari otak ini kita dapat memerintahkan orang lain tanpa sepatah katapun (misalnya). dengan otak ini kita juga dapat menggerakkan pergerakan alam semesta, semisal mengendalikan hujan, angin dsb.
kita selami lebih dalam lagi, otak tergerak atas perintah atau sebab adanya Daya. sebuah energi murni dari Alloh untuk tiap tiap makhluqNya. Daya inilah yang sambung langsung dengan Alloh. dari kemurnian daya ini kemudian kita dapat mengenali banyak hal. otak dapat bekerja sebagaimana yang kita ketahui saat ini.

Daya inilah yang dapat saya katakan sebagai pintu Gerbang menuju hadirat Alloh.
pintu gerbang Makrifatulloh
Cahaya - cahaya ilahiah terpancar melaluinya
pesan pesan ilahiah juga turun atasnya
yang kemudian dapat kita kenali dengan sebutan Ide.
lantas ide murni yang kita ikuti akan disalurkan oleh otak ke sekujur tubuh
mewujud sebagai gerak

Laa Ilaha illa Alloh

semakin kita selami lagi, di sanalah kita sampai pada dimensi al-'Ala (yang tertinggi)


Dalam sebuah peribadatan, yang beribadah sesungguhnya dan semestinya adalah jiwa kita. Kita berada pada dimensi ruhaniah. dalam kondisi jiwa yang tenang (Muthmainnah). kondisi yang penuh keridhoan dan kepasrahan kepada Ilah.
Maka diserulah ia, "Yaa Aiyyatuhan-Nafsu al-Muthmainnah"
"wahai jiwa  (nafs/diri) yang tenang"
"Irji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah" ; kembalilah kepada Robbmu dengan kondisi yang ridho lagi diridhoi.
"fadkhuli fi 'ibadi, wadkhuli jannati" ; maka masuklah dalam golongan hamba - hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu.

"Ash-Sholatu Mi'rojul Mukmin"; Sholat itu adalah Mi'rojnya mukmin.
Sholat sebagai mi'rojnya mukmin itu adalah benar,
sholat yang benar itu akan mengantarkan pada kondisi mi'roj.
Sholat yang dituntun dan digerakkan oleh Yang Maha Benar (Al-Haqq) akan menarik kita untuk melangkah pada dimensi tertinggi.

Dalam hal ini tentunya kondisi kita benar - benar telah pasrah dan ridho.
maka pencapaian terujung dari manusia adalah pasrah dan ridho pada Alloh saja.
dan selebihnya terserah Alloh.
Alloh yang memperjalankan,
Alloh yang menggerakkan,
Alloh yang mearik,
Alloh yang mengarahkan.

'Laa haula Wa LAa Quwwata Illa Billah, Laa Ilaha Illa Alloh"

Disana tak Ada Lagi Daya, Tak Ada Lagi Energi, Tak Ada Lagi Kekuatan
Yang ada hanyalah Alloh semata.
Tak pernah lagi ada yang lain
maka dikatakanlah Alloh itu Qodim, Baqo', Laitsa Kamistlihi Syai'
Karna memang tak ada apapun
Alloh itu tetap dan kekal

KalamNya "Kun Fa Yakun"

terlimpah pada dimensi Ruhaniah, kemudian Ruh menggerakkan otak, otak menggerakkan alam semesta; menggerakkan pula jasad / tubuh, dan alam semesta pun mendukung / merespon dengan baik dan patuh atas perintahNya.

Setan dapat perintah untuk bersujud kepada Adam bukan berarti Alloh memerintahkan mereka untuk menyembah Adam.
disinilah keindahan Adam. Makhluq ciptaaan Alloh yang disertai hijab. maka siapapun yang tak menyelami / menyadari apa yang ada dibalik hijab, tentulah ia terhijab.

Kebetulan saat itu mereka melihat adam hanya dari bentuk fisiknya saja.
maka timbullah kesombongannya, "Ana Khoirun Min-Hum"
maka muncullah ke-aku-annya; aku lebih baik dari dia.

dari peristiwa tersebut, kemudian Alloh mengabadikannya dalam bentuk "Hawa"
hingga saat ini, sampai detik ini masih dapat kita pelajari tentang sifat ke-aku-an dan hijab juga eksistensi.
Dari sesosok manusia yang dikenal sebagai sosok kaum "Hawa"

Sesungguhnya Alloh menyuruh Setan untuk tunduk pada Eksistensi adam, yang merupakan manifestasi Alloh. namun tampaknya mereka terhijab akan wujud Adam.

