Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Sabtu, 23 Januari 2016

Musyawarah

tanggal 9 Januari 2015 Salik Gemblung menuliskan,

"Masalah yang berhubungan dengan banyak pihak, maka haruslah diselesaikan dengan musyawarah.

Tidak disarankan bahkan sangat tidak disarankan untuk mengambil keputusan sendiri tanpa musyawaroh. meskipun berposisi sebagai pengurus utama yang berhak memutuskan perkara seorang diri"

Di Balik Ada dan Tiada


Tidak ada .....
sebenarnya jasad ini benar benar kosong
kata orang "ibarat galih e kangkung"

ya... diri inilah yang dimaksud galih e kangkung
banyak yang menafsirkan bahwa Tuhan itu adalah kekosongan
katanya koson namun ada, ada tapi kosong

semestinya pandangan itu harus jelas.
kalau kosong, ya kosong
kalau ada, ya ada

ketika engkau melesatkan dirimu menghadap Tuhan
ketika itulah yang duduk adalah diibaratkan Kangkung
Perhatikan kemana Intinya (Galihnya)
sehingga demikian melompong

Apa yang membuatnya terdiam?
Apa pula yang membuatnya bergerak?

Siapakah yang menggerakkan otaknya untuk berfikir?
mengapa tubuhnya tergeran dan berlaku laku?

temukan Galih (inti) nya kangkung
semestinya jika engkau benar - benar tahu
dan benar - benar menemukan galih (inti) nya kangkung
tentunya engkau sadar siapa yang memperhatikan

Lantas jika sudah sadar,
mengerti siapa yang memperhatikan,
apakah kemudian engkau cukup hanya memperhatikannya saja?

di dalam dirimulah utusanNya
maka bersaksilah

Asyhadu an-laa ilaha illa Alloh, wa Asy-hadu an-na muhammad ar-Rosululloh

Telah banyak dijelaskan bahwa Baginda Nabi yang mulia Muhammad s.a.w
yang terlahir di kota makkah itu adalah uswatun hasanah
teladan yang baik

maka tirulah..
beliau lah utusan ,, rosul

perhatikan juga firman Tuhan yang tertulis dalam al-Qur'an
"Telah kami turunkan seorang utusan dari golonganmu sendiri"

Alloh telah meletakkan utusan itu pada tiap - tiap diri hambaNya

Perhatikan lagi dirimu......
siapa yang menetap di dalam dirimu?
dan siapa pula yang engkau kira sedang bersenda gurau itu?

Sungguh engkau hanyalah bangkai
Engkau yang sejati terkubur di dalam tanah
yang membentuk wujudmu, tubuhmu

Lantas siapa yang menggerakkanmu?
itulah utusanNya
petuhilah setiap gerakannya, perintahnya
niscaya engkau selamat

apakah itu yang disebut Tuhan?
sekali lagi, itu adalah utusanNya

Tugasnya untuk menyempurnakan akhlaq di muka bumi

Dialog Dengan Al Qur'an

Sipakah Engkau ???

Hendaklah berlaku seperti alam
Tawadhu' ......
berlaku selalu memuji tuhan
segala bentuk gerak geriknya adalah sebuah perwujudan
panembahannya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

Seperti halnya tanah
yang juga demikian tawadhu'
ia tak akan pernah dapat dan tak pernah mau terlempar ke atas
ia jadi pijakan tiap unsur kehidupan
namun ia tak hendak memperlihatkan eksistensinya

Layaknya juga air
ia pun tawadhu'
kesuciannya tak membuat dirinya sonbong
ia senantiasa mengalir ke hilir
ke arah bawah
enggan juga ia untuk mengarah ke atas
untuk menggembar gemborkan dirinya juga kesuciannya

Meleburlah bersama angin
kelembutannya menghidupi setiap segi organisme
tak satupun yang terlewati olehnya
ia pun malu untuk menunjukkan eksistensinya
kelembutannya tak terlawan apapun

Maka engkau adalah api
bercahaya menyinari
membakar apapun yang mengotori
eksistensimu pun menipu seperti halnya api
jika engkau tak mengerti apakah api itu
maka engkau akan senantiasa tertipu
terhadapa apa apa yang sekiranya tampak nyata
perhatikanlah api, sesungguhnya ia tak nampak
eksistensinya tersembunyi

siapakah dirimu sebenarnya?
yang terbuat dari empat elemen semesta yang menyelimuti

engkaulah pusat segala sesuatu
semua berputar mengelilingimu
semua sangatlah erat menyelimutimu

siapakah engkau?

