Tentang Kemerdekaan

Yang paling sejati dari kemerdekaan adalah posisi di mana kita selesai dari batasan batasan diri kita yang muncul karena persepsi kita sendiri sendiri.

Energi Semesta Adalah Jumbuh Dengan Manusia

Seluruh Elemen Semesta Telah Manunggal dalam diri kita semua tanpa terkecuali, dan satu kunci untuk mengaksesnya adalah kesadaran anda.

Titik Agung Peradaban

segala sesuatu memiliki akar, maka akar dari peradaban yang gemilang adalah.....

Selasa, 25 April 2017

Rahasia Dhuha


وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
(Surah Asy-Syamsa,91:1)
-------------
Bismillahirrohmanirrohim ........
Segala sesuatu yang disebut oleh Alloh di dalam al-qur'an sesungguhnya tidak ada kesia siaan sama sekali. Semuanya memiliki arti dan spirit yg luar biasa. Terlebih apabila sesuatu tersebut diawali dengan huruf yang memiliki kandungan makna sumpah (demi)
Ketika Alloh berfirman, "Demi Matahari dan Demi cahayanya di pagi hari"
Sungguh secara sains modern pun para ilmuwan akan setuju semua dengan berbagai keutamaan dan khasiat cahaya matahari pagi. Bahkan orang paling bodoh pun di dunia ini akan mengakui bahwa cahaya yang berpijar di pagi hari adalah lebih menentramkan dan mendamaikan.
Namun di sini kita tidak akan membahas matahari dan cahaya pagi nya dari sisi sains. Karena suluk gemblung memang bukan penyaji khazanah sains.
Kita akan membahas bagaimana cahaya dhuha ini demikian utama hingga ada beberapa kekhususan yang dikandungnya antara lain melancarkan rizki .....

Tentunya dalam niat awal sholat dhuha jangan sekali kali mengharapkan rizki yg melimpah. Karena hal demikian akan memunculkan penyelewengan tujuan. Nabi s.a.w pernah mengingatkan, "sesungguhnya amal itu tergantung niatnya". Dalam sabda lain beliau s.a.w, beliau mengingatkan bahwa ada orang yg pergi hijrah karena harta maka ia akan hanya menerima harta tersebut saja, ada orang yg berhijrah karena wanita maka yg didapatnya hanyalah wanita saja selebihnya tidak, dan ada yg berhijrah karena Alloh maka ia pun akan mendapatkan apa yg ia niatkan.

Demikian pulalah sebaiknya sholat dhuha niatkan untuk bersyukur kepada Alloh. Sebagaimana firmanNya,
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Surah Ali 'Imran (3:145)

Dan juga firmanNya dalam surah al-baqoroh, "Berdoalah kepadaKU maka akan ku kabulkan, dan bersyukurlah kepadaKU dan janganlah engkau kufur"

Juga firmanNya dalam surah Al-'A`rāf:58
"Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur."

Kalau kita melaksanakan sholat dhuha dengan niat mohon tambah rizki, bukankah di dalam niat itu ada terselip rasa kufur meski hanya sedikit.
Sedangkan kufur meskipun hanya sedikit hendaknya segera ditepis dari benak seseorang yg mengharapkan perjumpaan dengan Alloh. Sebagaimana dalam surah asy-syams dikatakan, "dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori (jiwa) nya."
Setelah Alloh mengungkapkan tentang adanya ilham menuju jalan kefasikan dan ketakwaan. Beruntung bagi mereka yg memili ilham menuju jalan ketakwaan dan merugi bagi mereka yg menghendaki ilham jalan kefasikan.
Kufur itu adalah sumber dari segal bentuk kefasikan. Dalam surat asy-syams dikatakan sebagai orang yg mengitori jiwanya. Karena kotoran itu akan menghijab diri kita sehingga kita menjadi buta (bashirohnya). Kebutaan inilah yang menyebabkan manusia kufur, dan lantas kufur ini akan membawa kita pada berbagai jalan kefasikan.

Dhuha adalah penjernihan. Diman ba'da bergantinya kegelapan malam kita sambut dengan subuh yg masih cukup lumayan gelap. Barulah itu ketika matahari berpijar kita disunnahkan bersyukur kepada Alloh dengan sholat dhuha.
Rosululloh mengingatkan tentang siapa saja yg mengawali harinya dengan syukur, maka di sepanjang hari itu dia akan berada dalam liputan Alloh s.w.t.