Kemudian Alloh menciptakan pasangan Adam, yakni Hawa.
Hawa pun dibekali kesucian oleh Alloh, hingga sekarang.
maka Hawa harus pula dibalut oleh hijab
layaknya kisah Adam,
Eksistensi adam itu suci, maka Alloh memakaikan hijab (Wadag)

Hanya kekasih lah yang boleh membuka hijab tersebut
dan menatap bahkan menikmati kesuciannya

Hawa-pun diciptakan Alloh sedemikian rupa
agar kita dapat membacanya
hanya yang telah memaharnya saja,
yang mengikatnya atas nama Alloh dan Rosululloh saja yang boleh menyentuhnya
menyibak hijabnya.

Sungguh Maha Indah Alloh..

Maka pelajarilah apa - apa yang tak tertulis
sungguh kalam Alloh demikian dahsyatnya
Ayat - ayatNya, IlmuNya sungguh luar biasa Luas tak terbendung.

Siapkan dirimu, siapkan kesadaranmu
untuk dikenalkanNya
berkenalan denganNya

"Aroftu Robbiy biRobbiy"

صدق الله العظيم

Sabtu, 23 Januari 2016

Sipakah Engkau ???

Hendaklah berlaku seperti alam
Tawadhu' ......
berlaku selalu memuji tuhan
segala bentuk gerak geriknya adalah sebuah perwujudan
panembahannya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

Seperti halnya tanah
yang juga demikian tawadhu'
ia tak akan pernah dapat dan tak pernah mau terlempar ke atas
ia jadi pijakan tiap unsur kehidupan
namun ia tak hendak memperlihatkan eksistensinya

Layaknya juga air
ia pun tawadhu'
kesuciannya tak membuat dirinya sonbong
ia senantiasa mengalir ke hilir
ke arah bawah
enggan juga ia untuk mengarah ke atas
untuk menggembar gemborkan dirinya juga kesuciannya

Meleburlah bersama angin
kelembutannya menghidupi setiap segi organisme
tak satupun yang terlewati olehnya
ia pun malu untuk menunjukkan eksistensinya
kelembutannya tak terlawan apapun

Maka engkau adalah api
bercahaya menyinari
membakar apapun yang mengotori
eksistensimu pun menipu seperti halnya api
jika engkau tak mengerti apakah api itu
maka engkau akan senantiasa tertipu
terhadapa apa apa yang sekiranya tampak nyata
perhatikanlah api, sesungguhnya ia tak nampak
eksistensinya tersembunyi

siapakah dirimu sebenarnya?
yang terbuat dari empat elemen semesta yang menyelimuti

engkaulah pusat segala sesuatu
semua berputar mengelilingimu
semua sangatlah erat menyelimutimu

siapakah engkau?

Sungguh tuhan mencintai ketawadhu'an hambaNya
menundukkan ke-ego-annya
menundukkan persangkaannya
menundukkan jasadiahnya
menundukkan elemen elemen semestanya

seharusnya memang tak perlu enkau bawa selurruhnya
yang engkau kira milikmu, kepunyaanmu
untuk apa?

semua pasti kembali pada asal muasalnya
unsur tanahmu akan kembali menjadi tanah
unsur airmu pastiilah akan melebur jua dengan air semesta
unsur anginmu pun juga akan kembali melebur menjadi angin
unsur api mu juga akan kembali membara tanpa wadah lagi
semua energimu akan menyatu dengan energi makrokosmos

lantas siapa dirimu sebenarnya?
dan akan kemanakah engkau?
sudahah engkau tahu arah tujuanmu?
ataukah engkau sudah memahami jalanmu kelak?

oh ternyata kita semua sedang terlena
bukan itu ......
aapun yang engkau fikirkan
bukan itu.
itu adalah imajinasimu, khayalanmu belaka
itu hanyalah sebentuk akal - akalanmu saja

ketahuilah,
otakmu pun kelak akan melebur juga menjadi tanah, api, air, angin

lantas hendak dikemanakan buah dari akal akalanmu tadi?
akan dikemanakan khayalanmu itu?