Sungguh tuhan mencintai ketawadhu'an hambaNya
menundukkan ke-ego-annya
menundukkan persangkaannya
menundukkan jasadiahnya
menundukkan elemen elemen semestanya

seharusnya memang tak perlu enkau bawa selurruhnya
yang engkau kira milikmu, kepunyaanmu
untuk apa?

semua pasti kembali pada asal muasalnya
unsur tanahmu akan kembali menjadi tanah
unsur airmu pastiilah akan melebur jua dengan air semesta
unsur anginmu pun juga akan kembali melebur menjadi angin
unsur api mu juga akan kembali membara tanpa wadah lagi
semua energimu akan menyatu dengan energi makrokosmos

lantas siapa dirimu sebenarnya?
dan akan kemanakah engkau?
sudahah engkau tahu arah tujuanmu?
ataukah engkau sudah memahami jalanmu kelak?

oh ternyata kita semua sedang terlena
bukan itu ......
aapun yang engkau fikirkan
bukan itu.
itu adalah imajinasimu, khayalanmu belaka
itu hanyalah sebentuk akal - akalanmu saja

ketahuilah,
otakmu pun kelak akan melebur juga menjadi tanah, api, air, angin

lantas hendak dikemanakan buah dari akal akalanmu tadi?
akan dikemanakan khayalanmu itu?

apakah hendak engkau bawa? kemana?
dirimu pun semestinya akan kembali ke asal muasal mu
engkau harusnya juga kembali ke asalmu sendiri
karena engkau adalah pribadi sendiri

apa yang kau yakini akan kau bawa kelak
sesungguhnya adalah bekalmu untuk hari ini
yang harus dimanfaatkan
agar arah hidupmu jelas
agar engkau mudah mengarungi kehidupan ini

itu semua hanyalah bekal
yang pasti akan habis

perhatikan tujuanmu terlahir di bumi
untuk apa?
ataukah engkau belum tahu juga
untuk apa engkau terlahir

kenapa pula engkau dibekali 4 unsur elem alam semesta sekaligus?
kenapa juga engkau dibekali fikiran?
juga lengkap dengan perkembangan berfikir?

lantas untuk apa itu semua?

ketahuilah,
"Tak ada sesuatu pun ciptaanNya yang sia sia, yang tak bermanfaat
semua memiliki tujuan yang pasti"

Ketahuilah, untuk apa sebenarnya engkau berada di sini?!

Jumat, 22 Januari 2016

Jalan Kembali

لا اله الا الله

Laa Ilaha Illa Alloh adalah peta besar untuk kembali ke hadiratulloh.

Awal mula dari segala sesuatu adalah لا = Tiada,
disana semua berada dan dikumpulkan, titik ketiadan.
sebuah persaksian agung digelar.
Alloh berfirman, "Bukankah Aku ini Tuhanmu?"
dijawablah oleh para penyaksi, "Ya, Engkaulah Tuhan Kami" [Al-Qur'an]

Maka tersaksilah Ia sebagai اله = Sesembahan
manifestasinya terlahir, "Seandainya bukan karena engkau yaa Muhammad, tentu Aku tidak akan menciptakan makhluq" [Hadist Qudsi]
demikian juga yang telah dikabarkan oleh baginda yang mulia s.a.w,
"Sesungguhnya yang mula - mula diciptakan oleh Alloh adalah Nur Nabimu" [Al-Hadist]

الا = Melainkan; pengecualian
Hijab pun diturunkan
diciptakanlah makhluq
dan kemudian Dia tiupkan ruhNya untuk menyempurnakan khalifah di bumi
seluruh makhluk diminta sujud kepada Khalifah; waliNya
semua bersujud, kecuali satu golongan,
karena ia terhijab