Silahlan ditadabburi surah asy-syams dikala menjalankan sholat dhuha, insyaAlloh akan terang benderang bagi anda mengenai macam macam rahasia (sirr) Alloh.
Sebagian kecilnya adalah bagaimana doa dhuha energinya begitu luar biasa.

Dalam doa sholat dhuha, anda akan dibawa masuk dalam kesadaran fana billah fana fillah. Awaan doa sholat dhuha adalah pengakuan sejelas jelasnya bahwa tiada satupun yg berkuasa atas segala kondisi dan masa kecuali Alloh. (Yaa Alloh dhuha ini adalah dhuhaMU dst...) dalam doa yg pertama kita benar benar diajak mengakui dan melebur dalam kuasa Alloh Yang Maha Segalanya lagi Maha Meliputi lagi Maha Perkasa.

Selanjutnya permohonan yg demikian jernih yg bertumpu pada lafadz "...dan apabila haram maka bersihkanlah...."
Seringkali dalam berusaha di dunia kita tergelincir pada sesuatu yg sedikit mengarah pada syubhat karena kita tidak benar benar tahu sumber harta yg kita terima itu benar benar dari hal yg khalal ataukah syubhat. Seorang salikin sepantasnya senantiasa menjaga diri dari hal hal yg syubhat.

Adalah sayyidina abu bakar ash-shiddiq ketika beliau mengetahui tentang asal muasal susu yg beliau konsumsi adalah diragukan kehalalannya, maka beliau memuntahkan air susu tersebut.
Demikian memang sebaiknya, namun karena pada zaman ini amat sangat samar, maka kita memohon kepada Alloh untuk mensucikan segala rizki yg telah kita terima.

"Bihaqqi dhuhaika wa bahaika ........" dan ditutup dengan pengakuan bahwa yg bisa melalukan segala permohonan sebagaimana tertuang dalam lafadz pertengah doa sholat dhuha adalah hanya Alloh semata. Pengakuan bahwa laa haula wa laa quwwata illa billah itu adalah nyata senyata nyatanya dengan penuh tawadhu' dan pengakuan yg sedalam dalamnya.

Wallohu'alam

Sabtu, 24 Desember 2016

Kedalaman Sholat Berjamaah

Silahkan diunduh cakupan spiritual sholat berjamaah, sholawat dan hakikat diri.
Disarikan dari kumpulan hadist nabi s.a.w dalam kitab Durrotun-Nashihin karya syaikh Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir al-Khaubawi rohimahullohu'anhu.

Selasa, 13 Desember 2016

Antara Tuhan Yang Sejati dan Berhala

Kita samakan dahulu frame kita....
Menyembah adalah proses memuja memuji lantas mengikuti .....
Orang yang yang memuji tanpa memuja, dalam frame pandangan saya bukanlah termasuk menyembah.
Memuja adalah merendahkan diri kita dihadapan sesiapa yg kita puja.
Kalau hanya memuja dan memuji saja pun tanpa disertai mengikuti kehendak yg dipuja, timpang juga.. Bukan posisi menyembah.
Dari sini saja mungkin kita bisa saling mengkoreksi diri kita masing masing siapa sesembahan kita???

-------------------

Ketika saya (misalnya) memuja-memuji-mengikuti suatu ideologi kapitalis materialis -misalnya-, tentu ketika ideologi ini dicerca dan dikritik saya akan sangat marah. Demikian juga tatkala berhala berhala lain yg ada di kepala saya dilecehkan. Tentu saya akan marah besar.
Berhala itu adalah materi. Sesuatu yang kita ciptakan sendiri.
Contohnya di zaman dahulu yang disebut berhala adalah patung, dihias bagus lalu disembah sembah. Itu adalah wujud materi buatan sendiri, dan apa yg seolah dikerjakan si penyembah selalu diisbatkan kepada yg disembahnya (dalam hal ini berhala itu)
Yang seperti itu yg disebut kejahilan.

Dan sebenarnya, semua itu bermula dari dalam pikiran kita sendiri. Mewujud persepsi, diwujudkan / dibentuk sendiri lantas dipuji dan dipuja sendiri. Hal hal yang seolah berasal dari sesembahannya pun juga berasal dari pikirannya sendiri.