apakah hendak engkau bawa? kemana?
dirimu pun semestinya akan kembali ke asal muasal mu
engkau harusnya juga kembali ke asalmu sendiri
karena engkau adalah pribadi sendiri

apa yang kau yakini akan kau bawa kelak
sesungguhnya adalah bekalmu untuk hari ini
yang harus dimanfaatkan
agar arah hidupmu jelas
agar engkau mudah mengarungi kehidupan ini

itu semua hanyalah bekal
yang pasti akan habis

perhatikan tujuanmu terlahir di bumi
untuk apa?
ataukah engkau belum tahu juga
untuk apa engkau terlahir

kenapa pula engkau dibekali 4 unsur elem alam semesta sekaligus?
kenapa juga engkau dibekali fikiran?
juga lengkap dengan perkembangan berfikir?

lantas untuk apa itu semua?

ketahuilah,
"Tak ada sesuatu pun ciptaanNya yang sia sia, yang tak bermanfaat
semua memiliki tujuan yang pasti"

Ketahuilah, untuk apa sebenarnya engkau berada di sini?!

Jumat, 22 Januari 2016

Jalan Menemukan AKU

Dia benar ada di atas
Maha Mengetahui, mewariskan diriNya dalam dada hambaNya

Seandainya si Hamba tidak Terkurung Jasad, tentu si hamba akan selalu putih dan suci
Karena si hamba terkurung jasad,
maka wajib bagi hamba untuk dilekati berbagai kotoran,
kerak dan segala sesuatu yang sifatnya melekat

Itulah sebabnya Alloh mewajibkan kita untuk sholat
Sholat yang sejati
Sholat yang tidak banyak dapat dikerjakan

Sholat itu merupakan wilayah pencapaian tertinggi seorang hamba
sholat adalah perjalanan ruhani yang tinggi
Ia berada di atasnya cahaya, Rasa, juga segala pemikiran

Sholat adalah pengendapan rahsa untuk kemudian melesat melampaui rahsa
melapaui pikir melampaui cahaya

maka benarlah jika baginda Nabi yang mulia s.a.w bersabda,
"Sholat itu adalah mi'rojnya seorang mukmin"

demikian sangat benar juga firman Alloh yang tertuang dalam al-Qur'an,
"Sesungguhnya Sholat itu berat, dan hanya sedikit dari hambaKU yang khusyu"

Mi'rojnya seorang mukmin adalah perjalanan pribadinya menuju ketinggian Sang Pangeran Sejati
melapui wilayah kekuasaan juga singgasanaNya
Pribadi yang pasrah yang dapat melewati berbagai bentuk tipu muslihat yang menggiurkan

Alloh ......
benarlah Dia yang Maha Luar Biasa
Tak Terbatas dan juga Maha Agung
Dia menitipkan sebagian diri dan kuasaNya pada manusia
".....ketika sudah KU-tiupkan padanya Ruh-KU"

Ketika cahaya Luar biasa dariNya memancar dan menerpa BaitNya
yakni qolbu hambaNya yang mukmin
maka leburlah segala kerak dan kotoran yang melekat pada diri hambaNya
terbebaslah RuhNya dari BaitNya
kembali dengan penuh kepasrahan dan kerinduan

Di sana semua saudara dan kekasih berkumpul
bukan kekasih duniawi, melainkan kekkasih ruhani
dan juga kekasih sejati

Kekasih ruhani kita adalah Rosululloh s.a.w
kekasih sejati kita adalah Alloh s.w.t
saudara yang penuh kasih adalah mereka para kekasih Alloh yang lain

Alloh ......
Benar tiada yang lain selain Dia
Segala bentuk pastilah lenyap kala berjumpa denganNya
Maka sangatlah benar Al-Qur'an menggambarkan leburnya gunung
dan pingsannya nabi Musa a.s tatkala Alloh mengundangnya untuk berjumpa di bukit thuwa

Kita ini terdiri dari tiga unsur yang kita sebut Aku
1. Aku Jasmani
2. Aku Ruhani
3. Aku Sejati

Akuan jasmani ini adalah akuan terendah.
aku jasmani inilah yang tertimpa sakit, sedih, senang, sakit, suka, sehat, dan lain semacamnya.
keinginannya sangat banyak dan tak akan pernah ada habisnya.
aku jasmani ini tidak akan pernah puas, selalu menuntut untuk lebih dan lebih.
ia bertempat di Dunia.