الله = Alloh
Disandangkanlah nama yang terpilih untuk memperkenalkanNya
mengagungkanNya
tanpa nama, tentu manusia kebingungan
Maha Suci Alloh ....
Ia tetap terhijab selama jasad masih berperan
Ia kirimkan berpuluh puluh utusan dan nabi
untuk menyadarkan manusia tentang asal muasal dan tempat kembali

"Sesungguhya kita adalah dariNya, dan Sungguh kita akn kembali jua kepadaNya"

Jalan kembali menuju asal muasal,,,
Jasad Mati (berhenti berperan) => Jiwa bergerak melangkah menuju Ruh-Nya, menyatu dengannya => Ruh kembali ke asalnya.

"Wahai sekalian nafs yang tenang, kembalilah kepada Robbmu dengan penuh ridho lagi diridhoi" [Al-Qur'an]

nafs yang tenang adalah nafs yang telah ridho.
yang tidak lagi terikat berbagai kepentingan seperti tatkala jasad masih berperan.
nafs yang tenang adalah nafs yang pasrah
ia kembali kepada Robbnya dengan penuh kepasrahan, keridhoan dan kesadaran.

saat itulah hijab terangkat, dan terbukalah segala kenyataan

kembali pada ketiadaan.
apa yang dahulu dikira ada, ternyata kini ia temui bahwa sesungguhnya itu tiada.
dan apa yang dahulunya dikira tiada kini ia jumpai dengan keberadaan.

sabda nabi yang mulia, "kelak, ketika engkau meninggal dunia, barulah engkau tahu bahwa selama ini engkau hanyalah bermimpi"

Jalan Menemukan AKU

Dia benar ada di atas
Maha Mengetahui, mewariskan diriNya dalam dada hambaNya

Seandainya si Hamba tidak Terkurung Jasad, tentu si hamba akan selalu putih dan suci
Karena si hamba terkurung jasad,
maka wajib bagi hamba untuk dilekati berbagai kotoran,
kerak dan segala sesuatu yang sifatnya melekat

Itulah sebabnya Alloh mewajibkan kita untuk sholat
Sholat yang sejati
Sholat yang tidak banyak dapat dikerjakan

Sholat itu merupakan wilayah pencapaian tertinggi seorang hamba
sholat adalah perjalanan ruhani yang tinggi
Ia berada di atasnya cahaya, Rasa, juga segala pemikiran

Sholat adalah pengendapan rahsa untuk kemudian melesat melampaui rahsa
melapaui pikir melampaui cahaya

maka benarlah jika baginda Nabi yang mulia s.a.w bersabda,
"Sholat itu adalah mi'rojnya seorang mukmin"

demikian sangat benar juga firman Alloh yang tertuang dalam al-Qur'an,
"Sesungguhnya Sholat itu berat, dan hanya sedikit dari hambaKU yang khusyu"

Mi'rojnya seorang mukmin adalah perjalanan pribadinya menuju ketinggian Sang Pangeran Sejati
melapui wilayah kekuasaan juga singgasanaNya
Pribadi yang pasrah yang dapat melewati berbagai bentuk tipu muslihat yang menggiurkan

Alloh ......
benarlah Dia yang Maha Luar Biasa
Tak Terbatas dan juga Maha Agung
Dia menitipkan sebagian diri dan kuasaNya pada manusia
".....ketika sudah KU-tiupkan padanya Ruh-KU"

Ketika cahaya Luar biasa dariNya memancar dan menerpa BaitNya
yakni qolbu hambaNya yang mukmin
maka leburlah segala kerak dan kotoran yang melekat pada diri hambaNya
terbebaslah RuhNya dari BaitNya
kembali dengan penuh kepasrahan dan kerinduan

Di sana semua saudara dan kekasih berkumpul
bukan kekasih duniawi, melainkan kekkasih ruhani
dan juga kekasih sejati

Kekasih ruhani kita adalah Rosululloh s.a.w
kekasih sejati kita adalah Alloh s.w.t
saudara yang penuh kasih adalah mereka para kekasih Alloh yang lain