Lantas bagaimana yang bukan berhala itu atau yang disebut sebagai Tuhan sejati?!
Tuhan tentu bukanlah yang materi layaknya berhala.
Kebalikan dari berhala.
Berhala bermula dari karya kita sendiri, sedangkan tuhan bukanlah karya kita bahkan kita tercipta dariNya.
Berhala bermula dari ide pikiran kita sendiri, tuhan justru tidak tersentuh oleh pikiran bahkan dia yg meletakkan ide ke dalam pikiran.

Kalau tuhan tidak tersentuh pikiran, sedangkan segala sesuatu dapat kita kenali melalui tangkapan pikir?!
Itulah sifat istimewanya Tuhan
Bersifat sangat terbalik dengan pengenalan kita akan sesuatu yg berbentuk materi
Memang iya saya bisa mengenali mobil karena panca indra saya menangkap sejumlah info tentang mobil lantas dicerna oleh otak baru kemudian kita paham bahwa itu adalah mobil.
Mengenali tuhan adalah kebalikannya.
Kita kenal dulu baru kemudian pikiran / otak kita mengiyakan bahwa itulah tuhan yang sebenarnya
Yang sangat berbeda dari segala wujud benda di alam ini.
Dan bagian diri kita yang mengenali tuhan tanpa melalui racikan pikira terlebih dahulu inilah sang jiwa itu
Yang sudah bersaksi tentang eksistensi tuhan jauh sebelum kita terlahir ke alam dunia dalam bentuk seperti saat ini.

Kamis, 10 November 2016

Kebenaran Mutlak (al-Haqq) itu ada

Kebenaran mutlak (bukan relatif) itu benar adanya
Memang yang banyak bertebaran adalah kebenaran yang relatif
Masing masing orang memiliki dan menggenggam kebenarannya masing masing
Yaa memang kebenaran yang relatif ini sangat mudah untuk diakses dan ditemukan oleh siapapun
Namun bukan berarti lantas kemudian kebenaran mutlak itu tidak ada

Oke sekarang kita sudahi basa basinya
Kebenaran mutlak itu bagaimana modelnya dan bagaimana cara menemukannya itu yang perlu kita Nikmati dan jalani
Kalau yang namanya kebenaran relatif, itu apa yang saya dapat sangat mungkin dan hampir pasti berbeda dengan kebenaran dalam diri anda
Angka sembilan dari sudut A akan tampak sebagai angka enam, dan angka sembilan dari sudut B akan tampak sebagai angka sembilan.

Yang seperti ini sudah barang pasti kita jumpai dalam kehidupan tatkala pandangan kita hanya terpaku pada 1 sudut pandang saja
Ketika pandangan kita sempit, kita akan menjumpai hal hal yang seperti ini
Dan memang ini yang seringkali terjadi saat ini
Perbedaan yang seringkali menyulut konflik itu juga bermula dari sini

Lantas bagaimana caranya agar kita tidak seperti itu?
Atau bagaimana agar menemukan / menjumpai kebenaran mutlak yang pasti berbeda dengan kebenaranrelatif tersebut?
Ya sudut pandang kita saja yang perlu kita perluas.
Kalau tidak bisa atau terlalu sulit meluaskan pandangan, ya melebur saja pada Dzat Yang Maha Melihat, Maha Luas, lagi Maha Tahu.

Hanya denganNya kita akan benar benar paham tentang kebenaran mutlak
Kita akan menjumpainya
Apa yg kita temui sebagai kebenaran, itu juga akan sesuai dengan yg orang lain katakan sebagai kebenaran
Juga pasti sama dengan apa yang dimaksudkan oleh Tuhan semesta alam sebagai kebenaran.
Paham saya akan sama dengan paham anda meskipun kita tidak pernah berjumpa apalagi belajar bebarengan dalam majlis yang sama.
Kita berbeda ruang dan waktu tapi saya paham apa yang anda pahami tanpa harus bertatap muka dan berkomunikasi sebelumnya
Ini juga merupakan kebenaran mutlak yang dapat kita jumpai.