Akuan Ruhani ini bisa dikatakan sebagai tingkatan yang atas.
disini apa yang disebut aku juga bisa terkena tenang, damai, suntuk, gelisah, dan lain sebagainya.
inginnya surga takutnya neraka.
dialah yang bertempat di Surga ataupun neraka.
dia bisa mengalami kekeruhan / kekotoran dikarenakan imbas kelakuan jasmani yang melawan tatanan semesta.
Semestinya ia bersinergi dengan semesta
sayangnya sedikit manusia yang menyadarinya.
obat penenangnya adalah Dzikr, media bersucinya adalah Sholat,
kedamaiannya adalah istighfar, tempat terindahnya adalah 'Subhanalloh'

Akuan Sejati inilah yang disebut kesejatian, ia tak terkena mati, tak tersentuh sedih, sakit, bangga, bahagia, dan sebagainya.
lain halnya dengan akuan yang dua sebelumnya.
akuan sejati inilah yang dipanggil sebagai "Muthmainnah"
yang sejati inilah yang akan kembali padaNYA
dialah hakikat sejati dari manusia

Alloh ......
Maha Benar Engkau yang telah mengajarkan bermacam - macam ilmu tanpa perantara
tidak melalui jibril ataupun semua malaikat-Mu
Engkaulah yang memberi faham pada para malaikat tentang kesejatian adam.
hingga mereka patuh terhadapMu ketika engkau perintahkan mereka untuk bersujud kepada adam

Alloh .......
Sesungguhnya jika tidak Engkau kehendaki ilmuMu mengalir, tentulah kami jadi berbangga diri dan sombong
Sesungguhnya kami bukanlah apa - apa
Sesungguhnya kami hanyalah hambaMu yang ingin kembali berserah diri padaMu

Huuu Huuuu Alloh Huuu ..... Alloh ......

Rabu, 11 Februari 2015

Tauhid Setan (yang kurang sempurna)

barusan si setan datang lagi sowan ke tempat saya .... dia mengajukan taubat pada Tuhan ....
mungkin dia kemarin ngintip baca percakapan saya dengan seseorang 'pejalan' dari gresik... karna di dalam percakapan tersebut saya katakan kepada si pejalan bahwasannya kita rangkul saja semuanya, toh mereka sebenarnya juga ingin kembali ke Alloh...
lanjut cerita,,, si setan ngiba pada saya, "bukannya Tuhanmu itu maha pengasih lagi maha penyayang plus maha penerima tobat, mbok yo saya ini sampean mintakan tobat kepada Tuhan; Alloh... mbok ya rayukan ke Alloh, agar Alloh mau mengabulkan ajuan tobat dari saya" ...
saya mringis...
"gini lho kang,,, Alloh itu sudah bakal pasti akan mengabulkan tobat tiap hambanya, lhah njenengan lak juga termasuk hambanya to?"
"iya" ...
"jadi pasti dikabulkan"
"beneran kang?" tanya si setan
"beneran..."
sedikit dia tampak sumringah,..
"tapi ... ada tapinya lhoo..."
sumringahnya sedikit berganti merengut... "tapi apa kang?"
"tapi harus ada buktinya dong..." jawab saya
"halah pasti sampean pernah baca suatu kitab yg disitu diceritakan bahwa dulu kaum setan juga pernah mengajukan taubat melalui nabi musa, tapi kemudian kami diminta untuk sujud ke makam Adam"
ganti saya yg senyum, "terus?"
"ya kami ndak lakukan lah... gila apa, sewaktu Adam hidup aja kami ogah bersujud kepadanya, apalagi sekarang sesudah matinya..."
"bagus... like emoticon ... berarti tauhidmu kuat..."
melongo dianya...
baru sejenak kemudian dia berkata kata lagi "sampean i mesti aneh kang, padahal nabi musa dulu langsung marah mendengar pernyataan dari kami yg semacam itu"
"lhah itu kan nabi musa, sedangkan saya ini bukan musa, saya ini Doni.. tambah lagi beliau nabi, sedangkan saya bukan siapa siapa, jadi saya lebih bebas, sedangkan kanjeng nabi musa a.s beliau bertanggung jawab kalau sampai ada pengikutnya yg salah tangkap atas kelakuan beliau.. lhah saya? siapa juga yg mau ngikuti saya ... hahaa"
"terus apa yg harus saya buktikan pada Alloh, agar taubat saya diterima?"
"lebih menyempurnakan tauhid lagi!"
"caranya? lhah kata njenengan tadi tauhid saya sudah bagus?"
"bagus, tapi kurang sempurna"
"lhah sempurnanya gimana kang?"
"sampean kenapa ndak mau sujud pada Adam?" ganti saya yg bertanya.
dia diam saja, tampaknya dia percaya kalau saya pun sudah tau jawabannya kenapa kaum setan tak mau bersujud pada adam.
saya pun kemudian melanjutkan...
"njenengan itu ndak mau sujud karena anda mengira anda lebih baik dari adam bukan?"
si setan manggut manggut...
"di situlah letak ketidak sempurnaan tauhid njenengan"
"maksudnya kang? apa karena saya ndak patuh pada perintah Alloh. padahal saya ndak mau sujud itu karna saya mandang bahwa adam itu bukanlah Alloh yg pantas untuk disujudi"
"lhah terus sampean kira adam itu seperti apa?"
"adam itu ya makhluk semacam saya, seperti malaikat juga"
"disitulah letak ketidak sempurnaan tauhid sampean"
dianya tampak bingung dan penasaran dengan apa yg saya kemukakan.
"anda tidak melihat eksistensi adam, yg anda lihat hanya hijabnya adam. padahal justru dibalik hijab adam itulah yg seharusnya anda lihat. Alloh sengaja tidak menampakkan eksistensi adam yg merupakan manifestasi Tuhan agar kesuciannya terbaca oleh sekian banyak penghuni alam semesta."
si setan tampat mendengarkan dengan khidmat.
"tidakkah anda lihat ketika batu mengucapkan salam pada Muhammad s.a.w? tidakkan engkau perhatikan semut yg berbicara dengan Sulaiman a.s? tidakkah engkau perhatikan kenapa lautan sampai terbelah untuk jalan musa a.s?"
hampir berlinang air mata tampaknya.
"kenapa hanya engkau yg tidak juga menyadarinya duh setan? kenapa engaku tetap bersikeras dengan pandanganmu sendiri?"
"sekarang datanglah ke makam Adam a.s dan bersujudlah!! pelajari!!! kenapa Alloh memerintahkanmu seperti itu?? sadari siapa Adam itu!!!"
tampak berlinanglah air mata lah muka si setan dan langsung keluar tanpa berpamitan .... suara tangisnya masih terdengar dalam radius jarak yg lumayan cukup jauh ....
******
Subhanaka laa 'ilma lanaa illa maa 'allamtana ...
laa ilaha illa Alloh
Muhammad Rosululloh ...
laa haula wa laa quwwata illa billah ...