Alloh ......
Benar tiada yang lain selain Dia
Segala bentuk pastilah lenyap kala berjumpa denganNya
Maka sangatlah benar Al-Qur'an menggambarkan leburnya gunung
dan pingsannya nabi Musa a.s tatkala Alloh mengundangnya untuk berjumpa di bukit thuwa

Kita ini terdiri dari tiga unsur yang kita sebut Aku
1. Aku Jasmani
2. Aku Ruhani
3. Aku Sejati

Akuan jasmani ini adalah akuan terendah.
aku jasmani inilah yang tertimpa sakit, sedih, senang, sakit, suka, sehat, dan lain semacamnya.
keinginannya sangat banyak dan tak akan pernah ada habisnya.
aku jasmani ini tidak akan pernah puas, selalu menuntut untuk lebih dan lebih.
ia bertempat di Dunia.

Akuan Ruhani ini bisa dikatakan sebagai tingkatan yang atas.
disini apa yang disebut aku juga bisa terkena tenang, damai, suntuk, gelisah, dan lain sebagainya.
inginnya surga takutnya neraka.
dialah yang bertempat di Surga ataupun neraka.
dia bisa mengalami kekeruhan / kekotoran dikarenakan imbas kelakuan jasmani yang melawan tatanan semesta.
Semestinya ia bersinergi dengan semesta
sayangnya sedikit manusia yang menyadarinya.
obat penenangnya adalah Dzikr, media bersucinya adalah Sholat,
kedamaiannya adalah istighfar, tempat terindahnya adalah 'Subhanalloh'

Akuan Sejati inilah yang disebut kesejatian, ia tak terkena mati, tak tersentuh sedih, sakit, bangga, bahagia, dan sebagainya.
lain halnya dengan akuan yang dua sebelumnya.
akuan sejati inilah yang dipanggil sebagai "Muthmainnah"
yang sejati inilah yang akan kembali padaNYA
dialah hakikat sejati dari manusia

Alloh ......
Maha Benar Engkau yang telah mengajarkan bermacam - macam ilmu tanpa perantara
tidak melalui jibril ataupun semua malaikat-Mu
Engkaulah yang memberi faham pada para malaikat tentang kesejatian adam.
hingga mereka patuh terhadapMu ketika engkau perintahkan mereka untuk bersujud kepada adam

Alloh .......
Sesungguhnya jika tidak Engkau kehendaki ilmuMu mengalir, tentulah kami jadi berbangga diri dan sombong
Sesungguhnya kami bukanlah apa - apa
Sesungguhnya kami hanyalah hambaMu yang ingin kembali berserah diri padaMu

Huuu Huuuu Alloh Huuu ..... Alloh ......

Rabu, 11 Februari 2015

Tentang Cinta

Rumusnya : "jika kita mencintai sesuatu yg sifatnya tak abadi , maka bersiaplah kita untuk kehilangannya. jika kita mencintai yg abadi, maka bersiaplah kita untuk meninggalkan yg tak abadi dan kemudian bergabung dengan keabadian"
intine panggah wae awak dewe bakal ninggalake opo kang den arani "ketidak abadian" ,, wus bakal mesti awak dewe bakal bali marang "keabadian" ....
orang yg cerdas adalah mereka yg tak tertipu dan tidak terpukau dengan ketidak abadian ...
kesadaran mereka terpaut dg yg abadi ...
intine ayo mati sajeroning urip. grin emoticon

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِÙŠْÙ†َ اِذَا ذُÙƒِرَ اللّٰÙ‡ُ ÙˆَجِÙ„َتْ Ù‚ُÙ„ُÙˆْبُÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا لصّٰبِرِÙŠْÙ†َ عَÙ„ٰÙ‰ Ù…َاۤ اَصَا بَÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا Ù„ْÙ…ُÙ‚ِÙŠْÙ…ِÙ‰ الصَّÙ„ٰوةِ ۙ ÙˆَÙ…ِÙ…َّا رَزَÙ‚...