Bagaimana bisa demikian?
Ya melebur saja dengan Alloh
Sadarnya kita jangan menyadari masalah atau materi yang tertangkap panca indra
Meskipun panca indra kita menangkap sesuatu, tapi biasakan kesadaran kita bersama Alloh
Maksudnya selalulah sadari Alloh dalam setiap detik , setiap nafas.
Itu melebur dengan Alloh namanya

Kesadaran kita tidak lagi terikat oleh kesadaran materi itu sudah bisa dikatakan sebagai fana fillah
Kok begitu simpelnya???
Memang demikian adanya
Bukti kalau saya, anda sedang bersama Alloh ketika kita menyadari Alloh adalah semakin terasa lapangnya dada kita menanggapi berbagai macam problematika hidup
Problema yg pada umumnya menyesakkan menjadi sama sekali tidak menyesakkan.
Ini dzikr itu sesungguhnya
"Ingat... Dengan Dzikrulloh lah hati menjadi tenang"
Ini bisa dibuktikan .......
Kalau tidak bisa dibuktikan, omong kosong namanya ........
Memang dzikir itu sederhana
Tanpa lafadz pun asal anda sadar mengenai kebersamaan anda dengan Alloh
Aman, anda bisa buktikan sendiri
Dan memang harus anda nikmati hal ini.

Nah kebenaran mutlak itu bermulanya juga dari kesadaran kita akan kebersamaan kita dengan Alloh
Setiap waktu baik kita sadar ataupun tidak, Alloh selalu memberikan pahaman pemahaman dan petunjuk bagi diri kita
Kalau kita sedang dalam kondisi sadar Alloh, kita pasti akan menyadari perintahNya / petunjukNya / kebenaranNya / kehendakNya
Dan kalau kita ikuti, sudah pasti akan selamat
Karena jalanNya memang jalan yang akan keselamatan.

Sedangkan jika kita tidak menyadariNya, atau sadarnya telat
Tentu kita buta akan petunjukNya & kehendakNya
Kalau sadarnya telat, condongnya kita adalah setelah mengikuti kehendak nafsu menjadi menyalahkan Tuhan
Yang seperti ini yang musti kita istighfar-i
Kalau tidak sadar, meskipun Alloh memberikan petunjuk dan perintah, sudaj barangpasti akan diabaikan.

Oke, jadi intinya, kalau kita ingin menemukan kebenaran mutlak
Selalulah bersama Alloh
Alloh selalu bersama kita namun kita tidak menyadariNya
Itu yang dinamakan lalai dan tidak bersama Alloh
Alloh selalu bersama kita dan kita sadar betul kita sedang bersamaNya, itu yang namanya dzikr
Hanya dalam keadaan dzikir / sadar itulah kebenaran mutlak akan kita temui dan pahami

Wallohu'alam bish-showab, al-fatihah

Senin, 07 November 2016

Fana Fil-fikri dan Fana Fillah

tasawuf atau dunia spiritual memang rawan kesesatan
tapi kesesatan ini hanya akan terjadi tatkala kita lebih mengedepankan logika daripada penyaksian itu sendiri
Yang namanya penyaksian itu, meskipun ia berlawanan dengan logika, ya tidak ada masalah sedikitpun
Yang dikatakan kebanyakan para arif billah bahwa berspiritual itu perlu guru, adalah bahwa guru itu yang akan senantiasa mengingatkan kepada kita agar kita tidak terpaku pada pandangan lahiriah semata.
Yang namanya hakikat itu bukanlah apa apa yang tertulis dalam dunia materi dan bahasa
Melainkan apa apa yang ada si sebalik wilayah materi dan bahasa
Ia terbebas dari wilayah itu
Adapun mengenai istilah istilah pengungkapannya, ya selamanya tidak akan ada yang benar benar menyentuh eksistensiNya
Dan makrifatullohulhaqq itu adalah tidak terletak pada secerdas apa pemikiran kita dalam memaknai suatu bahasa
Akan tetapi seberapa kita melepaskan dan berlepas dari keterikatakan kita mengenai berbagai istilah dan ungkapan

Tentang fana fil-fikri sebagaimana yang saya singgung di atas, adalah bentuk ketenggelaman kita akan analogi dan ungkapan saja
Contoh ketika saya menyatakan bahwa perlu perjalanan untuk sampai kehadirat Alloh. Lantas kemudian anda mempersepsikan bahwa ke Alloh itu adalah berjarak.
Ini ada kesimpulan anda sendiri, dan merupakan indikasi bahwa kita sedang terjebak ranah fikr dan materi
Padahal meskipun istilah melalukan perjalanan untuk mencapai kehadirat Alloh ini ada dalam bahasa qur'an
Tapi tetap belum bisa menggambarkan secara gamblang kepada beberapa orang yang masih terjebak ranah fikr

Berbeda dengan orang orang yang sudah melepaskan dirinya dari ranah fikr, analogi, istilah, bahasa, materi dlsb..
Akan sangat nyata baginya bahwa perjalanan spiritual itu bukanlah berjarak sebagaimana perjalanan fisik
Meskipun sama sama dalam bahasa "perjalanan" namun tidaklah dapat kemudian kita persepsikan bahwa itu adalah seperti menaiki tangga atau memasuki lorong atau bagaimanapun persepsi akan menggambarkan dalam bayangan maya.