Letak Keindahan

Kita itu kebanyakan terlalu repot melihat orang lain dan terlalu repot mendikte orang lain ....
Hingga ketika hati kita , pikiran kita hendak istirahat sejenak saja untuk tidak terlalu mengobok obok orang lain, ndak kita perbolehkan...
alhasil kita tak pernah tenang...
hati kemrungsung, pikiran kacau karep e dewe ...
ndak terkontrol ....
hmmm hmmmm .....
kalau memang sudah sedemikian parahnya kita,,
mungkin sudah saatnya kita rela berhenti sejenak, duduk bersandar tanpa sandaran... rileekkss ....
kita nikmati apa yg kita punya dan paling berharga ... nafas ....
kita masuk ke dalam diri kita sendiri ...
kita baca diri kita sendiri ....
ahhh....
rasanya tak perlu kita mencemooh orang lain karna ternyata banyak kecurangan dan ke-egoisme-an yg lebih parah dari orang lain yg musti kita cemooh sendiri...
rasanya tak perlu kita terpengaruh kemegahan orang lain sehingga kita jadi bingung sendiri untuk bisa menyamainya, karna kita ternyata telah memiliki kemagahan kita sendiri yg tak mungkin bisa ditirukan oleh yg lain....
ahhh....
kenapa pula kita berburu keindahan keindahan yg nampak diluar karna ternyata di dalam kita sendiri pun keindahan itu melebihi yg diluar ...
ahhh.... ahhhh.... aaahhhhh ......
ternyata kita terkecoh, bukan itu yg dinamakan kenyataan terindah ... tapi ini ....
didalam batin kita sendiri, di dalam diri kita sendiri ....
sebuah keabadian yg hakiki ....

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِÙŠْÙ†َ اِذَا ذُÙƒِرَ اللّٰÙ‡ُ ÙˆَجِÙ„َتْ Ù‚ُÙ„ُÙˆْبُÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا لصّٰبِرِÙŠْÙ†َ عَÙ„ٰÙ‰ Ù…َاۤ اَصَا بَÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا Ù„ْÙ…ُÙ‚ِÙŠْÙ…ِÙ‰ الصَّÙ„ٰوةِ ۙ ÙˆَÙ…ِÙ…َّا رَزَÙ‚...