Fana fil-fikr adalah kondisi kita terhanyut oleh hal hal tersebut
Sehingga pasti kita tidak akan pernah menemukan titik intinya dari segala sesuatu
Memang seolah olah hasil pikir tampak menemukan hakikat sesuatu, tapi bukanlah seperti itu yang sebenarnya

Lantas bagaimana dengan adanya sabda nabi tentang "tafakkur sejenak itu lebih baik daripada ibadah 70tahun" ??
Tafakkur yang selama ini kita anggap sebagai berpikir
Inti sesungguhnya dari istilah itu adalah menata pikiran
Agar ia berada pada tempatnya dan tidak mendominasi diri kita
Sebainya yang mendominasi diri kita adalah jiwa yang berada dalam genggaman Alloh
Jiwa yang telah senantiasa bersama Alloh
Jiwa yang telah fana fillah
Melebur dalam dimensi ilahiah

Fana fillah itu pasti terjadi ketika kita melepaskan seluruh dominasi dominasi pikir atas diri kita
Maka siapapun yang sudah menyadari dan menyaksikan bahwa diri kita yang sebenarnya bukanlah persepsi kita,
Dipastikan ia akan cepat mencapai kondisi fana fillah yang hingga sekarang masih tidak bisa dijangkau oleh berbagai bentuk bahasa
Untuk mencapainya bagaimana?
InsyaAlloh anda bisa menuju ke sini, insyaAlloh sudah tertulis di paragraf pertengahan tentang hal ini.
atau ke sini

semoga hal ini bermanfaat

Senin, 31 Oktober 2016

Perjalanan Jiwa / Spiritual

Kenapa Harus ke Alloh?
Ya karena kita ini dari Alloh dong
Memang ada di antara kita yang tidak dari Alloh?
Adapun itu ada jasad kita
Dan jasad kita kelak kembalinya adalah tanah

Nah diri kita ini pasti dan musti kembali ke Alloh
Adanya sholat dan peribadatan lain dalam islam yang ditujukan untuk Dzikir, sesungguhnya adalah melatih diri kita untuk kembali ke Alloh
Dzikir itu kan praktik -inna lillahi wa inna ilaihi rojiun-
Maka kalau dzikir kok jalan di tempat atau berhenti di qolbu, dzikirnya perlu ditingkatkan

Dzikir kesadaran,,,
Kesadaran ini tiga lapis
Mengiringi tida esensi diri
Jasad-jiwa-ruh
Jasad sudah jelas
Jiwa ini yang musti diarahkan dengan jelas
Ruh, dia dari Alloh maka pasti dia kembali ke Alloh
Dia yang tahu jalan kembali itu
Dia yang disebut mursyid sejati itu

Kesadaran yang berhenti di jasad, ia pasti akan tersiksa jika sudah masuk liang lahat.
Bagaimana tidak tersiksa jika ia masih merasakan tubuh terhimpit tanah hancur oleh proses pembusukan
Kesadaran jasad ini musti kita upgrade menuju kesadaran jiwa
Dimana jiwa sudah tidak peduli dan merasakan apa yang di derita jasad
Praktik zuhud, sedekah, puasa dll esensinya adalah ini.

Ketika kesadaran berada pada kesadaran jiwa, dari sinilah perjalanan meninggalkan jasad itu dimulai dan dilatih secara istiqomah
Membiasakan mati, muutu qobla tamuutu kata baginda nabi s.a.w
Inilah dzikrul maut yang sebenarnya itu. Esensi dzikrul maut ya di sini.

Lho bukannya Alloh itu dekat? Kok musti melakukan perjalanan jiwa?
Yang dimaksud perjalanan jiwa / perjalanan spiritual itu bukan seperti ngrogoh sukmo atau mecah rogo
Dimana wujud kita ada banyak lalu berjalan melintasi berbagai ruang yang di atas kewajaran manusia umum.

Perjalanan jiwa itu adalah perjalanan lintas dimensi, bukan lintas ruang dan waktu
Lintas dimensi itu dimana ketika anda memasuki dimensi yang lebih dalam, ia akan semakin meluas dan kadarnya kesuciannya / kadar dimensinya semakin tinggi.
Kalau kita baca qur'an, ada penjelasan bahwa Alloh itu ada di atas arsy, di atas langit tingkat tujuh, sekaligus sangat dekat melebihi urat leher dan ada di mana pun kita menghadap
Ya ini esensinya.

Semoga anda yang membaca ini difahamkan oleh Alloh.

Kamis, 27 Oktober 2016

Penataan Diri Lepas dan Berserah

Kalau sudah pikiran yang bermain, maka ego adalah pemeran utama atas diri kita sendiri.
Bentrok fisik maupun psikis pasti akan terjadi tak terelakkan.

Banyak pertanyaan atau mungkin curhatan -lebih tepatnya- yang menghampiri saya dari beberapa teman pejalan suluk
"Cak, kok rasanya menata diri sendiri itu sulit ya? Tidak seperti kita belajar dari teman teman yang lain. Mereka kok bisa tampak mudah untuk kita pelajari. Maksudnya kita belajar dari tingkah laku orang lain itu tidak semudah belajar dari tingkah laku diri sendiri. Kira kira bagaimana ini ya??"

Kebetulan saya pun pernah merasakan demikian, yang terjadi sebenarnya adalah pengambil alihan peran ego atas diri ini lho yg terlampau dominan
Sehingga peran tuhan atas diri kita terhijab oleh ego / atau pikiran itu sendiri

Dominasi pikir ini yang dalam khazanah tasawuf disebut sebagai hijab
Dan ego ini yang dalam tasawuf juga disebut sebagai nafsu

Semestinya kan diri kita tunduknya ya kepada Alloh
Dzat Mutlak yang Menguasai dan Mengetahui segala sesuatu
Kenapa kok bisa sampai tunduknya kepada nafsu / ego
Nah ini sebenarnya karena kita kurang membuka diri dan menerima

Membuka diri ini layaknya takbir tatkala sholat itu lho
Allohu Akbar ......
Sebaiknya tatkala mengucapkan lafal ini kita bebaskan diri kita sebebas bebasnya
Maksudnya diri bathin kita ya
Jangan dan tidak lagi dibatasi oleh pikir, prasangka, gagasan, ide, khayalan dan lain sebagainya
Loss saja .......
Rasakan dan nikmati dengan benar ...
Ketika melafalkan "Alloooohhhh" buka luas luas diri anda menuju keluasan dan ke-maha akbaran Alloh
Ketika melafalkan "huu Akbar" terima dan bersedialah untuk memasuki wilayah maha besar, luas dan dahsyatNya......

Seperti itu pula ketika kita dalam kehidupan
Menata hati, menata diri
Bukan nafsu menata nafsu
Tapi pasrahkan nafsu itu kepada Alloh
Pasrahkan ego itu kepada Alloh
Cukup buka diri dan menerima limpahan ke-maha luas-anNya
dia (ego) itu akan terlebur dan tertata dengan sendirinya. (Baca: otomatis)

Nah yang demikian itu lebih menyelamatkan bagi kita
Sebagaimana imam ghozali mengatakan dalam kitab minhajul abidinnya, "nafsu itu laksana anjing, kalau anda lawan, dia akan semakin menggonggong dan melawan juga. Lebih baik anda abaikan dan anda serahkan urusan anjing itu kepada pemiliknya. Yang demikian itu akan membuat si anjing tidak mencelakai anda"

Wallohu'alam bish-showab

Paling Sering Diakses

Akar dari Sikap Sabar

  الَّذِÙŠْÙ†َ اِذَا ذُÙƒِرَ اللّٰÙ‡ُ ÙˆَجِÙ„َتْ Ù‚ُÙ„ُÙˆْبُÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا لصّٰبِرِÙŠْÙ†َ عَÙ„ٰÙ‰ Ù…َاۤ اَصَا بَÙ‡ُÙ…ْ Ùˆَا Ù„ْÙ…ُÙ‚ِÙŠْÙ…ِÙ‰ الصَّÙ„ٰوةِ ۙ ÙˆَÙ…ِÙ…َّا رَزَÙ‚...